Sebanyak 14 Mahasiswa Program Perkuliahan Karyawan (P2K) Universitas Islam As-Syafi'iyah (UIA) melakukan Praktik Pengenalan Lapangan (PPL) di SMPN 24 Kota Bekasi, Jawa Barat selama 3 bulan, mulai Agustus hingga Oktober 2026. Salah seorang mahasiswa yang berlatar jurnalis menceritakan pengalamannya
Bekasi, parahyangan-post.com- Setelah penyerahan mahasiswa UIA oleh dosen pengampu, DR. Sabar Lesmana kepada Kepala Sekolah SMP 24 Kota Bekasi Zainal Abidin, M.Pd., mahasiswa yang bertugas mulai melaksanakan pengabdian.
https://parahyangan-post.com/berita/detail/mahasiswa-p2k-uia-laksanakan-ppl-di-smpn-24-kota-bekasi-
Hari-hari pertama yang dilakukan adalah penyesuaian irama antara mahasiswa dan guru BK yang ada di sekolah. Tujuannya agar tugas yang diemban dari kampus bisa terlaksana dengan baik dan program (modul ajar ) yang sudah disusun oleh guru BK di sekolah tidak terganggu. Artinya mahasiswa dan guru BK harus bersinergi dan membuat kesepakan yang saling mendukung dan menguntungkan.
Menariknya Kepala Sekolah SMP 24 Kota Bekasi memberi kebebasan kepada mahasiswa yang mengikuti PPL untuk menyesuaikan program, membentuk grup yang efektif, dan menyesuaikannya dengan jadual guru. Karena ia paham, mahasiswa PPL tidak sama dengan mahasiswa reguler. Mahasiswa PPL masih mempunyai tanggung jawab tugas di tempatnya bekerja.
Dari kampus mahasiwa dibebankan beberapa target yang harus dicapai dengan membuat modul (RPL) sesuai ilmu yang didapat. Diantaranya melakukan konseling individu dan konseling kelompok minimal satu kali kepada siswa. Membuat laporan harian dan evaluasinya dan mengamati secara seksama perkembangam siswa, jikalau ada yang membutuhkan bimbingan. Pengamatan ini penting karena kelak bisa dijadikan bahan penelitian lebih lanjut sebagai studi kasus (untuk menyusun skripsi)
Sebelum bertugas, Kaprodi BK FKIP UIA Dita Juwita M.Pd., menekankan agar mahasiswa mengikuti arahan dari guru BK di sekolah yang ditempati. Ini penting, karena masing-masing sekolah mempunyai kekhasan tersendiri dalam pembelajarannya. Suasana lingkungan dan interaksi dengan seluruh harus dijaga agar selalu harmonis. Tidak menimbulkan bias yang bisa merugikan.
Ideal
SMPN 24 Kota Bekasi merupakan salah satu sekolah lanjutan pertama dengan kapasitas peserta didik yang cukup besar. Saat ini, memiliki lebih dari 1.000 siswa yang dibagi ke dalam 27 rombongan belajar (rombel).
Komposisinya terbagi rata: 9 rombel di kelas 7, 9 rombel di kelas 8, dan 9 rombel di kelas 9, dengan rata-rata diisi 40 siswa per kelas.
Bimbingan di sekolah ini didukung oleh 4 guru (BK), yakni Siti Rohmah, S.Pd., Hendryan Ekha Wibawa, S.Pd., Esti Fitriya, S.Pd. dan Ade Samsudin, S.Pd.
Jika mengacu kepada standar Kementerian Pendidikan Nasional, terutama pada Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru, formasi ini sudah ideal.
Rasio maksimal guru BK dalam permendikbud tersebut adalah 1:250 siswa atau mengampu 5 kelas. Dengan total 4 guru BK untuk 27 rombel, SMPN 24 Bekasi telah memenuhi porsi pelayanan regulasi tersebut dengan sangat baik.***(BERSAMBUNG)





LEAVE A REPLY