Home Agama Pesan Menag kepada Para Pencari Jodoh di Nikah Fest 2026 dan Islamic Wedding Expo

Pesan Menag kepada Para Pencari Jodoh di Nikah Fest 2026 dan Islamic Wedding Expo

Landasi dengan Niat Ibadah dan Tanggung Jawab

117
0
SHARE
Pesan Menag kepada Para Pencari Jodoh di Nikah Fest 2026 dan Islamic Wedding Expo

Keterangan Gambar : Menag Nasaruddin Umar menyampaikan pesan melalui video online (foto pnt)

 

Jakarta, Bimas Islam — Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak generasi muda menjadikan proses mencari pasangan sebagai ikhtiar yang dilandasi niat ibadah, tanggung jawab, dan nilai-nilai Islam. Pesan itu disampaikan melalui video arahan pada kegiatan Golek Garwo (Ta’aruf Session) dalam rangkaian Peaceful Muharam 1448 H, yang digelar pada Nikah Fest 2026 dan Islamic Wedding Expo, di Jakarta, Minggu (28/6/2026).

Menag mengatakan, pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan, tetapi menjadi jalan membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Menurutnya, Al-Qur’an telah menegaskan bahwa pasangan diciptakan agar manusia memperoleh ketenangan, sekaligus menghadirkan cinta dan kasih sayang dalam kehidupan berumah tangga.

“Mencari pasangan bukan sekadar mencari teman hidup, tetapi mencari jalan menuju ketenangan, tanggung jawab, dan keberkahan keluarga,” ujar Menag Nasaruddin Umar melalui tayangan video pada sesi pembukaan Golek Garwo.

Menag menyambut baik penyelenggaraan Golek Garwo sebagai ruang perkenalan yang aman, santun, dan sesuai nilai-nilai Islam bagi masyarakat yang memiliki niat serius membangun rumah tangga. Ia menilai proses ta’aruf perlu dijalani dengan adab, kejujuran, kesungguhan niat, serta pendampingan agar tetap berada pada tujuan mulia pernikahan.

Lebih lanjut, Menag mengingatkan agar calon pengantin tidak hanya fokus pada kemeriahan resepsi. Ia menegaskan bahwa esensi pernikahan terletak pada akad yang sah, kesiapan membangun keluarga, serta komitmen menjalankan kehidupan rumah tangga yang dilandasi iman, kasih sayang, komunikasi, dan tanggung jawab.

“Kemeriahan pesta boleh direncanakan, tetapi jangan sampai mengalahkan substansi pernikahan. Yang paling utama adalah akad yang sah, keluarga yang siap, dan rumah tangga yang dibangun di atas iman, kasih sayang, komunikasi, dan tanggung jawab,” tegas Menag.

Menag juga mengapresiasi penyelenggaraan Islamic Wedding Expo yang mempertemukan calon pengantin, pelaku usaha pernikahan, perbankan, lembaga mitra, serta layanan pemerintah dalam satu ekosistem. Ia berharap seluruh rangkaian Nikah Fest 2026 mampu memperkuat gerakan sadar catat nikah, memperluas edukasi keluarga, dan melahirkan semakin banyak keluarga sakinah-maslahat di Indonesia.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rohkmad, mengatakan, Golek Garwo merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama menghadirkan ruang ta’aruf yang edukatif, aman, dan bermartabat bagi generasi muda. Pada penyelenggaraan tahun ini, sesi ta’aruf diikuti 354 peserta, di luar pendaftar langsung (on the spot), yang datang untuk berikhtiar menemukan pasangan hidup secara bertanggung jawab.

“Hari ini adalah wasilah untuk menghidupkan sunnah Rasulullah melalui ikhtiar mencari pasangan hidup. Kalau niatnya karena Allah dan mengikuti sunnah Nabi, maka kehadiran kita di tempat ini sudah mengandung keberkahan dan pahala,” kata Abu.

Menurut Abu, Golek Garwo tidak hanya menjadi forum mempertemukan calon pasangan, tetapi juga sarana membangun pemahaman bahwa pernikahan merupakan ibadah yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin. Karena itu, seluruh rangkaian kegiatan dirancang melalui sesi perkenalan, pendalaman komunikasi, hingga muhasabah agar peserta dapat saling mengenal secara lebih bertanggung jawab.

Ia menambahkan, Nikah Fest 2026 menghadirkan ekosistem layanan pernikahan yang lebih utuh. Selain Golek Garwo, kegiatan yang menjadi bagian dari Peaceful Muharam 1448 H ini juga mencakup Nikah Massal bagi 31 pasangan, Talk to Sakinah, Wedding Pulse, literasi zakat dan wakaf, edukasi perencanaan keuangan keluarga, perencanaan rumah bagi keluarga muda, serta Islamic Wedding Expo yang mempertemukan masyarakat dengan vendor-vendor pernikahan yang profesional dan berkualitas.

“Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan tersebut semakin mendorong lahirnya budaya mencari pasangan dan membangun keluarga secara sehat, bertanggung jawab, serta sesuai tuntunan agama. Menurutnya, keluarga yang dibangun melalui proses yang baik akan menjadi fondasi penting bagi terwujudnya masyarakat yang kuat dan maslahat,” tandasnya.

An/Mr

Video Terkait: