Home Nusantara Peran Perempuan dan Orang Muda dalam Ruang Politik

Peran Perempuan dan Orang Muda dalam Ruang Politik

964
0
SHARE
Peran Perempuan dan Orang Muda dalam Ruang Politik

Keterangan Gambar : Townhall Meeting yang di gelar oleh Pusat Kajian Politik (Puskapol) Fakuktas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) di Auditorium Mochtar Riady, Gedung C FISIP UI, Rabu 4 Juni 2025. (sumber foto : ist/pp)

JAKARTA - Parahyangan Post- Perempuan dan orang muda memiliki peran penting dalam membentuk masa depan politik Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, kesadaran dan partisipasi perempuan dan orang muda dalam politik telah meningkat secara signifikan.

Dikupas tuntas dalam Townhall Meeting yang di gelar oleh Pusat Kajian Politik (Puskapol) Fakuktas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) di Auditorium Mochtar Riady, Gedung C FISIP UI, Rabu 4 Juni 2025.

Dengan mengusung tema Berdaya dan Bersuara : Peran Perempuan dan Orang Muda Dalam Ruang Politik ini di buka oleh Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan, Nurul Isnaeni, Ph.D.

Hadir sebagai narasumber beberapa tokoh politisi muda diantaranya Garda Maharsi (PDI Perjuangan),  Fariz  Ma'arif (Demokrat), Sekarwati (Golkar), yang membagikan pengalaman mereka dalam menghadapi sistem politik yang masih didominasi oleh elite senior. Sri Budi Eko Wardani Dosen Departemen Ilmu Politik FISIP UI dan sebagai pembicara utama  Rocky Gerung.

Sebagai Filsuf sekaligus Ketua Tumbuh Institute Rocky menyampaikan kritiknya terhadap politik yang dinilai masih eksklusif dan transaksional." Bahkan dalam satu detik saja, kita bisa tahu bahwa politik kita kotor. Itu karena kita hanya diajarkan 'the politics' siasat merebut kekuasaan. Bukan 'the political', yaitu ruang etis untuk membagi keadilan," tegas Rocky.

Rocky menekankan bahwa keadilan adalah inti dari politik sejati, dan perempuan merupakan manifestasi paling awal dari nilai tersebut. " Keadilan pertama kali hadir dalam tubuh perempuan yang mengandung. Iya berbagi nutrisi,kecemasan, dan kehidupan. Maka,perempuan adalah fakultas keadilan yang pertama," ungkapnya.

Townhall Meeting ini dihadiri oleh tokoh publik , akademisi, politisi muda, mahasiswa, dan juga media.

Sementara itu Direktur Puskapol UI Hurriyah menyampaikan meskipun ada peningkatan jumlah perempuan di parlemen 22% di DPR  RI, 37% di DPD RI, dan 19% di DPRD Provinsi representasi itu belum menyentuh aspek substantif.

"Hambatan struktural, budaya patriarki, dan tingginya biaya politik masih menjadi  tembok besar bagi perempuan dan anak muda," jelasnya.

Sri Budi Eko Wardani,  turut menyoroti posisi perempuan sebagai silent labor dalam politik bekerja dibalik layar tanpa akses ke pengambilan keputusan. Ia menyerukan reformasi internal partai dan pembiayaan publik sebagai kunci membuka ruang lebih luas bagi perempuan dan generasi muda.

Salah satu peserta muda berbakat Ivy Kurnia Saraswati, seorang siswi SMA YASFI,Kota Bekasi mengatakan
 bahwa "pada jaman Raden Ajeng Kartini pada tahun 1879 - 1904, perempuan Indonesia mulai menunjukkan peranannya dalam bidang pendidikan dan sosial. Meskipun masih banyak tantangan dan hambatan, peran perempuan pada zaman Kartini membuka jalan bagi perempuan Indonesia untuk lebih  terlibat dalam Pendidikan, Sosial dan Politik. Itu sebabnya perempuan dan orang muda Indonesia sekarang harus berani berpolitik",ucapnya

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Puskapol untuk mendorong Perempuan dan orang muda memiliki peran penting dalam membentuk masa depan politik Indonesia. Dengan meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat, keterwakilan perempuan dan orang muda dalam lembaga politik, dan akses ke sumber daya dan informasi politik, membangun politik yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (indri/pp)