
Keterangan Gambar : Penyair besar Indonesia, Sutardji Calzoum Bachri, dikabarkan menunjukkan perkembangan kesehatan yang semakin positif setelah menjalani perawatan selama beberapa hari terakhir. Informasi ini diperoleh dari kunjungan langsung Jagat Sastra Milenia (JSM) yang hadir memberikan dukungan moral kepada sang maestro. (sumber foto : ist/pp)
JAKARTA II Parahyangan Post — Kabar baik datang dari Rumah Sakit Premier, Jatinegara, Jakarta, pada Minggu malam (6/12/2025). Penyair besar Indonesia, Sutardji Calzoum Bachri, dikabarkan menunjukkan perkembangan kesehatan yang semakin positif setelah menjalani perawatan selama beberapa hari terakhir. Informasi ini diperoleh dari kunjungan langsung Jagat Sastra Milenia (JSM) yang hadir memberikan dukungan moral kepada sang maestro.
Dalam kunjungan tersebut, Ketua JSM, Riri Satria, menuturkan bahwa kondisi Sutardji terlihat lebih stabil. Ia bahkan ikut membantu ketika kursi roda penyair 77 tahun itu dipindahkan ke kamar perawatan baru di lantai enam.
"Alhamdulillah, kondisi Bang Tardji mulai membaik. Semangatnya masih kuat terasa," ujar Riri setelah menyaksikan perkembangan kesehatan sang penyair."
Kunjungan JSM bukan hanya bentuk kepedulian, tetapi juga penghormatan bagi tokoh penting dalam sejarah sastra Indonesia. Kehadiran mereka mencerminkan betapa besar jejak Sutardji dalam perjalanan puisi tanah air. Selama puluhan tahun, karya dan gagasannya menjadi rujukan penting dalam pembacaan estetika bahasa dan perkembangan bentuk puisi modern Indonesia.
Sutardji dikenal sebagai pembaharu yang memperkenalkan "Kredo Puisi" pada 1970-an—gagasan yang kemudian membuka jalan bagi kata untuk berdiri bebas dari makna konvensional. Buku-bukunya, seperti O, Amuk, dan Kapak, menjadi literatur kunci yang banyak dibicarakan para penyair generasi setelahnya. Tak heran jika ia dijuluki Presiden Penyair Indonesia sebagai simbol kontribusinya dalam dunia sastra.
Meski kabar pemulihan membawa harapan, pihak yang hadir tetap mengingatkan pentingnya ketenangan dan waktu bagi proses penyembuhan. Publik diimbau untuk memberi ruang bagi keluarga agar mendampingi Sutardji dengan nyaman selama masa perawatan.
Malam itu menjadi pengingat bahwa seorang penyair bukan sekadar nama dalam sejarah, melainkan sosok yang kehidupannya menyatu dengan puisi dan generasi yang ia inspirasi. Kabar membaiknya Sutardji bukan hanya berita kesehatan—tetapi juga kabar bagi dunia sastra yang menantikan kembali suara dan kata-kata sang maestro.
Semoga pemulihan berlangsung lancar, dan Sang Presiden Penyair segera kembali menyapa dunia dengan puisi yang menyala. - (rd/pp)






LEAVE A REPLY