
Keterangan Gambar : Foto atas- Arulan Bao Rahmani SP (tengah) diapit Ketua OC Prof. Deding Ishak dan Zulhamdi. Bawah: Makan bersama di kantor PB dan Kontingen Malaysia di Bandara.
Jakarta, parahyangan-post.com- Tiga hari menjelang muktamar para peserta sudah mulai berdatangan. Baik dari perwakilan wilayah 38 propinsi di Tanah Air, maupun dari luar negeri.
Dari luar negeri, kontingen dari Malaysia yang akan meramaikan pembukaan muktamar dengan musik gambusnya sudah mendarat di Bandara Soekarno Hatta. Sementara dari Amerika Serikat (AS) sudah datang lebih awal.
Sebagian menginap di hotel, sebagian lagi di kantor PB Alwashliyah, Jl. Ahmad Yani, Jakarta Pusat, sebelum semua berkumpul (masuk) Asrama Haji Pondok Gede, pada tanggal 7 Juli.
Muktamar sendiri akan berlangsung dari tanggal 7 sampai 10 Juli 2026
Pantauan di kantor PB Alwashliyah, Sabtu ( 4/7), rombongan dari Aceh dan Sumut, baik peserta maupun penggembira, dalam perjalanan dengan bus. Konvoi mereka sudah memasuki wilayah Sumatera Selatan.
Sementara delegasi dari Sulawesi Tenggara, dipimpin langsung oleh Ketua Wilayah Sultra Arulan Bao Rahmani SP sudah sampai di kantor PB.
”Kami dari Sultra datangnya tidak barsamaan, tetapi bergelombang. Ada yang naik pesawat udara dan ada juga naik kapal laut. Saya sendiri datang lebih awal karena ada urusan lain di Jakarta,” ujar Arulan kepada parahyangan-post.com.
Ditegaskan Arulan, Sultra akan datang full team, baik dari pengurus wilayah, maupun pengurus daerah (kota/kabupaten).
”Semuanya sangat antusias dan bersemangat untuk hadir sesuai dengan kuota yang diberikan panitia. Namun jumlah fixnya nanti (sebelum muktamar-red) akan ketahuan karena kami datangnya bergelombang,” tambah Arulan
Menurut Arulan, sejak kepemimpinannya, perkembangan Al Washliyah di Sultra sangat pesat. Kepengurusan sudah mencakup di hampir seluruh daerah (kabupaten/kota).
Arulan juga mengapresiasi kepemimpinan KH. Masyhuril Kamis yang, menurutnya, telah sukses membawa organisasi lebih kokoh ke tataran yang lebih luas dan diperhitungkan. Makanya dia berharap KH Masyhuril Khamis bisa memimpin Alwashliyah untuk periode berikutnya.
”Nanti setelah muktamar, saya ingin mengundang Beliau, atau siapa pun yang terpilih menjadi Ketua Umum, untuk datang ke Kendari meletakkan batu pertama pembangunan Islamic Center di atas tanah wakaf yang kita miliki,” harap Arulan.
Di muktamar nanti, Arulan melanjutkan, salah satu usul yang akan disampaikannya adalah mengenai isu pertambangan. Pemerintah telah memberi wewenang dan hak kepada organisasi keagamaan untuk mengelola lahan tambang. Dia berharap Alwashliyah memanfaatkan ini untuk kesejahteraan organisasi.
Menurutnya, sangat tepat jika Alwashliyah mengambil peran ini, karena anggota Al Washliyah, terutama di Sultra, mempunyai keahlian dan SDM untuk mengelolanya.
”Isu yang selalu dilontarkan oleh pihak yang tidak setuju selama ini kan masalah lingkungan. Katanya pertambangan merusak alam. Trus SDM ormas keagamaan belum memadai. Nah kita tampil dengan paradigma bahwa tambang yang kita kelola tidak merusak alam tetapi merawatnya. Kita tidak semata mencari keuntungan tetapi juga melestarikan. Soal SDM kita punya, ” tutup Arulan.***(pp/aboe)






LEAVE A REPLY