Home Polkam Syifa Fauzia Kembali Pimpin BKMT

Syifa Fauzia Kembali Pimpin BKMT

Dailami Firdaus Titip Tiga Pesan

162
0
SHARE
Syifa Fauzia Kembali Pimpin BKMT

JAKARTA, parahyangan-post-  Dr. Hj. Syifa Fauzia, M.Arts  terpilih kembali menjadi Ketua Umum Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) periode 2026–2031. Ia terpilih secara aklamasi dalam muktamar ke 10 yang berlangsung di Asrama Haji Jakarta, 24-26 September 2026. Sementara pelantikan pengurus baru dilaksanakan di  Indonesia  Arena Senayan.

Pelantikan pengurus BKMT periode 2026–2031 dilakukan Ketua Dewan Pembina  Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, SH., LL.M.

Ikut memberikan sambutan dalam pelantikan tersebut sejumlah tokoh nasional dan Menteri Kabinet Merah Putih, diantaranya mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono.

Dalam momentum tersebut, Dailami menitipkan tiga pesan penting kepada jajaran pengurus baru agar perjalanan BKMT lima tahun ke depan tetap berpijak pada nilai dakwah sekaligus mampu menjawab perubahan zaman.

Pesan pertama adalah menjaga keikhlasan dalam berdakwah. Menurut Dailami, aktivitas dakwah harus tetap dilandasi niat pengabdian, bukan kepentingan pribadi maupun kelompok.

Kedua, pengurus BKMT diminta terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri. Tantangan masyarakat yang terus berubah menuntut organisasi dan para pengurusnya untuk tidak berhenti mengembangkan pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan dalam menjalankan amanah.

Pesan ketiga, Dailami mengingatkan pentingnya merawat persatuan dan saling menguatkan. Ia meminta seluruh jajaran BKMT menjaga kebersamaan agar organisasi tetap solid dalam menjalankan misi dakwah dan pemberdayaan masyarakat.

“Jaga keikhlasan dalam berdakwah, terus belajar, serta rawat persatuan dan saling menguatkan,” pesan Dailami.

Saat BKMT yang didirikan Almarhumah Prof. DR. Hj.  Tutty Alawiyah MA itu telah menjangkau 35 provinsi.

Bagi Syifa Fauzia, luasnya jaringan tersebut bukan sekadar ukuran organisasi. Ia melihat BKMT sebagai gerakan yang tumbuh dari kedekatan dengan masyarakat.

“BKMT adalah gerakan hati,” ujar Syifa dalam sambutannya.

Karena itu, Syifa menegaskan BKMT tidak boleh berhenti pada pola gerakan masa lalu. Dengan perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang semakin cepat, organisasi harus mampu membaca tantangan sekaligus peluang di masa depan.

“BKMT harus mau membaca masa depan,” tegasnya.

 

Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan tantangan kepemimpinan Syifa pada periode 2026–2031. BKMT tidak hanya dituntut mempertahankan jaringan dakwah yang telah dibangun selama puluhan tahun, tetapi juga memperluas kontribusi dalam pendidikan, sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Hal itu sejalan dengan perkembangan BKMT yang kini tidak hanya bergerak dalam dakwah dan pendidikan keislaman, tetapi juga kegiatan sosial serta pemberdayaan ekonomi.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono yang hadir dalam rangkaian kegiatan BKMT juga menekankan pentingnya penguatan ekonomi masyarakat melalui gerakan koperasi. Menurut dia, nilai koperasi berupa kebersamaan dan gotong royong memiliki titik temu dengan semangat pemberdayaan yang berkembang di tengah komunitas majelis taklim.

Ia mengatakan pemerintah ingin mendorong dakwah yang tidak berhenti pada penguatan aspek keagamaan, tetapi juga menyentuh persoalan kesejahteraan masyarakat.

“Kita akan melaksanakan dakwah ekonomi,” ujarnya.

Ferry juga membuka ruang sinergi antara pemerintah, BKMT dan gerakan koperasi, termasuk pengembangan koperasi berbasis masjid. Menurutnya, jaringan majelis taklim yang mengakar di masyarakat dapat menjadi kekuatan sosial dalam mendorong kemandirian ekonomi umat.

Sementara itu, H. Anies Rasyid Baswedan, S.E., M.P.P., Ph.D. menilai perjalanan BKMT masih panjang. Ia melihat organisasi tersebut memiliki ruang yang luas untuk terus berkembang dan memperkuat kontribusinya bagi masyarakat.

Menurutnya, keberadaan BKMT selama ini turut membantu memperkuat berbagai pilar kehidupan masyarakat.

“BKMT membuat pilar-pilar dakwah menjadi kuat,” katanya.

Dengan terpilihnya kembali Syifa Fauzia, estafet kepemimpinan BKMT kini memasuki periode baru. Tantangannya bukan sekadar memperluas jaringan, melainkan memastikan organisasi tetap relevan di tengah perubahan zaman tanpa kehilangan akar dakwahnya.***(pp/aboe/heppy)