
Keterangan Gambar : Prof. Dr. Prihandoko, S.Kom., M.I.T., Ph.D. saat menyampaikan materi (foto happy)
JAKARTA, parahyangan-ppst.com- – Universitas Islam As-Syafi’iyah (UIA) menggelar Pelatihan Penyusunan Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) di lingkungan universitas, Rabu, 19 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pembelajaran melalui pendekatan pendidikan yang berorientasi pada capaian mahasiswa.
Dalam kegiatan tersebut, Prof. Dr. Prihandoko, S.Kom., M.I.T., Ph.D. menyampaikan materi mengenai konsep dan implementasi Kurikulum OBE. Ia menjelaskan bahwa OBE memiliki perbedaan mendasar dengan pendekatan pembelajaran tradisional, terutama dalam hal fokus utama proses pendidikan.
Menurutnya, pembelajaran tradisional cenderung berfokus pada apa yang disampaikan oleh dosen. Sementara itu, OBE lebih menitikberatkan pada hasil atau capaian yang harus dimiliki mahasiswa setelah mengikuti proses pembelajaran.
“OBE fokus pada mahasiswa harus bisa apa. Tradisional fokus pada apa yang disampaikan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa penerapan OBE tidak sekadar mengubah dokumen kurikulum, tetapi harus dibangun secara sistemik. Seluruh komponen pendidikan, mulai dari perencanaan pembelajaran, proses perkuliahan, asesmen, hingga evaluasi, harus diarahkan pada capaian pembelajaran yang telah ditetapkan.
“Fokus pada hasil dan harus dibangun secara sistemik,” tegasnya.
Dalam pendekatan OBE, mahasiswa juga ditempatkan sebagai bagian penting dari proses pembelajaran. Keterlibatan mahasiswa tidak dapat hanya menjadi pelengkap, sementara seluruh aktivitas pembelajaran dibebankan kepada dosen.
“Keterlibatan mahasiswa sangat penting, tidak hanya dosen yang bekerja,” ujarnya.
Menurutnya, mahasiswa perlu didorong untuk aktif belajar, berdiskusi, menyelesaikan masalah, menghasilkan karya, serta menunjukkan kompetensi yang menjadi target pembelajaran. Keterlibatan tersebut pada akhirnya bukan semata-mata untuk memenuhi tuntutan perkuliahan, tetapi demi keberhasilan mahasiswa itu sendiri.
“Kenapa mahasiswa harus kerja? Untuk kesuksesan mahasiswa,” ungkapnya.
Penerapan OBE juga menjadi bagian dari perkembangan pendidikan tinggi di berbagai negara. Pendekatan tersebut telah digunakan secara luas sebagai salah satu upaya memastikan proses pendidikan benar-benar menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan masyarakat.
Melalui pelatihan ini, UIA diharapkan semakin siap mengembangkan kurikulum yang tidak hanya berorientasi pada materi yang disampaikan, tetapi juga memastikan mahasiswa memperoleh pengetahuan, keterampilan, sikap, dan kompetensi yang dapat dibuktikan melalui capaian pembelajaran.
Dengan demikian, implementasi OBE di lingkungan UIA diharapkan mampu memperkuat mutu pendidikan sekaligus membangun pembelajaran yang lebih berpusat pada mahasiswa, terukur, sistematis, dan berorientasi pada keberhasilan lulusan.***(pp/aboe/heppy)





LEAVE A REPLY