Home Polkam Gaung Muktamar XXIII Al Washliyah Semakin Nyaring: Jabar Minta Kampus

Gaung Muktamar XXIII Al Washliyah Semakin Nyaring: Jabar Minta Kampus

KH. AHMAD AIDIN TAMIM: Peminatnya pasti banyak

84
0
SHARE
Gaung Muktamar XXIII Al Washliyah Semakin Nyaring: Jabar Minta Kampus

Keterangan Gambar : Ketua Wilayah Alwashliyah Jabar KH Ahmad Aidin Tamim yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Modern Al-Muqoddas Cirebon (foto dok)

Jakarta, parahyangan-post.com- Tinggal seminggu lagi. Gaung Muktamar ke XXIII Al Washliyah yang akan dilaksanakan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur,  7-9 Juli 2026, semakin nyaring.

Delegasi Jawa Barat akan datang full time. Baik sebagai peserta maupun penggembira. Hal tersebut disampaikan Ketua Wilayah Alwashliyah Jabar KH Ahmad Aidin Tamim kepada parahyangan-popst.com, Rabu 1 Juli 2026

”Dari Jabar akan hadir 52 orang. 50 perwakilan dari kabupaten dan kota, 2 orang dari pengurus Wilayah, yakni saya sendiri dan Sekretaris,” ujar KH Ahmad, yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Modern Al-Muqoddas Cirebon.

Kalau seandainya panitia butuh penggembira untuk meramaikan muktamar, lanjut  kyai Ahmad, Jawa Barat siap menghadirkan berapa pun yang diperlukan.

”Kader Al Washliyah di Jabar cukup banyak dan solid,” tambahnya.

KH Ahmad juga  mengapresiasi kepengurusan PB  yang sekarang sekarang. Menurutnya, di bawah ketua Umum KH Masyhuril Khamis Al Washliyah berkembang sangat bagus dan sudah merata di 38 propinsi di Tanah Air. Makanya pantas dilanjutkan.

“Tapi, bagi saya, siapa pun yang menjadi ketua umum nanti, tidak masalah. Karena yang terpilih tentulah  yang terbaik. Saya siap bekerjasama dan membantu. Apakah di tingkat pusat maupun wilayah,” tambahnya.

Perhatian

Lebih jauh KH Ahmad menjelaskan, pada Muktamar nanti dia akan membawa beberapa catatan dan  usulan penting untuk memperkokoh organisasi ke depan. Salah satunya adalah soal perhatian pusat pada Jabar dalam pendidikan.

Menurutnya, perkembangan Al WAshliyah  Jabar sangat pesat. Tetapi perkembangan pesat tersebut belum disertai perhatian yang memadai dari pusat.

”Salah satunya adalah soal pemerataan pendirian Perguruan Tinggi. Karena pendirian perguruan tinggi itu adalah domainnya pusat. Saya menginginkan agar di Jawa Barat didirikan Perguruan Tinggi Al Washliyah,” harapnya.

Pendirian Universitas Al Washliyah di Jabar, lanjut KH Ahmad,  sangat penting. Karena dengan hadirnya universitas Al Washliyah di Jabar maka keberadaan organisasi semakin diperhitungkan. Organisasi-organisasi keagamaan Islam lain, sebut saja NU, Persis, apalagi Muhammadiyah, punya banyak kampus di Jabar.

“Hanya Al Washliyah saja yang belum,” ujarnya.

Mengenai lokasi, Ahmad mengatakan,  Pengurus Al Washliyah Wilayah Jabar punya beberapa lokasi yang bisa dimanfaatkan untuk kampus, seperti di  Cirebon atau Indramayu.

“Dua Lokasi itu potensial dan calon mahasiswa pun banyak,” tutup KH. Ahmad.***(pp/aboe)