Jakarta, parahyangan-post.com-Indonesian Council on World Affairs (ICWA) menyambut positif Press Briefing Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Christiawan Nasir (Menlu Tata) yang dilaksanakan pada tanggal 12 Oktober 2026, setelah serah terima jabatan dari Menteri Luar Negeri sebelumnya, Sugiono yang sekarang menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).
ICWA mencatat tiga poin penting dari arahan Menlu Tata:
Pertama, Kontinuitas dan Konsistensi Politik Luar Negeri. Penegasan Menlu Tata bahwa diplomasi Indonesia akan tetap berlandaskan amanat konstitusi – bebas aktif, dan melanjutkan capaian yang telah dirintis Menlu Sugiono, menunjukkan kematangan diplomasi Indonesia. Konsistensi adalah modal kepercayaan dunia terhadap Indonesia sebagai mitra yang dapat diandalkan.
Kedua, Diplomasi Berorientasi Kepentingan Nasional. Fokus pada diplomasi ekonomi, ketahanan pangan, hilirisasi, dan perlindungan WNI sejalan dengan kebutuhan nasional saat ini. Termasuk optimalisasi diplomasi komoditas unggulan seperti kopi melalui penguatan peran Perwakilan RI.
Ketiga, Penguatan Multilateralisme. Komitmen untuk aktif dalam reformasi tata kelola global dan pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB 2029-2030 menegaskan peran Indonesia sebagai jembatan bagi negara-negara Global South. Indonesia juga mencalonkan Menkes RI sebagai Dirjen WHO.
ICWA mendukung penuh visi Menlu Tata untuk menghidupkan kembali Bandung Spirit dalam konteks rivalitas geopolitik saat ini, sebagaimana modal (diplomatic capital) yang dimiliki beliau sebagai diplomat karier berpengalaman multilateral.
ICWA siap bersinergi dengan Kementerian Luar Negeri dalam memperkuat diplomasi Indonesia yang berdampak bagi rakyat.
Indonesia akan mengemban amanah sebagai Sekretaris Jenderal ASEAN untuk periode 2028-2033 sesuai dengan mekanisme rotasi yang berlaku. ICWA menyambut baik hal tersebut dan menaruh harapan besar agar Indonesia dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat peran dan sentralitas ASEAN di bidang politik-keamanan, ekonomi, dan sosial-budaya.
Indonesia juga perlu untuk meneruskan peran aktifnya di BRICS, G20, OKI dan organisasi internasional lainnya.***(pp/sp)
Jakarta, 13 Oktober 2026






LEAVE A REPLY