Home Opini Perjalanan Pasti Menuju Liang Kubur

Perjalanan Pasti Menuju Liang Kubur

Renungan Kalbu

98
0
SHARE
Perjalanan Pasti Menuju Liang Kubur

 Oleh : Imansyah Hakim Al Rasyid.
(Wartawan, Penulis dan Pengurus PJMI)


Kalimat panjang umurnya.. panjang umurnya,  dalam lagu ulang tahun yang biasa dinyanyikan anak manusia ketika memperingati hari ulang tahunnya setiap tahun, dalam essensi ke Islaman adalah kalimat yang keliru dan menipu.

Pada dasarnya tiap detik, tiap menit, jam dan hari yang manusia lewati adalah jalan kepastian, semakin memendekkan umur kita menuju kematian, menuju liang kubur.

Ibnu Qayyim dalam kitab Al Fawa'id menjelaskan, bahwa kelalaian terjadi sebab manusia selalu ber anggapan akan panjang umurnya, sehingga melupakan hakikat kalau manusia itu sebenarnya berkurang semakin pendek umurnya, dan menuju penantian saatnya memasuki liang kubur, disanalah makamnya menanti.

Hal ini Allah sudah memperingati manusia, di dalam Al Quran surat At Takatsur. Manusia disibukkan dengan urusan duniawi semata, seperti harta, jabatan dan pangkat serta lain sebagainya. Lupa akan akhirat dan harus terpaksa dihentikan ketika sudah masuk ke lubang kubur.

Allah berfirman, yang artinya :

"Jangan begitu, Kemudian Jangan begitu", dua (2) kali Allah memperingati kita, pada dasarnya ada  musibah setiap hari yang menimpa kita.

Tetapi sungguh amat disayangkan sebagian besar manusia tidak menyadari, bahkan sebagian besar kita tidak bisa mengambil pelajaran darinya. Musibah  pertama adalah, setiap hari jatah usia kita terus berkurang, tapi berkurangnya usia ini bebas lepas dari pantauan dan perhatian kita.

Sementara itu, ketika harta yang kita miliki berkurang, perhatian kita sangatlah luar biasa, kita merasa bersedih dan menyesali hingga hati dirundung pilu serta putus asa, mencari kambing hitam atas kehilangan itu. Padahal  harta dan kedudukan yang hilang bisa di ganti dan di upayakan, sedangkan jika umur  yang hilang tidak akan ada gantinya.

Musibah ke dua, setiap hari kita hidup dengan rezeki dari Allah, tak ada sesuatu makhluk pun yang di ciptakan oleh NYA  melainkan sudah dijamin takaran rejekinya.

Sementara kita lalai dan lupa,  bahwa setiap perolehan rezeki yang kita usahakan setengah mati, peras keringat, membanting tulang dengan segala daya dan upaya di atas dunia ini, hasil yang ada kelak akan di hisab di akhirat kelak. 

Apabila Rezeki itu halal, kelak akan di tanya, sudahkah kita mensyukuri nya?. Apabila Rezeki itu haram, maka Allah Ta'ala kelak akan mengadzab kita.

Musibah selanjutnya adalah, setiap hari kita melangkah mendekati lubang kubur, menuju alam akhirat. Berbanding terbalik sebagaimana juga kita terus melangkah menjauhi dunia.

Tetapi....fokus perhatian kita terhadap akhirat yang kekal, tidak sebesar perhatian kita terhadap dunia yang fana ini, sebanyak apapun harta dunia terkumpul, atau sebanyak apapun penghargaan dan jabatan di raih, semua tak seindah kenikmatan yang menjadi impian kehidupan akhirat Surga Firdaus yang kekal abadi. 

Semoga kita senantiasa memperbaiki ibadah kita kepada Allah Ta'ala, dan terus Istiqomah dalam menjalani kehidupan, bersedekah, beramal saleh dalam memuliakan tamu, senyum dan halus bertutur kata, berfikir positif, dan berbuat baik serta benar sesuai tuntunan kitab suci Al Quran, dan Sunnah Nabi Muhammad SAW.

Allahu Ghofuurrur Rohiem.

Cileungsi, 4 September 2021 -  02:18