Home Edukasi PB Al Washliyah Hadirkan Nuansa Baru Pelantikan Pimpinan Perguruan Tinggi

PB Al Washliyah Hadirkan Nuansa Baru Pelantikan Pimpinan Perguruan Tinggi

Ketum: Jika Anda berlindung di bawah pohon rindang, ingat pasti ada yang menanamnya

55
0
SHARE
PB Al Washliyah Hadirkan Nuansa Baru Pelantikan Pimpinan Perguruan Tinggi

MEDAN, parahyangan-post.com- Pengurus Besar (PB) Al Jam’iyatul Washliyah menghadirkan nuansa baru dalam pelantikan pimpinan perguruan tinggi di lingkungan Al Washliyah. Pelantikan yang berlangsung di Kampus Universitas Al Washliyah (UNIVA) Medan, Senin (14/9/2026), menjadi momentum awal penguatan sinergitas antara perguruan tinggi dengan PB Al Washliyah di bawah kepengurusan baru.

Ketua Umum PB Al Jam’iyatul Washliyah, Dr. KH. Masyhuril Khamis, SH., MM., memimpin langsung kegiatan tersebut didampingi Wakil Ketua Umum II, Sekretaris Jenderal, Bendahara Umum, Ketua Bidang Pendidikan, Ketua Bidang Riset dan Penerbitan, serta Sekretaris Pendidikan.

Masyhuril mengatakan, pelantikan kali ini memiliki formulasi berbeda dibandingkan pelantikan pejabat perguruan tinggi Al Washliyah sebelumnya. Seluruh pejabat yang dilantik mengikuti prosesi secara bersama, sementara para tamu undangan diminta berdiri selama prosesi pelantikan berlangsung.

Menurut Masyhuril, perubahan tersebut bukan sekadar persoalan teknis acara, tetapi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama mengenai tanggung jawab dan hubungan kelembagaan antara perguruan tinggi dengan organisasi yang menaunginya.

Ia menekankan pentingnya membangun sinergitas, kemitraan, rasa syukur, dan saling menguatkan antara perguruan tinggi Al Washliyah dengan PB Al Washliyah.

“Jika Anda berlindung di bawah pohon yang rindang, maka jangan lupa pastilah pohon tersebut ada yang menanamnya,” ujar Masyhuril dalam amanahnya.

Perumpamaan tersebut, lanjutnya, mengandung pesan agar lembaga pendidikan yang telah berkembang di bawah naungan Al Washliyah tidak melupakan organisasi yang menjadi tempat bernaungnya.

“Berbagai lembaga pendidikan di bawah naungan Al Jam’iyatul Washliyah jika telah maju hendaklah mampu berkolaborasi dan berbagi kekuatan dengan PB Al Washliyah yang menaunginya,” tegasnya.

Masyhuril juga mengingatkan bahwa para pimpinan perguruan tinggi yang surat keputusan pengangkatannya diterbitkan dan dilantik oleh PB Al Washliyah memiliki tanggung jawab untuk membangun sinergitas dengan organisasi.

Ia mengaitkan peran Al Washliyah dengan semangat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Menurutnya, organisasi kemasyarakatan memiliki peran strategis dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan tinggi sekaligus menjadi bagian dari penguatan nilai moral dan agama serta pengabdian keilmuan kepada masyarakat.

“Al Washliyah telah turut serta menjalankan amanah undang-undang tersebut melalui pengelolaan berbagai perguruan tinggi,” katanya.

Selain sebagai penyelenggara pendidikan tinggi, Al Washliyah juga memiliki tanggung jawab dalam mengawal penanaman nilai-nilai moral dan agama. Fungsi lainnya adalah menjadi penggerak pengabdian kepada masyarakat melalui kekuatan ilmu pengetahuan yang dimiliki perguruan tinggi.

Karena itu, Masyhuril berharap para pimpinan perguruan tinggi Al Washliyah tidak berjalan sendiri-sendiri. Perguruan tinggi harus menjadi kekuatan akademik yang mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan organisasi sekaligus masyarakat.

Pelantikan tersebut kemudian dilanjutkan dengan rapat dengar pendapat bersama para pimpinan perguruan tinggi di bawah naungan PB Al Washliyah. Forum tersebut menjadi bagian penting untuk mendengarkan aspirasi, persoalan, sekaligus merumuskan langkah bersama dalam pengembangan perguruan tinggi Al Washliyah.

Kegiatan ini juga menjadi momentum khusus karena merupakan pelantikan pimpinan perguruan tinggi yang pertama kali dilakukan pada masa kepengurusan baru PB Al Washliyah.

Adapun pejabat yang dilantik yakni Dr. Mansur Tanjung, SE., MM. sebagai Rektor IBTA; Yenni Sofiana Tambunan, S.Pd., M.Si. sebagai Wakil Rektor I IBTA; MHD. Shafwan Koto, SE., MM. sebagai Wakil Rektor II IBTA; serta Dr. H. Hayatsyah, M.Pd. sebagai Ketua STIT Al Washliyah Binjai.

Dari UNIVA Medan, dilantik Yumira Simamora, S.Pd.I., M.Pd. sebagai Wakil Rektor I; Dr. H. Muhammad Nasir, Lc., MA. sebagai Wakil Rektor II; Prof. Dr. Ahmad Rafiqi Tantawi, MS. sebagai Ketua BPH; Dr. H. Abdul Hafiz Harahap, SH., S.Sos., M.I.Kom. sebagai Sekretaris BPH; Prof. Dr. H. Khairil Ansari, M.Pd., Dedi Iskandar, SE., serta sejumlah pejabat lainnya sebagai anggota BPH.

Sementara dari UNIVA Labuhanbatu, dilantik Drs. H. Hamid Zahid sebagai Ketua BPH, Dr. Hj. Hasnil Aida Nasution, MA. sebagai Sekretaris BPH, serta H. Damhuri Parapat dan Drs. H. Imran Ritonga, MA. sebagai anggota BPH.

Melalui pelantikan dan rapat dengar pendapat tersebut, PB Al Washliyah berharap perguruan tinggi di bawah naungannya semakin solid, maju, dan mampu meningkatkan daya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional.***(pp/aboe)