
Keterangan Gambar : Rektor UIA Prof. Dr. H. Masduki Ahmad SH., MM, saat menyampaikan paparannya (foto aboe)
Bekasi, parahyangan-post.com- Universitas Islam As-Syafi’iyah (UIA) menggelar Kuliah Umum Perdana Tahun Akademik 2026/2027 dengan mengusung tema “The Future of Entrepreneurship with AI”
Kegiatan berlangsung di Graha Alawiyah, Kampus 2 UIA, Jl. Raya Jatiwaringin No. 12, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat. Sabtu (19/9/2026). Diawali sambutan Rektor UIA Prof. Dr. H. Masduki Ahmad SH., MM, Ketua YAPTA Prof. Dr. H. Dailami Firdasus SH, LLM., MBA dan pembicara utama Ketua Umum KADIN DKI Jakarta Hj. Diana Dewi, S.E.
https://parahyangan-post.com/berita/detail/uia-gelar-mtmb-1517-september-2026
Dalam sambutannya, Masduki Ahmad menekankan pentingnya mahasiswa menjunjung tinggi etika akademik dan memperkuat karakter di tengah apa yang disebutnya sebagai defisit moralitas.
Menurut Masduki, UIA tidak hanya berorientasi melahirkan mahasiswa yang memiliki kecerdasan dan kompetensi, tetapi juga manusia yang memiliki akhlak, amanah, profesionalitas, integritas, serta kepemimpinan yang dilandasi hati nurani.
“UIA ingin melahirkan orang pintar yang baik, orang berilmu yang amanah dan profesional yang mempunyai integritas kepemimpinan berhati nurani,” ujarnya.
Masduki menegaskan, prinsip tersebut merupakan bagian dari jati diri UIA sebagai perguruan tinggi Islam yang memadukan ilmu pengetahuan dan agama.
“Inilah jati diri Universitas Islam As-Syafi’iyah, tempat berpadunya ilmu dan agama,” katanya.
Lebih jauh Masduki mengingatkan mahasiswa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi harus berjalan seiring dengan akhlak. Menurut dia, ilmu tanpa akhlak dapat melahirkan kesombongan, kekuasaan tanpa akhlak berpotensi melahirkan kesewenang-wenangan, sedangkan teknologi tanpa akhlak bahkan dapat digunakan untuk merusak manusia.
Karena itu, ia meminta mahasiswa tidak meninggalkan akhlak meskipun kelak memiliki kompetensi yang tinggi.
“Sehebat apa pun kompetensi yang kalian miliki nanti, jangan pernah meninggalkan akhlak. Hormati orang tua, hormati dosen, hormati sesama mahasiswa, hormati perbedaan dan jaga integritas,” tegasnya.
Ia mengatakan, masyarakat tidak hanya akan menilai seseorang berdasarkan tingkat kecerdasannya, tetapi juga berdasarkan sejauh mana orang tersebut dapat dipercaya.
“Kepercayaan adalah modal terbesar seorang pemimpin,” ujarnya.
Selain penguatan karakter, Masduki juga mendorong mahasiswa UIA untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Menurutnya, perguruan tinggi bukan tempat untuk sekadar menghafal sebanyak-banyaknya, melainkan ruang untuk membangun keberanian berpikir, menguji gagasan dan menghubungkan teori dengan realitas.
Mahasiswa, kata dia, harus berani bertanya, membedakan fakta dan opini, serta mempertanyakan apakah suatu gagasan benar dan apakah terdapat cara yang lebih baik untuk menyelesaikan persoalan.
“Berpikir kritis adalah keberanian yang mempertanyakan sesuatu dengan ilmu, data, argumentasi dan etika,” katanya.
Pesan tersebut dinilai semakin relevan karena mahasiswa akan menghadapi perkembangan teknologi yang berlangsung cepat. Masduki menyebut artificial intelligence (AI), big data, otomasi, ekonomi digital, *financial technology* hingga robotika sebagai sejumlah perkembangan yang akan memengaruhi kehidupan dan dunia kerja.
Karena itu, mahasiswa UIA diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memahami sekaligus memanfaatkan perkembangan teknologi secara bertanggung jawab.
Kuliah perdana tersebut juga menghadirkan Ketua YAPTA Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, S.H., LL.M., M.B.A. sebagai pemberi keynote speech.
Dalam rangkaian kegiatan, Rektor UIA Prof. Dr. H. Masduki Ahmad, S.H., M.M. memimpin pelantikan mahasiswa baru dan pengucapan ikrar mahasiswa terhadap 1.429 mahasiswa baru.
Sementara itu, Ketua Umum KADIN DKI Jakarta Hj. Diana Dewi, S.E. menyampaikan materi bertema “Membangun Kewirausahaan yang Kompetitif dan Profitable melalui Pemanfaatan AI bagi Entrepreneur Muda”.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan MoU antara UIA dan KADIN DKI Jakarta serta MoA antara Lembaga Entrepreneurship Center UIA dan KADIN DKI Jakarta.
Selain itu, UIA menandatangani sejumlah kerja sama lainnya, yakni MoU dengan Paguyuban Jawa Tengah yang dipimpin KRAT. Leles Sudarmanto, M.M., M.B.A., MoU dengan Persatuan Masyarakat Riau Indonesia yang diketuai Dr. H. Rusli Efendi, S.Pdi., S.E., M.Si., serta MoU dengan Front Pemuda Muslim Maluku yang diketuai Umar Ohoitenan, S.H.
Melalui kuliah perdana tersebut, UIA menegaskan komitmennya untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi masa depan yang semakin dipengaruhi teknologi, tanpa melepaskan nilai-nilai agama, akhlak, etika, integritas dan kepemimpinan.***(pp/aboe)






LEAVE A REPLY