Home Agama Hanafi: Maaf Tanazul Batal Tahun ini

Hanafi: Maaf Tanazul Batal Tahun ini

Berdasarkan Keputusan Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi

974
0
SHARE
Hanafi: Maaf Tanazul Batal Tahun ini

Keterangan Gambar : Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Muchlis M Hanafi (foto kmg)

Makkah, parahyangan-post.com-Jamaah, terutama lansia dan yang bermasalah dengan kesehatan terpaksa gigit jari. Program Tanazul  yang ditunggu-tunggu  dibatalkan secara mendadak. Hal itu disampaikan oleh Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Muchlis M Hanafi, Selasa 3 Juni 2025. Atau sehari menjelang puncak haji.

Alasannya  -kata Hanafi dalam keterangan  persnya,  -mengikuti Keputusan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi dan demi keselamatan Jemaah-.

Tanazul adalah program haji di mana jamaah usai melontar yang pertama boleh tidur di hotel terdekat. Jadi tidak  harus menginap di tenda Mina yang penuh sesak. Ini sangat memudahkan jamaah dan  mengurangi kepadatan Mina

Program ini, sebelumnya, dibangga-banggakan dan menjadi ‘jualan’ Kemenag dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah haji tahun 2025. Dan telah disosialisasikan kepada jamaah secara massif. Jamaah sangat berharap mendapatkan fasilitas itu. Namun dengan pembatalan ini, mereka kecewa dan harus gigit jari.

Dalam keterangan lanjutannya, Hanafi mengatakan bahwa pelaksanaan Program Tanazul bagi jemaah haji Indonesia ditunda pada tahun mendatang. Penundaan pelaksanaan program ini sesuai keputusan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi dengan mempertimbangkan alasan keselamatan.

“Berdasarkan hasil evaluasi dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan di Arab Saudi, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi memutuskan bahwa pelaksanaan Tanazul ditunda ke musim haji tahun-tahun mendatang, untuk dipersiapkan dengan lebih matang,” terang Hanafi.

“Kami memahami bahwa pembatalan yang mendadak ini mungkin menimbulkan ketidaknyamanan bagi sebagian jemaah. Namun, ini adalah langkah terbaik yang diambil demi menjaga keselamatan seluruh jemaah,” sambungnya.

Berkenaan dengan perubahan kebijakan ini, tanazul tidak lagi diprogramkan oleh PPIH Arab Saudi. Artinya, semua jemaah akan tetap melaksanakan rangkaian ibadah di Mina, termasuk mabit dan melontar jumrah, lalu kembali ke Makkah sesuai jadwal masing-masing. Namun demikian, jemaah dapat melakukan tanazul secara mandiri dengan berkoordinasi melalui syarikah masing-masing, terutama terkait penyediaan konsumsi.***(pp/aboe-sp-kmg)