Home Agama Muhammad Qasim (MQ) Bertemu Menteri Agama RI

Muhammad Qasim (MQ) Bertemu Menteri Agama RI

2,930
0
SHARE
Muhammad Qasim (MQ) Bertemu Menteri Agama RI

Keterangan Gambar : Pertemuan Muhammad Qasim dengan Menteri Agama RI, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA di Masjid Istiqlal, dan Foto isnt : Ketua Gaza, Diki Candra (sumber foto : ist/pp)

JAKARTA - Parahyangan Post.com–  Sosok Muhammad Qasim bertemu dengan berbagai tokoh Umat Islam Indonesia. Menurut Ketua GAZA, Diki Candra bahwa pertemuan ini menjadi begitu penting karena tidak sekedar pertemuan biasa, tetapi lebih kepada dialog untuk mendiskusikan berbagai hal termasuk mimpi-mimpi Muhammad Qasim.

Dan belum lama ini, Muhammad Qasim juga bertemu dengan Menteri Agama R.I, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA di Masjid Istiqlal, Jakarta. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Gaza, Diki Candra kepada tim media ini, Selasa (01/06/2025).

Lebih lanjut Diki Candra juga menyampaikan bahwa selain dengan Menteri Agama dalam petemuan tersebut  juga dihadiri oleh beberapa tokoh Umat Islam lainnya.


Menurut Diki Candra, Gerakan Akhir Zaman (Gaza) telah berhasil mengajak Mantan Ketua Umum PBNU dan Tokoh Muhammadiyah/Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) dalam Dialog Internasional bertajuk Bedah Mimpi (mubasyirat) Umat di Akhir Zaman, yang diakadan di Jakarta pada awal bulan Mei 2025.

Arti Penting Pertemuan  Muhammad Qasim dengan Menteri Agama RI

Saat di konfirmasi arti pentinya pertemuan Muhammad Qasim dengan Menteri Agama RI, Ketua GAZA, Diki Candra secara gamblang menyampaikan bahwa secara zahir, pertemuan Muhammad Qasim dengan Prof. Nasaruddin Umar selaku Menteri Agama merupakan terobosan yang sangat penting.

“Menunjukan bahwa narasi atau dahwahnya mulai diterima oleh sebagain pihak resmi di Indonesia. Selain itu juga membuka peluang lebih besar untuk dikenal oleh masyarakat luas, termasuk dari kalangan pesantren, birokrat, bahkan juga kalangan TNI/POLRI. Ini bisa jadi sebagai langkah ‘pengesahan sosial’ (social ensorsement), meski belum tentu pengesahan keagamaan. Dan, jangan lupa, Menteri Agama saat ini (Prof Nazaruddin Umar - red) adalah tokoh atau pejabat yang pernah membahas secara panjang lebar tentang Mubasyirat, di Masjid Istiqlal,”jelas Diki Candra.

Namun, ini baru langkah awal, apakah dakwah Muhammad Qasim akan diterima penuh atau justru menjadi ujian lebih besar, masih tergatung persitiwa berikutnya.

Dari sisi mimpi Muhammad Qasim sendiri menurut pria yang akrab dipanggil Kang Diki, dalam banyak mimpi Muhammad Qasim, ia selalu melihat penolakan berulang, lalu sedikit demi sedikit akan diterima. Contohnya, dalam beberapa mimpinya (2017 – 2020),  sering ia sampaikan ‘datang ke Pakistan Army, Politisi dan Ulama,’ namun banyak yang menolak atau ragu.

Lantas Qasim berkata, ‘Ketika sebagian mulai mendengar, maka badai fitnah pun akan muncul’. Qasim bermimpi akan ada negara lain yang lebih dulu mempercayainya. Sebagain orang meyakini ini adalah Indonesia, Turki atau Malaysia. 

“Ini menandakan satu fase baru dalam rangkaian takdir yang ia klaim telah dilihat dalam mimpinya, yaitu dari fase ‘tidak dikenal, dikenal sebagian, banyak mendapat ujian, dan akhirnya diterima secara luas,” Pungkas Diki Candra, Ketua GAZA.


Tentang Muhammad Qasim
Muhammad Qasim menjadi perbincangan publik, bukan saja di negaranya tetapi kini sudah mendunia. Apa yang membuatnya menjadi pembicaraan dunia? Inilah Profil dan Informasi lengkapnya.

Sekilas Profil Muhammad Qasim
Muhammad Qasim bin Abdul Karim adalah seorang pria asal Lahore, Pakistan, yang menjadi perbincangan hangat di kalangan umat Muslim karena klaimnya menerima serangkaian mimpi profetik sejak usia 13 tahun. Mimpi-mimpi tersebut, yang diklaimnya sebagai pesan dari Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW, berfokus pada peringatan akhir zaman, ajakan menjauhi syirik, dan prediksi mengenai masa depan dunia Islam.

