Home Ekbis MMT Mengapresiasi Pemprov DKI dan Bank Jakarta

MMT Mengapresiasi Pemprov DKI dan Bank Jakarta

Rp48 Miliar Jadi Angin Segar bagi Pedagang Kramat Jati

48
0
SHARE
MMT Mengapresiasi Pemprov DKI dan Bank Jakarta

JAKARTA, parahyangan-post.com- Mahasiswa Muda Transparansi (MMT) mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Bank Jakarta dalam memperkuat akses pembiayaan bagi para pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.

Dukungan pembiayaan dengan plafon sekitar Rp48 miliar kepada 167 pedagang dinilai menjadi langkah positif dalam menjaga keberlangsungan usaha masyarakat sekaligus mendorong pelaku usaha mikro agar mampu berkembang dan naik kelas.

Ketua Umum MMT Abid Zahid Fadhillah, S.Pd., mengatakan bahwa kehadiran pemerintah dan lembaga keuangan daerah di tengah aktivitas ekonomi masyarakat merupakan bentuk keberpihakan yang patut diapresiasi.

> “Kami mengapresiasi langkah Pemprov DKI dan Bank Jakarta yang hadir memberikan akses pembiayaan kepada pedagang Kramat Jati. Ini bukan hanya soal angka Rp48 miliar, tetapi bagaimana kebijakan tersebut dapat menjadi instrumen untuk menjaga keberlangsungan usaha dan meningkatkan kesejahteraan pedagang,” ujar Abid.

Menurut MMT, Pasar Induk Kramat Jati memiliki posisi strategis dalam rantai perdagangan dan distribusi kebutuhan pangan di Jakarta. Karena itu, penguatan kapasitas pedagang melalui akses permodalan yang mudah dan tepat sasaran perlu terus dilakukan.

MMT juga menilai bahwa keberhasilan program tersebut tidak cukup hanya diukur dari besarnya pembiayaan yang disalurkan. Pemerintah dan Bank Jakarta perlu memastikan adanya pendampingan, kemudahan akses, serta pengawasan agar pembiayaan benar-benar digunakan untuk pengembangan usaha dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan omzet maupun kesejahteraan pedagang.

“Kami berharap program ini tidak berhenti pada penyaluran pembiayaan. Harus ada pendampingan dan evaluasi secara berkala, sehingga pedagang benar-benar merasakan manfaatnya dan mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan,” tambah Abid.

MMT berharap sinergi antara **Pemprov DKI Jakarta, Bank Jakarta, dan Perumda Pasar Jaya** dapat terus diperkuat dan diperluas ke pusat-pusat perdagangan rakyat lainnya di Jakarta.

Bagi MMT, kebijakan yang memberikan akses permodalan kepada pelaku usaha kecil merupakan bagian penting dari pembangunan ekonomi Jakarta yang inklusif. Pemerintah tidak hanya dituntut menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga memastikan masyarakat kecil mendapatkan ruang untuk tumbuh dan berkembang dalam ekosistem ekonomi Jakarta.

“Pedagang adalah bagian penting dari denyut ekonomi Jakarta. Ketika pedagang tumbuh, maka ekonomi masyarakat juga ikut bergerak,” tutup Abid.***(pp/aboe/widhy)