
Keterangan Gambar : Serah terima “Dana Sindikasi” tersebut, dilakukan secara simbolis oleh Strategic Partner PT.Sembilan Berlian, Wanto, ST, MM dan diterima oleh Pimpinan BUMM, Ust. Valentino Dinsi., di-Saksikan Oleh Ketua DPRD Kota Depok, Ketua DKM Masjid Daarussalam dan Irsal Suardi, SH (Atrina Gold Mining), Sabtu , 16 Mei 2026 di Masjid Daarussalam, Perum.Griya Tugu Asri, Kota Depok (sumber foto : ratman/pp)
BUMM dan PT Sembilan Berlian Serah Terima Dana Sindikasi Pengembangan Ekonomi Umat Berbasis Masjid Senilai Rp.300 Milliar.
DEPOK II Parahyangan Post– Badan Usaha Milik Masjid (BUMM) dan PT. Sembilan Berlian melakukan MoU dilanjutkan serah terima ‘Dana Sindikasi’ sebesar Rp.300 Milliar.
Serah terima “Dana Sindikasi” tersebut, dilakukan secara simbolis oleh Strategic Partner PT.Sembilan Berlian, Wanto, ST, MM dan diterima oleh Pimpinan BUMM, Ust. Valentino Dinsi.
Acara serah terima tersebut dilakukan di Masjid Daarussalam, Perumahan Griya Tugu Asri, Cimanggis, Kota Depok, Sabtu, 16 Mei 2026, dalam rangkaian acara, “Kajian Ngaji Bisnis, Merancang Program Dana Abadi Masjid”, yang di gelar oleh Badan Usaha Milik Masjid (BUMM).
Serah terima disaksikan oleh Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriatna, ST, MAP, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Daarussalam, DR. Salim Albakri, para peserta kajian dan tamu undangan lainnya.
Hadir dalam acara tersebut, Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriatna, ST, MT sebagai keynote Speaker, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Daarussalam, DR. Salim Albakri, dan untuk pembicara, Wanto, ST, MM (SB Consulting) dengan makalah ‘At A Glance, Buka Usaha Dimodali Investor’ dan Irsal Suardi, SH (Atrina Gold Mining) dengan makalah ‘Emas Sebagai Instrumen Merancang Dana Abadi Masjid dan Persiapan Pensiun. Serta pemaparan dari Ust. Valentino Dinsi.
Ketua DPRD Kota Depok dan Ketua DKM Masjid Daarussalam menyambut baik dan mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Ust.Valentino melalui BUMM ini.
Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriatna, ST, MAP yang didaulat sebagai keynote speaker, menyoroti bahwa masjid sebagai pusat peradaban, perlunya membuka ruang untuk berdiskusi yang dinamis, sehingga masjid tempat yang paling nyaman bagi generasi kita.
“Disisi lain, bagaimana melahirkan pelaku ekonomi yang hadir dari masjid, sehingga perlunya sebuah forum untuk menyatukan gerakan bersama yang akan melahirkan semangat kesamaan, persatuan untuk melahirkan gerakan ekonomi yang berbasis masjid, dan Pemerintah Kota Depok, mengapresiasi atas upaya baik ini,”ujarnya.
Sementara itu, Ketua DKM Masjid Daarussalam, mengungkapkan bahwa, ini tema yang sangat penting, dan bersyukur punya Ustadz yang begitu kreatif. Menurutnya, sebaik-baiknya tempat didunia adalah masjid, untuk itu merancang dana abadi masjid ini sangat penting.
Strategic Partner PT.Sembilan Berlian, Wanto, ST, MM dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa perusahaanya merupakan konsorsium, dan terus terang kami kelebihan modal, untuk itu kami mencari mitra dengan menggandeng BUMM.
Dan BUMM inilah yang nantinya yang akan merancang konsepnya untuk mengembangkan ekonomi umat berbasis masjid. Menurut Wanto, ada tujuh belas item bisnis yang dimodali oleh investor, mulai dari skema pendanaan, equity, bagi hasil, dll. Nanti para peserta dan pengurus masjid bisa langsung berhubungan dengan pihak BUMM.
