Home Agama Menag, Tema Iduladha 2026: Rawat Alam dan Kemanusiaan

Menag, Tema Iduladha 2026: Rawat Alam dan Kemanusiaan

Model penyelenggaraan kurban di kawasan Asia Tenggara.

475
0
SHARE
Menag, Tema Iduladha 2026: Rawat Alam dan Kemanusiaan

Keterangan Gambar : Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar (tengah) saat memberikan keterangan pers terkait idul adha 1447 H (foto kmg)

Jakarta, parahyangan-post.com-Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar mengatakan pelaksanaan Iduladha di Masjid Istiqlal telah menjadi salah satu model penyelenggaraan kurban di kawasan Asia Tenggara.

“Iduladha di Istiqlal memiliki standar tersendiri karena menjadi model bagi masyarakat Indonesia bahkan Asia Tenggara,” ujar Menag saat konferensi pers persiapan Salat Iduladha 1447 H di Masjid Istiqlal, Jakarta. Senin (25/5/2026).

Menurutnya, Masjid Istiqlal selama ini aktif berkoordinasi dan berkolaborasi dengan berbagai lembaga kemasjidan di kawasan Asia Tenggara.

Menag juga menyoroti sistem pengelolaan lingkungan di Istiqlal yang menjadi perhatian dunia internasional. Salah satunya adalah sistem daur ulang air wudu yang digunakan kembali untuk kebutuhan kebersihan hingga wudu.

“Air wudu di Istiqlal tidak langsung terbuang ke saluran kota, tetapi masuk ke sistem recycle dan digunakan kembali,” jelasnya.

Atas inovasi tersebut, Istiqlal memperoleh penghargaan internasional dari lembaga dunia di Washington DC sebagai rumah ibadah yang dinilai efektif, efisien, tertib, dan bersih.

“Ini menjadi kebanggaan kita bersama dan harus terus dijaga,” tandas Menag.

Merawat Alam

Nasaruddin juga menjelaskan, pelaksanaan Iduladha 1447 Hijriah di Masjid Istiqlal mengusung tema “Spirit Kurban Merawat Alam dan Kemanusiaan”.

"Tema ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para khatib dan masyarakat muslim Indonesia untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan dan nilai-nilai kemanusiaan melalui ibadah kurban. Pelaksanaan kurban di Istiqlal juga dirancang ramah lingkungan. Seluruh proses penyembelihan dilakukan dengan sistem yang higienis dan tidak mencemari sungai maupun lingkungan sekitar," harap Menag. 

Menag juga mengajak jamaah untuk menjaga kebersihan kawasan masjid dengan membawa pulang sampah masing-masing atau membuangnya pada tempat yang telah disediakan.

“Masjid Istiqlal baru saja mendapat penghargaan dunia karena dinilai efektif, efisien, tertib, dan bersih. Ini harus kita jaga bersama,” tutupnya.***(pp/aboe-sp)