Nama Muhammad Qasim mulai viral setelah mimpi-mimpinya disebarluaskan melalui berbagai platform media sosial, termasuk YouTube, Twitter, dan grup WhatsApp. Di Indonesia, tagar #MimpiMuhammadQasim sempat menjadi trending topic di Twitter pada Juni 2022, dengan ribuan cuitan yang membahas isi dan relevansi mimpinya terhadap situasi dunia saat ini.


Tentang Mimpinya
Muhammad Qasim mengklaim telah menerima lebih dari 300 mimpi yang melibatkan pertemuan dengan Nabi Muhammad SAW dan lebih dari 500 mimpi yang merasakan kehadiran Allah SWT. Isi mimpinya mencakup: 

Peringatan Menjauhi Syirik: Ajakan kepada umat Muslim untuk meninggalkan segala bentuk kemusyrikan dan kembali kepada tauhid yang murni.

Prediksi Geopolitik: Ramalan mengenai jatuhnya benteng Islam seperti Arab Saudi dan Turki, serta peran Pakistan sebagai benteng terakhir umat Muslim.

Kebangkitan Islam dari Pakistan: Visi tentang Pakistan yang akan menjadi pusat kebangkitan Islam setelah masyarakatnya menjauhi syirik dan memperkuat iman.

Ucapannya yang Terbukti Nyata

Beberapa klaim Muhammad Qasim dianggap terbukti oleh para pengikutnya, seperti:
Pernyataan Imran Khan: Pada 7 Maret 2022, Perdana Menteri Pakistan saat itu, Imran Khan, menolak tekanan Amerika Serikat terkait konflik Rusia-Ukraina dengan mengatakan, "Aku bukan budakmu." Pernyataan ini dianggap sesuai dengan mimpi Muhammad Qasim pada 27 Agustus 2018.

Kejatuhan Imran Khan: Mimpi Muhammad Qasim juga menggambarkan lengsernya Imran Khan sebelum masa jabatannya berakhir, yang kemudian terjadi pada April 2022.

Penemuan Tambang Minyak di Pakistan: Qasim mengklaim bahwa dalam mimpinya, ia melihat penemuan sumber daya minyak yang signifikan di Pakistan, yang akan meningkatkan perekonomian negara tersebut dan menjadikannya pusat kebangkitan Islam. Meski belum ada bukti konkret, prediksi ini masih menjadi perbincangan.

Krisis Ekonomi Global: Qasim juga mengklaim telah memimpikan terjadinya krisis ekonomi global yang akan mempengaruhi banyak negara. Beberapa pengikutnya mengaitkan prediksi ini dengan situasi ekonomi dunia saat ini.

Perang Dunia Ketiga: Dalam beberapa mimpinya, Qasim mengklaim melihat konflik global besar yang melibatkan banyak negara, yang ia tafsirkan sebagai Perang Dunia Ketiga. Ia menyebut bahwa perang ini akan dimulai dari Timur Tengah dan melibatkan kekuatan besar dunia.


Pesan utama yang disampaikan Muhammad Qasim melalui mimpinya meliputi:

Kembali ke Tauhid: Menekankan pentingnya menjauhi syirik dan kembali kepada ajaran Islam yang murni.

Persiapan Akhir Zaman: Mengajak umat Muslim untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan akhir zaman dengan memperkuat iman dan ketakwaan.

Kebangkitan Islam: Mendorong umat Muslim untuk bersatu dan menjadikan Pakistan sebagai pusat kebangkitan Islam global.

Pro dan Kontra 

Klaim dan mimpi Muhammad Qasim menimbulkan berbagai reaksi:

Pro: 
Pendukung: Beberapa individu dan kelompok, termasuk Gerakan Akhir Zaman (GAZA) di Indonesia, mempercayai kebenaran mimpi Muhammad Qasim dan aktif menyebarkannya.

Testimoni: Beberapa pengikut mengaku menerima petunjuk melalui mimpi yang mengarahkan mereka untuk mempercayai Muhammad Qasim. 

Kontra: 
Skeptisisme: Sebagian ulama dan cendekiawan meragukan klaim Muhammad Qasim, mengingat tidak adanya bukti empiris dan potensi penafsiran subjektif terhadap mimpinya. 

Kontroversi Imam Mahdi: Meskipun Muhammad Qasim menolak disebut sebagai Imam Mahdi, beberapa pengikutnya mengaitkan dirinya dengan figur eskatologis tersebut, yang menimbulkan perdebatan di kalangan umat Muslim. 


Dalam menghadapi fenomena ini, penting bagi umat Muslim untuk bersikap kritis dan bijaksana, merujuk kepada ajaran Al-Qur'an dan Hadis, serta berkonsultasi dengan ulama yang terpercaya dalam menilai kebenaran klaim semacam ini. (rat/pp)