
Keterangan Gambar : Pencapaian PGE dalam meraih penghargaan tertinggi “Sapphire” pada ajang Indonesia Regulatory Compliance Awards (IRCA) 2026 yang diselenggarakan oleh Hukumonline.
JAKARTA - Parahyangan Post — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) kembali menorehkan prestasi dalam penerapan tata kelola perusahaan yang baik. Pada ajang Indonesia Regulatory Compliance Awards (IRCA) 2026 yang diselenggarakan oleh Hukumonline di Jakarta, Jumat (22/5/2026), PGE berhasil meraih penghargaan “Sapphire”, tingkat penghargaan tertinggi dalam kompetisi tersebut. Capaian ini semakin menegaskan konsistensi PGE dalam membangun budaya kepatuhan dan tata kelola pengembangan energi hijau di Indonesia.
Penghargaan ini juga menjadi kali ketiga PGE meraih apresiasi dari ajang yang sama. Pada tahun-tahun sebelumnya, PGE memperoleh predikat “Diamond”.
IRCA merupakan salah satu platform terkemuka di Tanah Air yang memberikan apresiasi kepada para pemimpin, tim, dan divisi lintas fungsi yang berkomitmen membangun budaya kepatuhan yang kuat di organisasinya. Ajang penghargaan ini diikuti lebih dari 130 perusahaan terkemuka di Indonesia dari berbagai sektor bisnis dan dinilai oleh dewan juri independen yang terdiri dari para pakar serta praktisi hukum terkemuka di Indonesia.
Pencapaian ini mencerminkan dedikasi dan upaya berkelanjutan PGE dalam memastikan setiap aspek operasional perusahaan dilaksanakan dengan tata kelola yang bertanggung jawab. Melalui inisiatif dan kerja keras, PGE telah berhasil membangun lingkungan kerja yang memprioritaskan kepatuhan sebagai fondasi utama.
Direktur Utama PGE Ahmad Yani menegaskan bahwa penerapan GCG merupakan bagian integral dari strategi pertumbuhan jangka panjang Perseroan.
“Sebagai perusahaan panas bumi terdepan di Indonesia dengan pengalaman lebih dari 40 tahun, kami memahami bahwa kepercayaan publik dibangun bukan hanya melalui kinerja operasional, tetapi juga melalui integritas yang tak pernah dikompromikan. Dalam setiap langkah yang diambil, kami berkomitmen untuk terus menjunjung good corporate governance sebagai bagian integral dari perseroan,dan penghargaan ini menegaskan bahwa jalan yang kami tempuh adalah jalan yang benar," ujar Ahmad Yani.
Manager Legal & Compliance PGE Adityo Haryoseto dalam pidato penerimaan penghargaan menyampaikan, “Ini menjadi penghargaan ketiga yang kami raih dari ajang yang sama, sekaligus mencerminkan konsistensi yang terus kami jaga. Sebagai bagian dari Pertamina Group yang bergerak di bidang energi hijau, PGE menjalankan setiap kegiatan bisnis dengan landasan kepatuhan regulasi dan integritas yang tak tergoyahkan. Penghargaan ini memperkuat tekad kami untuk terus meningkatkan standar GCG demi menciptakan praktik bisnis yang sehat, profesional, dan berkelanjutan.”
Ke depan, PGE akan terus memperkuat komitmennya terhadap integritas bisnis dan kepatuhan hukum dalam setiap tahap pengembangan usaha. Capaian ini menjadi bekal kuat Perseroan untuk mewujudkan visinya sebagai World Leading Geothermal Producer.
Tentang PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) merupakan bagian dari Subholding Power & New Renewable Energy (PNRE) PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang eksplorasi, eksploitasi, dan produksi panas bumi. Saat ini PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan kapasitas terpasang sebesar 1.932 MW, terbagi atas 727 MW yang dioperasikan dan dikelola langsung oleh PGE dan 1.205 MW dikelola dengan skema Kontrak Operasi Bersama. Kapasitas terpasang panas bumi di wilayah kerja PGE berkontribusi sekitar 70 persen dari total kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia, dengan potensi pengurangan emisi CO2 sebesar sekitar 10 juta ton CO2 per tahun.
Sebagai world class green energy company, PGE ingin menciptakan nilai dengan memaksimalkan pengelolaan end-to-end potensi panas bumi beserta produk turunannya serta berpartisipasi dalam agenda dekarbonasi nasional dan global untuk menunjang Indonesia net zero emission 2060. PGE memiliki kredensial ESG yang sangat baik, dengan 20 penghargaan PROPER Emas sejak 2011 sampai 2026 dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. PGE juga termasuk perusahaan dengan risiko ESG sangat rendah, yang menempatkannya sebagai peringkat 1 dari 679 perusahaan di Sektor Utilitas Global pada Sustainalytics ESG Risk Rating. - (rd/pp)






LEAVE A REPLY