
Keterangan Gambar : H. Abdul Chalim, SH saat menerima penghargaan (foto banu)
Jakarta, parahyangan-postycom-Ketua Majelis Hukum dan HAM PDM kabupaten Bekasi, H. Abdul Chalim, SH mendapat anugerah penghargaan bidang hukum dari majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat dalam acara milad MUI ke 51 dan kongres Umat Islam Indonesia 2026 yang diselenggarakan dihotel Sahid Jakarta , Kamis (2/6).
Salah satu penghargaan diberikan kepada H. Abdul Chalim atas komitmen perjuangannya dalam pembelaan hukum bagi kelompok masyarakat dhuafa dan miskin di Indonesia.
Chalim mengungkapkan rasa bahagia atas penghargaan yang diberikannya, "penghargaan ini atas upaya dan perjuangan para advokat yang membela masyarakat miskin dan dhuafa", ungkapnya
Chalim berpesan untuk seluruh pejuang keadilan teruslah berdiri diatas tangis dan derita mereka yang terpinggirkan dan diperlakukan tidak adil, " pengacara harus terus berdiri diatas pembelaan orang orang lemah dan dilemahkan, atau mereka yang dipinggirkan serta yang hilang atau dihilangkan hak-haknya". Serta jangan lupa selipkan rasa ikhlas setinggi tingginya. jelasnya.
Kegiatan bertema "Penguatan Misi Keumatan dan Sinergitas MUI dengan Penegak Hukum untuk Advokasi dan Perlindungan hukum bagi Kelompok Dhuafa dan Masyarakat Miskin" memberi anugerah kepada 27 perseorangan maupun kelembagaan.
Beberapa orang yang mendapat penghargaan diantaranya: Busro Muqodas (Praktisi), Nurrohim (Yayasan Bina Insan Mandor ), Ike Farida (Farida Law Office), Jajang Mulyana (Polda Banten), Dudung Amadung Abdullah (DPP Hidayatullah), Himpunan Konsultan Hukum Ketenagakerjaan Indonesia, termasuk di no ke 27, H. Abdul Chalim, SH (dari kantor hukum Ichal BBS dan Rek).
Sementara menteri agama Muhammad Nazaruddin Umar memberi dukungan penuh terhadap langkah Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang memberikan penghargaan (award) kepada tokoh tokoh penegak hukum berprestasi di Tanah Air.
Menag dalam sambutannya mengatakan langkah MUI menonjolkan presentasi para penegak hukum merupakan sebuah terobosan penting untuk mengimbangi sentimen negatif yang selama ini kerap mendominasi ruang publik.
"Tradisi memberikan penghargaan kepada individu yang berjasa atau melahirkan inovasi kebaikan merupakan tindakan mulia dan bersifat profetik" ujarnya.*** (pp/aboe/ banu)






LEAVE A REPLY