
Keterangan Gambar : Dari kiri ke kanan: Ketua Umum PJMI Ismail Lutan, Direktur LKD Ken Heryani Sulis, M.Pd., (Plt.) Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi Wijayanti, S.Si., M.Si., Ketua Jalin Pena Indonesia Dr. Misbah Fikrianto, M.M., M.Si., M.Pd., dan Wakil Dekan FKIP UIA Nurul Hasanah Fajaria, S.Pd., M.Pd. (foto hepy)
Bekasi, parahyangan-post.com- Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) bersama Jalin Pena Indonesia, Lembaga Konseling dan Disabilitas (LKD), serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam As-Syafi'iyah (FKIP UIA) melakukan audiensi dengan Dinas Pendidikan Kota Bekasi.
Kedatangan rombongan disambut (Plt.) Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi Wijayanti, S.Si., M.Si., yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK).
Audiensi tersebut dihadiri Ketua PJMI Ismail Lutan, Ketua Jalin Pena Indonesia Dr. Misbah Fikrianto, M.M., M.Si., M.Pd., Direktur LKD Ken Heryani Sulis, M.Pd., serta Wakil Dekan FKIP UIA Nurul Hasanah Fajaria, S.Pd., M.Pd.
Pertemuan berlangsung sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus membuka ruang kerja sama antarlembaga dalam mendukung kemajuan pendidikan. Berbagai gagasan terkait pengembangan pendidikan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut.Salah satu fokus yang didorong adalah peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, penguatan budaya literasi, layanan konseling, serta pengembangan pendidikan yang lebih inklusif.
Ketua Jalin Pena Indonesia Dr. Misbah Fikrianto mengatakan, kemajuan pendidikan tidak dapat hanya mengandalkan satu pihak. Diperlukan keterlibatan pemerintah, perguruan tinggi, organisasi, media, serta lembaga masyarakat untuk menghasilkan program yang relevan dan berdampak.Menurutnya, komunikasi dan kolaborasi lintas sektor perlu terus dibangun agar berbagai potensi yang dimiliki masing-masing lembaga dapat dipadukan untuk kepentingan pendidikan
Sementara itu, keterlibatan LKD memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya layanan konseling dan pendampingan bagi peserta didik, termasuk mereka yang membutuhkan dukungan khusus. Hal ini menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih ramah, setara, dan inklusif.
Dari unsur perguruan tinggi, FKIP UIA memiliki peluang untuk berkontribusi melalui pengembangan program akademik, peningkatan kompetensi pendidik, penelitian, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berkaitan dengan dunia pendidikan.
Ketum PJMI Ismail Lutan sangat antusias dengan audiensi ini. Menurutnya, pihaknya dapat mengambil peran melalui penguatan literasi pemberitaan yang konstruktif mengenai perkembangan serta berbagai inovasi pendidikan.
”Salah satu yang mengemuka dalam audiensi ini adalah pengenalan dunia jurnalistik kepada pelajar SMP di Kota Bekasi. Pengenalan ini penting agar pelajar bisa membedakan, mana berita yang benar dan mana berita hoax,” ujar Ismail.
Menurut Ismail, pihaknya bersama UIA, Jalin Pena Indonesia dan LKD, siap mengedukasi pelajar-pelajar SMP se-kota Bekasi agar paham dunia wartawan.
”Dengan gadged di tangan semua pelajar adalah wartawan. Masalahnay bagaimana mereka memanfaatkan teknologi informasiyang semakin canggih ini dengan baik,” tambah Ismail.
Audiensi berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh keakraban. Pertemuan tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti dengan program kerja sama yang lebih konkret antara Dinas Pendidikan Kota Bekasi dengan PJMI, Jalin Pena Indonesia, LKD, dan FKIP UIA.
Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai program yang tidak hanya memperkuat kualitas pendidikan, tetapi juga memperluas akses terhadap pendidikan yang inklusif, meningkatkan literasi, serta memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Bekasi.






LEAVE A REPLY