Home Agama MUI dan Al Washliyah Serukan Qunut Nazilah untuk Kemerdekaan Palestina

MUI dan Al Washliyah Serukan Qunut Nazilah untuk Kemerdekaan Palestina

Selama bulan Ramadan

964
0
SHARE
MUI dan Al Washliyah Serukan Qunut Nazilah untuk Kemerdekaan Palestina

Keterangan Gambar : Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar (kiri) dan Ketua Umum PB Al Washliyah Dr. KH. Masyhuril Khamis, SH,MM (kolae foto aboe)

Jakarta, parahyangan-post.com-Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Anwar Iskandar menyerukan amir masjid dan imam shalat di seluruh Indonesia melakukan qunut nazilah untuk kemerdekaan Palestina selama bulan Ramadan.

Itu disampaikan saat konprensi pers sidang itsbat Ramadan 1447 H di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026).

“Kami berharap dengan sungguh-sungguh kepada seluruh imam-imam masjid di seluruh Indonesia, kalau bisa kita kuatkan untuk berdoa bagi keselamatan umat Islam dan bangsa Palestina, terutama masyarakat Palestina di Gaza, dengan qunut nazilah,” katanya.

Sidang itsbat, yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar,  memutuskan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada hari Kamis 19 Februari 2026.

Terpisah, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Al Washliyah, Dr. KH. Masyhuril Khamis, SH,MM juga menyerukan  hal yang sama.

Menurut Kyai Mashuril, berdoa pada bulan suci Ramadan akan lebih baik dan dikabulkan Allah SWT. Karena itu, Kyai Masyhuril  mengimbau seluruh pengurus Al Washliyah, pengurus masjid di mana pun berada, hendaknya melakukan gerakan qunut nazilah sebulan penuh (Ramadan) untuk kemerdekaan Palestina.

PB Al Washliyah, lanjutnya,  sebagai pimpinan organisasi tertinggi, menyerukan kepada kaum Wanita Muslimah, yang kebetulan tidak berpuasa karena syar’i, maka hendaknya menjaga adab dan tidak makan atau minum pada tempat terbuka (umum), demi menjaga kekhusukan ibadah puasa.

”PB Al Washliyah juga  menyerukan kepada umat Islam untuk melakukan syiar Islam pada bulan Ramadan dengan ibadah salat wajib berjemaah, Salat Tarawih berjamaah, qiyamul lail, khataman Qur’an, kajian keagamaan di masjid, musall, saling bersedekah di lingkungan masing-masing,” ujar Kyai Masyhuril.

Pengurus Besar Al Washliyah, lanjutnya,   juga mengajak seluruh umat Islam pada bulan suci Ramadan meningkatkan amal ibadah, menjauhi perbuatan yang sia-sia, apalagi menghilangkan pahala puasa, seperti perbuatan maksiat, munkar, permusuhan (‘adawah), perilaku konsumtif (israf) dan sebagainya.

“Kami juga menghimbau, kepada umat Islam yang tergolong mampu, hendaknya segera bayar zakat fitrah, zakat maal, infak, dan sedekah serta menyalurkannya melalui lembaga-lembaga resmi, seperti Laznas dan lainnya. Kemudian menyalurkannya kepada mereka yang berhak,” tutup  Kyai Masyhuril.*** (pp/aboe)