
Keterangan Gambar : Dewan Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan Reformasi, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (FSP FARKES R - KSPI) secara resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 25 - 26 Juli 2026 di Pusdiklat FSPMI, Cisarua, Bogor, Jawa Barat.
BOGOR - Parahyangan Post - Dewan Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan Reformasi, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (FSP FARKES R - KSPI) secara resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 25 - 26 Juli 2026 di Pusdiklat FSPMI, Cisarua, Bogor, Jawa Barat.
Rakernas merupakan forum tertinggi organisasi setelah Kongres yang bertujuan mengevaluasi pelaksanaan program kerja, memperkuat konsolidasi organisasi, serta menyusun strategi perjuangan menghadapi berbagai tantangan ketenagakerjaan di sektor farmasi dan kesehatan.
Rakernas tahun ini dihadiri oleh seluruh unsur kepengurusan FSP FARKES R - KSPI dari berbagai tingkatan, mulai dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Dewan Pimpinan Cabang (DPC), hingga Pengurus Unit Kerja (PUK) dari seluruh Indonesia. Hadir dalam Rakernas antara lain DPD DKI Jakarta, DPD Jawa Barat, DPD Jawa Timur, DPC Kabupaten Bekasi, DPC Bogor, DPC Sidoarjo, PUK PT Actavis Indonesia, PUK PT Merck, PUK RSI Pondok Kopi, PUK RS Satya Negara, PUK PT Mega Lifesciences Indonesia, serta PUK PT Interbat. Kehadiran para peserta dari berbagai daerah tersebut mencerminkan kuatnya semangat konsolidasi nasional dalam memperjuangkan kepentingan pekerja sektor farmasi dan kesehatan.
Acara pembukaan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan doa, sambutan Ketua Panitia Dimas P. Wardhana, serta sambutan Presiden FSP FARKES R - KSPI Idris Idham.
Dalam sambutannya, Idris Idham menegaskan bahwa Rakernas menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan organisasi, meningkatkan kualitas kepemimpinan, serta merumuskan langkah-langkah strategis dalam memperjuangkan hak-hak pekerja farmasi dan kesehatan di tengah perubahan regulasi ketenagakerjaan yang terus berkembang.
Memasuki agenda utama, Rapat Pleno I membahas penjelasan umum materi Rakernas serta penyampaian laporan umum Dewan Pimpinan Pusat yang meliputi laporan kegiatan organisasi dan laporan keuangan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas organisasi.
Selanjutnya, Rapat Pleno II membahas pandangan umum dan perkembangan organisasi dari berbagai daerah, khususnya DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur, serta perkembangan sektor rumah sakit dan farmasi. Forum ini menjadi wadah bagi seluruh peserta untuk menyampaikan kondisi ketenagakerjaan di wilayah masing-masing, berbagi pengalaman organisasi, sekaligus memberikan masukan terhadap arah perjuangan FSP FARKES R - KSPI ke depan.
Pada hari kedua, Rapat Pleno III akan memfokuskan pembahasan terhadap empat isu strategis yang menjadi prioritas perjuangan FSP FARKES R - KSPI, yaitu:
1. Evaluasi dan penetapan sikap organisasi terhadap Permenaker Nomor 7 Tahun 2026, yang dinilai memiliki dampak besar terhadap hubungan kerja, sistem outsourcing, serta perlindungan pekerja di sektor farmasi dan kesehatan.
2. Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan yang baru, menyusul Putusan Mahkamah Konstitusi yang mengamanatkan pembentukan regulasi baru dengan batas waktu penyelesaian paling lambat Oktober 2026.
3. Perjuangan penghapusan pajak atas Jaminan Hari Tua (JHT), Tunjangan Hari Raya (THR), serta penghapusan sistem pajak progresif, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan pekerja.
4. Penguatan posisi dan peran FSP FARKES R - KSPI dalam KSP - PB (Koalisi Serikat Pekerja - Partai Buruh) sebagai wadah konsolidasi gerakan buruh untuk memperjuangkan kebijakan yang berpihak kepada pekerja dan rakyat.
Keempat isu tersebut menjadi fokus utama pembahasan karena dinilai akan sangat menentukan arah perjuangan gerakan buruh, khususnya pekerja di sektor farmasi dan kesehatan, dalam menghadapi perubahan kebijakan ketenagakerjaan di Indonesia.
Rangkaian kegiatan akan ditutup melalui Rapat Pleno IV yang membahas kesimpulan dan rekomendasi Rakernas sebagai pedoman pelaksanaan program organisasi di seluruh tingkatan kepengurusan.
Melalui Rakernas 2026, FSP FARKES R - KSPI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat organisasi, meningkatkan kapasitas kader, membangun hubungan industrial yang adil, serta memperjuangkan kebijakan ketenagakerjaan yang berpihak kepada pekerja di sektor farmasi, rumah sakit, kesehatan, jamu, kosmetik, dan sektor terkait lainnya. "Soliditas organisasi adalah fondasi utama perjuangan. Melalui Rakernas ini, seluruh jajaran FSP FARKES R - KSPI menyatukan langkah dan strategi agar mampu menjawab tantangan ketenagakerjaan sekaligus memperjuangkan kesejahteraan pekerja farmasi dan kesehatan di Indonesia," tegas Idris Idham, Presiden FSP FARKES R - KSPI. - (rd/pp)






LEAVE A REPLY