Home Siaran Pers KP2C Rekomendasikan 11 Poin pada Peringatan Hari Sungai Nasional 2026

KP2C Rekomendasikan 11 Poin pada Peringatan Hari Sungai Nasional 2026

Disampaikan pada Konferensi Sungai Indonesia di Trawas, Mojokerto, Jawa Timur

79
0
SHARE
 KP2C Rekomendasikan 11 Poin pada Peringatan Hari Sungai Nasional 2026

Keterangan Gambar : Ketua KP2C, Puarman Kahar (foto kp2c)

Mojokerto, parahyangan-post.com- Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) mengeluarkan 11 rekomendasi di tengah bangsa Indonesia memperingati Hari Sungai Nasional  yang jatuh pada 27 Juli 2026.

Ke-11 rekomendasi itu disampaikan Ketua KP2C, Puarman, di sela acara Konferensi Sungai Indonesia yang berlangsung di Trawas, Mojokerto, Jawa Timur, Senin (27/7/2026). Acara ini sudah dimulai sejak 25 Juli 2026. 

KP2C merekomendasikan kepada pemerintah  agar segera melakukan  moratorium izin pembangunan di kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berpotensi menurunkan daya resap air, memperbesar limpasan permukaan, serta meningkatkan risiko banjir, longsor, dan kekeringan.

"Moratorium itu dilakukan  hingga tersedia kajian daya dukung dan daya tampung lingkungan yang memadai," ujar Puarman yang mengikuti penuh konferensi tersebut. 

KP2C juga meminta pemerintah menegakkan secara konsisten ketentuan Garis Sempadan Sungai sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 28 Tahun 2015 dan peraturan terkait, serta menghentikan pemanfaatan sempadan yang bertentangan dengan fungsi perlindungan sungai.

Pemerintah hendaknya juga secara bertahap menguasai dan memulihkan lahan sempadan sungai melalui pembebasan lahan, relokasi yang berkeadilan, rehabilitasi, dan penataan ruang. Ini agar sempadan kembali berfungsi sebagai ruang lindung, koridor ekologis, dan ruang pengendali banjir.

Selain itu, sudah waktunya  pemerintah tegas menerapkan secara konsisten konsep Zero Delta Q pada setiap pembangunan dan perubahan tata guna lahan. Tujuannya, untuk menjaga agar peningkatan limpasan air hujan tidak menambah debit banjir di daerah hilir.

Rekomendasi KP2C berikutnya adalah agar pemerintah memperkuat peran komunitas peduli sungai melalui dukungan pendanaan, peningkatan kapasitas, akses data, perlindungan hukum, dan pelibatan resmi dalam pengawasan, pemantauan kualitas air, pelestarian, serta pemanfaatan sempadan sungai.

Selanjutnya, menyusun pedoman nasional mengenai vegetasi sempadan sungai,  yang memuat jenis tanaman yang dianjurkan, tanaman yang dilarang, serta teknik penanaman berdasarkan karakteristik sungai untuk mendukung konservasi tanah, keanekaragaman hayati, dan keselamatan infrastruktur sungai.

KP2C memandang penting mempercepat pengendalian pencemaran sungai dengan penegakan hukum terhadap pencemar, peningkatan pengolahan air limbah domestik dan industri, serta penerapan prinsip _polluter pays_

Hal yang juga perlu mendapat perhatian serius adalah mengembangkan sistem pemantauan sungai berbasis masyarakat yang terintegrasi dengan pemerintah melalui pemanfaatan teknologi informasi, pemantauan kualitas air, pelaporan pencemaran, dan sistem peringatan dini banjir.

"Kami juga menilai, bahwa mendorong pengelolaan sampah dari sumbernya melalui pengurangan, pemilahan, daur ulang, bank sampah, ekonomi sirkular, dan penghentian praktik pembuangan sampah ke sungai, adalah hal yang perlu ditangani secara ekstra," papar Puarman. 

Ia melanjutkan bahwa Forum Kolaborasi Sungai Indonesia perlu dibentuk  sebagai wadah komunikasi dan kerja sama berkelanjutan antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan komunitas peduli sungai. Bertujuan memperkuat advokasi, pertukaran pengetahuan, dan aksi nyata pelestarian sungai di seluruh Indonesia.

Terakhir, memperkuat pendidikan dan edukasi sungai kepada seluruh lapisan masyarakat melalui integrasi materi pelestarian sungai dalam pendidikan formal dan nonformal, kampanye publik, Sekolah Sungai. Termasuk pelatihan bagi komunitas, serta gerakan sadar sungai sejak usia dini.

"Rekomendasi yang kami sampaikan tak lain untuk membangun budaya menjaga sungai sebagai bagian dari kehidupan," tandas Puarman mengakhiri penjelasannya di tengah konferensi sungai yang akan segera dimulai.***(pp/aboe/sipers)