Sementara itu, Ust. Valentino Dinsi dalam kesempatan tersebut menyampaikan, Insya Allah ini akan menjadi awal bagi gerakan kebangkitan ekonomi ummat, untuk itu dirinya juga mohon doanya dari seluruh kaum muslimin, bahwa melalui Badan Usama Milik Masjid (BUMM) yang saat ini sedang berjuang membangun ekonomi ummat berbasis masjid, semoga diberikan kemudahan-kemudahan.
Badan Usaha Milik Masjid (BUMM) merupakan konsep kemandirian ekonomi masjid yang digagas dan dipopulerkan oleh pakar ekonomi Syariah sekaligus penulis 32 buku, Ust.Valentino Dinsi, SE, MM, MBA. Konsep ini lahir untuk memberdayakan ekonomi umat berbasis masjid.
Gerakan BUMM dijalankan dan diterapkan secara mandiri oleh pengurus (takmir) di berbagai masjid di seluruh Indonesia, didukung oleh berbagai komunitas dan instruktur wirausaha muslim.
Alasan berbasis masjid, menurut Ust.Valentino, ini mencontoh kiprah Rasulullah, Nabi Muhammad SAW. Selain itu juga berpegang pada Hadist shahih riwayat Bukhari dan Muslim.
“Ada tujuh golongan yang dijanjikan mendapatkan naungan langsung dari Alloh SWT di Padang Mahsyar, ketika tidak ada naungan lain selain milik-Nya. Dari tujuh golongan tersebut satu diantaranya adalah seorang yang hatinya terpaut dengan masjid,”jelas Ust.Valentino.
Saat ini sudah ada lima buku yang di tulis Ust. Valentino yang berkaitan dengan masjid, diantaranya yang berjudul ‘Masjid Mandiri’, dan Dana Abadi Masjid, dll.
Pada prinsipnya, lanjut Ust.valentino, dana abadi, adalah dana yang dikelola, bukan untuk dihabiskan, kumpulkan, kelola dan hasilnya yang digunakan. Selain itu, prinsip dasarnya, pokoknya tidak boleh habis, dan hasilnya yang dipakai. Kumpulkan, kelola, hasilkan, gunakan hasilnya.
“Sumber dana abadi, bisa dari deposito emas, wakaf produktif, donasi khusus, hibah, dana CSR perusahaan, ada sekitar 250 sumber pendanaan masjid. Dan itu semua sudah diulas langkah demi langkahnya, dalam buku Dana Abadi Masjid,”Ungkap pendiri Majelis Ta’lim Wirausaha (MTW).
“Kedepan, kami dari BUMM, akan mengadakan pembelajaran dan live melalui FB pro untuk membahas tentang, Ngaji Bisnis ini secara berkesinambungan di Masjid UI, Depok, untuk itu setiap masjid kirim perwakilanya 3 (tiga) orang, yang nantinya akan menjadi ‘Brand Ambasador’ dan akan dibimbing langsung oleh Ust.Valentino, tidak perlu banyak orang, yang penting komitmen,”jelasnya.
Ust.Valentino juga menyampaikan bawa kita akan buat model piloting dulu dari Depok, setiap minggunya kita atur agendanya misalnya minggu pertama berkunjung dan ngobrol bareng tokoh pebisnis muslim, minggu keduanya, membahas bisnis berbasis masjid, dan pilihan model bisnisnya yang paling realitis.
Narasumber berikutnya, Irsal Suardi SH (Artina Gold Mining), dengan materi “Emas Sebagai Instrumen Merancang Dana Abadi Masjid dan Persiapan Pensiun’. Menurutnya, bahwa emas merupakan instrument keuangan Syariah yang sangat stabil untuk membangun dana abadi masjid, sekaligus mengamankan masa pensiun pribadi, karena nilainya kebal terhadap inflasi jangan panjang.
“Dana abadi masjid konvensional dalam bentuk uang tunai nilainya terus menyusut akibat inflansi dari tahun ke tahun. Memanfaatkan emas sebagai jangkar dana abadi memberikan skema pengelolaan operasional masjid yang berkelanjutan,”jelas Irsal.
Berdasarkan data dari panitia, ada 35 perwakilan masjid dari berbagai daerah, seperti Kota Depok, Tangerang dan Bandung, hadir dalam acara Kajian Ngaji Binsis, Merancang Program Dana Abadi Masjid tersebut. - (rat/aboe/pp)






LEAVE A REPLY