Home Polkam Pesan Moral yang Masih Didengar

Pesan Moral yang Masih Didengar

Kritik menggelitik Kiai Gontor tidak menyakiti siapa pun

66
0
SHARE
Pesan Moral yang Masih Didengar

PONOROGO, parahyangan-post.com-Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), KH Hasan Abdullah Sahal, menyampaikan pesan mendalam mengenai nilai kesederhanaan dan keterbukaan terhadap kritik bagi seorang pemimpin. Pesan tersebut disampaikan langsung di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto saat menghadiri acara Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, pada Sabtu, 19 September 2026.

Dalam pidatonya yang diselingi nada tegas dan jenaka, Kiai Hasan menggarisbawahi standar moral penting yang harus dipegang teguh oleh seorang pemimpin. Beliau menegaskan bahwa pimpinan harus menjadi teladan nyata dan tidak hidup dalam fasilitas yang berlebihan dibandingkan dengan orang-orang yang dipimpinnya.

Bebera poin pidatonya yang menyentil itu daintaranya, kesiapan dirinya dikritik dan didemo. Kiai Hasan menyatakan secara terbuka bahwa jika makanan, pakaian, tempat tinggal, kendaraan, atau apa yang ia kerjakan dinilai jauh lebih mewah daripada apa yang didapatkan atau digunakan oleh para santrinya, maka ia mempersilakan siapa saja untuk memprotes, mengritik, bahkan mendemonya.

Soal Moral Pemimpin, Kiai Hasan mengatakan pemimpin harus sederthana. Nilai kesederhanaan ini ditegaskan sebagai prinsip dasar Gontor yang diwariskan oleh para pendirinya dengan penuh keikhlasan. Prinsip ini menunjukkan bahwa seorang pemimpin berkewajiban memberikan contoh nyata serta tidak boleh berjarak secara fasilitas dengan rakyat atau santri yang dipimpin.

Yang menggelitik adalah soal pejabat suka cari muka.  Kiai Hasan melontarkan sindiran jenaka mengenai dinamika sosial saat ini. Beliau menyinggung fenomena orang-orang di tengah masyarakat yang suka mencari muka, serta maraknya persoalan perburuan ijazah demi status semata.

Pesan moral dari momentum satu abad Gontor ini menjadi refleksi penting bagi kepemimpinan bangsa, mengingatkan kembali bahwa kewibawaan seorang pemimpin sejati lahir dari keteladanan hidup dan kerendahan hati untuk selalu mendengarkan kritik.*** (pp/aboe)