
Keterangan Gambar : Ketua Umum Pengurus Besar Al Al Washliyah Dr. KH. Masyhuril Khamis, SH, MM (foto dok)
JAKARTA, parahyangan-post.com-– Ketua Umum Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah (PB Al Washliyah), Dr. KH. Masyhuril Khamis, SH,MM akan bertindak sebagai imam dan khatib Salat Idul Fitri 1447 H pada 1 Syawal 1447 di Badan Intelijen Negara (BIN) Jakarta.
Orang nomor satu di jajaran Al Washliyah ini, akan menyampaikan tema khutbah Idul Fitri 1447 H, ‘Idul Fitri, Menguatkan Persaudaraan dan Integritas Insan Intelijen’.
Di hadapan jemaah intelijen, Masyhuril Khamis akan mengurai rahasia diwajibkan ibadah puasa (shiyam). Satu di antaranya adalah imsyak yaitu menahan diri dari berbagai gejolak nafsu, meliputi nafsu di sekitar perut; makan minum yang halal, nafsu yang berasal dari Bawah perut, artinya godaan syahwat dan nafsu di atas perut, yakni akal, mulut, mata dan telinga.
Tujuan puasa apa? Hal ini juga akan diurainya dalam Bahasa yang dapat dipahami Jemaah secara sederhana. Bahwa tujuan diwajibkannya puasa adalah untuk menjadi manusia bertaqwa, laallakum tattaqun. Maka untuk mencapai tagwa, diperlukan iman yang hakiki. Islam yaitu menyerahkan diri, patuh dan taat menunaikan rukun Islam secara konsisten dan memaknai ajaran Islam dengan istiqomah
Dalam bagian khutbahnya, Ketua Bidang Halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat ini, mengingatkan bahwa untuk menjaga persaudaraan dan integritas sangat diperlukan peranan sebuah negeri madani yaitu Negeri yang punya peradaban, berilmu pengetahuan, berakhlakul Karimah, dan berbudaya. Untuk itu kita harus berperan menghantar kehidupan masyarakat negeri ini untuk selalu menghormati dan menghargai sesamanya, memberi keadilan, toleransi dan saling menyayangi.
Sebab Nabi SAW pernah bersabda (artinya) “Tegaknya dunia karena empat perkara: 1. dengan ilmu ulama, 2. dengan keadilan penguasa, 3. dengan kemurahan si kaya, 4. dengan doa fuqara”.
Persaudaraan dan integritas tidak hanya hidup saat Ramadan dan Idul Fitri saja, tapi haruslah menjadi panduan hidup kita, karenanya mari kita mendidik generasi kita dengan pendidikan agama, memberi keteladanan yang baik dan benar, sebab hari ini generasi kita sangat mengharapkan keteladanan itu.
Seseorang yang memiliki integritas kita harus berani mempergunakan kesempatan ini untuk mau membela kepentingan rakyat, menjaga persaudaraan dan persatuan bangsa. Sama halnya, Ulama pun harus berani menyampaikan yang benar itu benar dan yang salah itu salah. *** (pp/aboe/sir)
--------------------------------------------------
Dr.Drs.KH.Masyhuril Khamis, SH,MM
- Ketua Umum Pengurus Besar Al Washliyah
- Komisioner Badan Wakaf Indonesia (BWI) Pusat.
- Ketua Bidang Halal MUI Pusat
- Ketua DPS PT Amanah Ventura Syariah
- Penulis dan Dai
Al Washliyah (Al Jam’iyatul Washliyah) adalah Ormas Islam Terbesar yang lahir di Medan, Sumatera Utara, 30 November 1930/9 Rajab 1349 H. Keanggotaannya meliputi 35 wilayah (provinsi) dan 250 lebih kabupaten/kota di Indonesia, 8 pengurus luar negeri. Memiliki ratusan lembaga pendidikan dan Perguruan Tinggi. Tahun ini akan menyelenggarakan Muktamar ke 23 di Jakarta.






LEAVE A REPLY