Home Husada Enam Tahun LAI Korwil Bogor, Tetap Solid dan Terus Bergerak Untuk Kemanusiaan

Enam Tahun LAI Korwil Bogor, Tetap Solid dan Terus Bergerak Untuk Kemanusiaan

63
0
SHARE
Enam Tahun LAI Korwil Bogor, Tetap Solid dan Terus Bergerak Untuk Kemanusiaan

Keterangan Gambar : Pertemuan Silaturahmi sekaligus Merayakan Hari Jadi Lintas Ambulance Indonesia Korwil Bogor yang ke VI, di Pendopo Hareem Zone, Pondok Pesantren Modern Darul Ulum Lido, Cigombong, Kab.Bogor, pada Minggu, 31 Mei 2026. (sumber foto : ratman/pp)

BOGORParahyangan Post.com - Lintas Ambulance Indonesia (LAI) Koordinator Wilayah (Korwil) Bogor menggelar pertemuan silaturhami, sekaligus merayakan hari jadinya yang ke-VI di Pendopo Hareem Zone, Pondok Pesantren Modern Darul Ulum Lido, Cigombong, Kab.Bogor, pada Minggu, 31 Mei 2026. 

Hadir dalam pertemuan tersebut, Bunda Ammy selaku Ketua Lintas Ambulance Indonesia Korwil Bogor, beserta jajaran pengurusnya, penasehat/pengawas, para anggota, serta perwakilan dari masing – masing unit dan wilayah yang ada di Kota Depok, Bogor dan Sukabumi, diantaranya ada Comunitas Mobil Desa (CMD), Persaudaraan Ambulance Sukabumi (PUAS), dll.  

Acara ditandai dengan pemotongan kue, berdo'a dan ramah tamah sebagai bentuk rasa syukur atas hari jadi Lintas Ambulance Indonesia Korwil Bogor yang ke-VI.

Dalam kata sambutanya, Bunda Emmy selaku Ketua Lintas Ambulance Indonesia Korwil Bogor mengucapkan banyak terima kasih khususnya kepada Ustadz Aska selaku tuan rumah yang telah memfasilitasi tempat untuk pertemuan ini. Ucapan terima kasih juga untuk seluruh jajaran pengurus, para anggota, perwakilan masing-masing unit dari berbagai wilayah serta semua pihak yang telah berkenan hadir dalam pertemuan dan silaturahmi ini.  

“Alhamdulillah, kita bisa berkumpul di tempat ini, dalam rangka pertemuan silaturahmi sekaligus mensyukuri hari jadi LAI Korwil Bogor ke-VI. Untuk itu perlunya kita terus menjaga kebersamaan, kekompakan, kekeluargaan dan terus bergerak untuk kemanusiaan,”ungkap Bunda Emmy. 


Lintas Ambulance Indonesia merupakan komunitas sosial dan kemanusiaan yang fokus pada layanan relawan, pengawalan (escorting), evakuasi medis, serta kegiatan sosial. Komunitas ini aktif berkoordinasi dengan pihak kepolisian demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama proses evakuasi di jalan raya. Lintas Ambulance Indonesia memiliki sistem koordinasi wilayah (Korwil) diberbagai daerah. 

Pada saat terjadi bencana komunitas ambulance ini berfungsi sebagai tulang punggung layanan medis darurat penanggulangan bencana, bertindak sebagai garda terdepan untuk respon cepat, triase (pemilahan korban) awal, perawatan darurat, dan evakuasi korban menuju fasilitas kesehatan. 

Komunitas ambulance dalam kegiatan penanggulangan bencana masuk ke dalam “Klaster Kesehatan”, dibawah klaster ini, peran komunitas ambulance dikoordinasikan langsung sebagai bagian dari Sub-Kluster Pelayanan Kesehatan yang berfokus pada pertolongan medis dan evakuasi korban. 


Berikut Adalah Peran Komunitas Ambulance dalam Manajemen Bencana: 

Pertama,  Pertolongan Pertama dan Triase saat bencana terjadi, petugas medis ambulance melakukan triase (pemilahan korban berdasarkan tingkat keparahan) di lokasi kejadian. Mereka memberikan pertolongan pertama untuk menyelamatkan nyawa (stabilisasi jalan napas, pernapasan, dan sirkulasi darah) sebelum korban dirujuk. 

Kedua, Evakuasi Medis (Medical Evacuation) Ambulance menjadi sarana transportasi utama untuk memindahkan korban luka atau pasien kritis dari zona berbahaya ke rumah sakit darurat atau rumah sakit rujukan yang beroperasi. 

Ketiga, Perawatan Intensif Lapangan banyak Ambulance modern kini dilengkapi dengan peralatan medis gawat darurat canggih (seperti Mini Mobile ICU) yang memungkinkan paramedis melakukan perawatan lanjutan bahkan tindakan bedah ringan langsung di lapangan atau selama perjalanan. 

Keempat, Pusat Komunikasi dan Koordinasi, Ambulance berperan sebagai titik koordinasi dan komunikasi antar tim penanggulangan bencana. Tenaga medis di lapangan dapat memberikan informasi terkini mengenai jumlah korban dan kapasitas rumah sakit terdekat kepada pusat komando (seperti BPBD atau BNPB). 

Kelima,  Distribusi Logistik Medis, Dalam kondisi darurat tertentu, ambulance yang tidak sedang mengangkut pasien dapat digunakan untuk mendistribusikan pasokan medis darurat ke posko-posko kesehatan terpencil yang sulit dijangkau oleh kendaraan biasa. – (ratman/pp)