Home Polkam Ketua MPR Ahmad Muzani : Salut dengan Dedikasi dan Perjuangan Guru Alwashliyah

Ketua MPR Ahmad Muzani : Salut dengan Dedikasi dan Perjuangan Guru Alwashliyah

Disampaikan saat membuka Muktamar Al Washliyah ke XXIII di Asrama Haji Jakarta

159
0
SHARE
Ketua MPR Ahmad Muzani : Salut dengan Dedikasi dan Perjuangan Guru Alwashliyah

Keterangan Gambar : Ketua MPR H. Ahmad Muzani saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Muktamar XXIII Alwashliyah di Asrama Haji Jakarta. (foto aboe)

Jakarta, parahyangan-post.com-  Ketua MPR H. Ahmad Muzani membuka secara resmi  Muktamar ke XXIII Al Jam’iyatul Alwashliyah di Asrama Haji Jakarta, Jl. Raya, Pondok Gede, Pinang Ranti, Jakarta Timur,  Selasa 7 Juli, 2026.

Dalam amanahnya Ketua MPR menyampaikan, Indonesia sangat beruntung memiliki organisasi keagamaan seperti Alwashliyah karena  mempunyai kader di daerah-daerah, di kampung-kampung  kecil dan terpencil yang dakwahnya  menjadi inspirasi dan membangun semangat optimisme bagi masyarakat yang ekonominya masih di bawah.

”Coba bayangkan, kalau tidak ada organisasi keagamaan seperti Al Washliyah ini, betapa beratnya beban negara untuk mencerdaskan  anak-anak bangsa,” ujarnya.

Muzani juga mengapresiasi perjuangan guru-guru Alwashliyah di pelosok. Meski gajinya kecil  dan tidak sebanding dengan biaya hidup,  namun semangat mengajarnya sangat tinggi.

”Tadi saya mendengar dari Pak Doli (Ahmad Doli Kurnia Tanjung, Ketua Panitia Nasional Muktamar, -red) Alwashliyah memiliki ribuan kader yang mengajar di madrasah-madrasah milik sendiri dengan kondisi yang memprihatinkan. Namun semangat pengabdiannya  tetap tinggi karena mengajar bagi mereka, tidak semata mencari dunia, tetapi juga akhirat,” tambahnya

Dalam kesempatan itu Ketua MPR juga memberi nasehat kepada para guru dan kaum wanita, agar memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dengan baik.

”Sekarang semuanya ada di handphone. Mau belajar menjadi pengusaha, mau membuat kue, mau bikin rendang, mau buka warung bisa di handphone. Tidak usah belajar jauh-jauh. Jadi manfaatkanlah Medsos itu dengan baik dan jangan jadi korban,” pinta Muzani.

Jika handphone dimanfaatkan dengan baik, lanjut Muzani,  maka alat kominkasi itu  bisa menopang ekonomi para guru di mana pun lokasi mengajarnya.

Sementara Ketua Umum PB Al Washliyah DR. KH. Masyhuril Kamis,  mengatakan dakwah utama yang yang diperjuangkan oleh Alwashliyah  selain pendidikan adalah untuk membentengi umat dari bahaya kerusakan moral. Terutama sekali soal LGBT yang semakin meluas.

“Ini menjadi fokus gerakan dakwah Alwashliyah mengingat penyebarannya sudah sangat masif,” ujarnya. 

Selain itu fokus lain perjuangan dakwah Alwasliyah adalah memperkuat kesejahteraan rakyat menuju Indonesia maju. Kaya secara materi, kuat imannya dan mulia akhlaknya.

KH Masyhuril Khamis juga mengapresiasi semangat bermuktamar seluruh kadernya yang datang dari jauh dengan biaya sendiri dan kondisi seadanya. Ada yang naik kapal laut, naik bus bahkan ada yang naik sepeda dari gunung ke pelabuhan untuk seterusnya naik kapal dengan rute bersambung-sambung.

“Ini menunjukkan bahwa organisasi sangat dicintai kader dan menjadi sarana perjuangan untuk membangun bangsa,” tegasnya.

Muktamar diikuti lebih kurang 1000 peserta dari 38 Pengurus Wilayah se-Indonesia, 7 Organisasi Bagian,198 Pengurus Daerah, Sejumlah Pengurus Luar Negeri seperti dari Malaysia, Inggris/Eropa dan Amerika Serikat, para Rektor/Kepala Sekolah Tinggi Al Washliyah dan jajaran PB Al Washliyah lainnya.

Tampak di deretan kursi tamu, para pejabat tinggi dan tokoh masyarakat, diantaranya, Ketua MUI KH Abdul Manan Ghani, Ketua Harian PSI Ahmad Ali,  Ketua BAZNAS RI Sodik Mujahid, Wamendes, Ahmad Riza Patria,  Ambassador of Palestine to Indonesia H.E. Mr. Abdalfatah A.K. Alsattari Kepala BIN Z Huda.

Selain Ahmad Muzani, juga ikut memberi sambutan Ketua BAZNAS Sodik Mujahid. Pada saat itu ditandatangani MoU   kerjasama program dan bantuan uang untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kesejahteraan guru-guru Alwashliyah senilai Rp. 500 juta di tahap pertama dan 500 juta di tahap berikutnya.

Sejumlah Menteri Hadir

Sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan pimpinan lembaga ikut   memberikan pencerahan hajatan lima tahunan Ormas Islam Besar yang lahir di Medan, Sumatera  Utara, tahun 1930 ini. Diantaranya, di hari kedua, (Rabu 8 Juli )   Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof.Dr.Abdul Mu’ti, M.Ed. memberikan pencerahan dengan mengangkat tema, ”Penguatan Pendidikan Karakter dan Keagamaan di Era Disrupsi.”

Kemudian  Menteri Haji dan Umrah,  KH.Mochammad Irfan Yusuf dengan tema, ”Transformasi Pelayanan Haji dan Umrah Untuk Kemandirian Umat”.  Menteri  Menteri Agama, Prof Dr.KH.Nasaruddin Umar, MA ”Moderasi Beragama dan Penguatan Keluarga Muslim di Era Digital’ dan Ketua Baznas RI, Dr.Ir.Sodik Mudjahid, M.Sc  Optimalisasi Zakat Untuk Penguatan Pendidikan dan Kesejahteraan Umat.

Sedangkan di hari ketiga (Kamis 9 Juli)   akan tampil Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, SS,M.Si. Tema yang diusung Legalitas Aset Umat dan Penguatan Kemandirian Organisasi Islam. Kemudain  Wakil Menteri Agama RI, Prof.Dr. Romo HR Muhammad Syafi’i, SH, M.Hum yang mengangkat tema, ”Penguatan Program Ekonomi Keumatan.” Dan terakhir Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Gebyar Muktamar Alwahliyah ke  XXIII akan lebih semarak, karena selain acara inti juga ada   hiburan. Di acara pembukaan akan tampil  Orkes Gambus Noor El Sabah dari Malaysia. Sejumlah wilayah pun telah menyiapkan atraksi dan aspirasinya untuk disampaikan dalam muktamar.***(pp/aboe)