Home Polkam Wamendes PDT RI, Ahmad Riza Patria Ajak Kader HMI/KAHMI Ikut Kontestasi Pilkades

Wamendes PDT RI, Ahmad Riza Patria Ajak Kader HMI/KAHMI Ikut Kontestasi Pilkades

253
0
SHARE
Wamendes PDT RI, Ahmad Riza Patria Ajak Kader HMI/KAHMI Ikut Kontestasi Pilkades

Keterangan Gambar : Ahmad Riza Patria, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) RI (sumber foto : Afit/pp)

JAKARTA II Parahyangan Post- Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) RI, Ahmad Riza Patria mengajak kader-kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Majelis Nasional Korps Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) untuk ikut aktif membangun desa.

Hal tersebut disampaikan Ahmad Riza Patria, pada acara Silaturahmi dan Halal Bihalal Majelis Nasional KAHMI, dengan tema Merawat Persatuan Indonesia untuk Perdamaian Dunia, di-Aula Kemendes PDT RI, Rabu, 13 Mei 2026.

Lebih lanjut menurut Riza yang pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta ini, bahwa pembangunan Indonesia ke depan harus dimulai dari desa. Menurutnya, seluruh elemen HMI dan KAHMI memiliki tanggung jawab untuk ikut memajukan desa.

“Kembali ke desa bukan berarti seluruh masyarakat harus tinggal di desa, namun para mahasiswa, pejabat tinggi, TNI/Polri dan kader kader HMI dan KAHMI untuk tetap memiliki kepedulian terhadap pembangunan desa melalui ilmu, teknologi dan akses yang mereka miliki,”jelas Ahmad Riza Patria.

Disisi lain Wamendes PDT RI juga menyampaikan tiga persoalan yang masih dihadapi desa saat ini, yakni kualitas sumber daya manusia, insfrastruktur yang belum memadai, serta keterbatasan pembiayaan pembangunan.

“Kita bisa mengatasi masalah desa dengan cara meningkatkan potensi desa dan mengatasi berbagai masalah desa tersebut,”imbuhnya.

Dalam sambutanya Ahmad Riza Patria menyampaikan apresiasi atas konsistensi MN KAHMI yang terus menghadirkan ide, gagasan dan aktivitas positif bagi masyarakat serta bangsa Indonesia. Untuk itu kader HMI dan KAHMI diharapkan mampu membawa paradigma intelektual, kritis dan beritegritas ke tingkat desa, sekaligus menjadi lokomotif perubahan sosial yang kosntruktif.

Wamendes PDT RI, Ahmad Riza Patria dalam kesempatan tersebut menatang kader-kader HMI dan KAHMI untuk ikut konstentasi Pilkades mendatang. Menurutnya, dengan menjadi kepala desa merupakan wujud pengabdian insan cita untuk membawa kemaslahatan umat, mempertinggi derajat rakyat dan mengembangkan potensi desa.

Sehingga dalam hitungan Ahmad Riza Patria, berdasarkan data jumlah desa di Indonesia tercatat lebih dari 75 ribu desa. Kalau dalam satu desa ada dua kader HMI / KAHMI yang maju untuk bersaing dalam pilkades tersebut, sudah ada 150 ribu calon kepala desa yang tersebar diseluruh Indonesia.

Meskipun didorong untuk berpolitik, kader HMI dan KAHMI harus tetap menjaga independensi etis dan organisatoris, memastikan bahwa tindakan politiknya didasarkan pada nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan, bukan sekadar kepentingan pragmatis.

Merawat Persatuan Indonesia untuk Perdamaian Dunia

Acara Silaturahmi Kebangsaan dan Halal Bihalal MN KAHMI 2026 berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, hal ini menjadi simbol bahwa dialog, sialturahmi, serta kolaborasi lintas elemen tertap menjadi kekuatan utama dalam menjaga harmoni Indonesia.

Selain Wamendes PDT RI, acara silaturahmi kebangsaan dan Halal Bihalal MN KAHMI 2026 juga dihadiri oleh Majelis Etik, M.Jusuf Kalla, Koordinator Presidium MN KAHMI, Prof. Dr. Abdullah Puteh, Duta Besar Iran, berbagai tokoh nasional, pengurus, kader serta elemen masyarakat yang sama sama meneguhkan komitmen menjaga persatuan Indonesia, meperkuat nilai kebangsaan dan komitmen dan peduli pada perdamaian dunia.

Dalam sambutannya, Koordinator Presidium MN KAHMI, Prof. Dr. Abdullah Puteh menegaskan bahwa tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut bukan sekadar slogan seremonial, melainkan panggilan sejarah sekaligus amanah besar bangsa Indonesia.

Tema pada kesempatan ini bukan sekadar slogan, melainkan panggilan sejarah dan amanah bangsa. Indonesia dibangun atas keberagaman suku, bahasa, budaya, dan agama. Para pendiri bangsa telah mewariskan kepada kita semangat Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi persatuan nasional,” ujar Abdullah Puteh

Ia menambahkan, di tengah dinamika sosial dan perkembangan global yang terus berubah, seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga persaudaraan, memperkuat toleransi, serta merawat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sementara itu, Ketua Etik MN KAHMI, M. Jusuf Kalla lebih menyoroti tentang kebangsaan dan perdamaian. Menurutnya bahwa para pendiri bangsa ini telah meletakan dasar dan tujuan berngasa dan bernegara, diantaranya, menyejahterakan rakyat, melindungi segenap rakyat dan ikut aktif menjaga perdamaian dunia.

Disisi lain pria yang akrab di panggil Pak JK juga, menyampaikan tentang pentingnya keadilan, pemerintah harus adil pada rakyatnya dan ada bermacam-macam bentuk keadilan. Pembangunan dari desa yang disampaikan Wamendes PDT RI menurut Pak JK merupakan bentuk keadilan.

“Dalam Pancasila, kata ‘Keadilan’ disebut dua kali, dan perlu diketahui juga bahwa sebanyak 15 konflik yang pernah terjadi di Indonesia, juga karena masalah utamanya adalah keadilan dan kesalahpahaman,”jelas Jusuf Kalla.

Sementara itu terkait denga Iran keberpihakan KAHMI jelas, dan konstitusi kita jelas sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945. Dalam kesempatan tersebut Pak JK juga mengapresiasi pada Iran, selama 40 tahu di embargo namun tetap eksis dan maju, menurutnya kuncinya ‘kreativitas’.

Terkait denga peranya yang berhasil mendamaikan pihak-pihak yang berkonflik, menurutnya, kalau kita akan mendamaikan pihak-pihak yang berkonflik, kita harus kenali dua-duanya.

Mantan Wapres dua periode berpegang pada satu hadis Rasulullah SAW yang artinya, amalan yang paling baik setelah shalat dan puasa (dalam konteks ibadah sunnah/umum) adalah mendamaikan orang yang sedang berkonflik atau berselisih. Dan dalam Islam, hal ini dikenal sebagai istiah ‘Ishlah Dzati Bain’, memperbaiki hubungan di atara sesama. - (Ratman Aspari/AR Sapara)