Bekasi, parahyangan-post.com- Komunitas Kang Dedi Mulyadi (KDM) Nusantara akan menggelar Festival Teater Pelajar Tingkat SMA/SMK se- Jawa Barat. Hal tersebut disampaikan Ketua Umumnya Mursali Bachktiar usai melakukan rapat pembentukan panitia festival di Kraton Salamiring, Kampung Budaya Kranggan, Kota Bekasi, Selasa 18/7.
Bachtiar mengatakan Festival Teater Pelajar tingkat SMA/SMK se-Jabar ini merupakan respon atas inisiatif Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) yang akan memasukkan teater menjadi salah satu mata pelajaran (kurikulum) di tingkat SLTA
”Program Teater Masuk Sekolah ini disampaikan KDM pada malam puncak peringatan Milangkala Tatar Sunda yang bertajuk drama musikal kolosal "Peuting Munggaran" di Gedung Sate, Bandung, pada 17 Mei 2026 lalu. Nah, sebagai langkah awal dari program tersebut, kami akan menggelar festival teater ini, ” jelas Bachtiar.
Lebih rinci Bachtiar menjelaskan, pelaksanaan Festival Teater Pelajar SMA / SMK Se- Jawa Barat ini akan digelar mulai awal November 2026 (Babak Penyisihan), Januari 2027 (Semi Final) dan 02 Mei 2027 (Final dan Penyerahan Hadiah/ Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional).
”Kegiatan ini terbuka bagi seluruh pelajar SMA / SMK se- Jawa Barat, gratis tidak dipungut biaya apapun. Para pemenang akan mendapatkan Tropy dan Hadiah Uang Pembinaan,” tambah Bachtiar.
Sementara itu Pimpinan Umum parahyangan-post.com Ismail Lutan, yang diminta masuk ke dalam kepanitiaan bidang publikasi mengatakan, festival teater ini sangat menarik dan penting bagi pelajar untuk mengasah kepekaan sosial mereka.
”Di tengah derasnya narasi-narasi kebencian yang diumbar dengan sangat masif, maka pelajar perlu filter untuk memilah informasi tersebut. Seni, terutama teater, adalah salah satu sarana yang efektif dan tanpa bias, sebagai alat saring,” ujar Ismail yang pernah menjadi wartawan di grup Pikiran Rakyat Bandung era koran cetak, tahun 1990-an.
Menurut Ismail Lutan, kebijakan KDM memasukan teater ke dalam kurikulum di jenjang SMA/SMK patut diapresiasi karena dengan berteater para pelajar mendapat saluran kreatifitas seninya. Dan dengan seni itu mereka akan lebih peka, santun, beradab dan berkarakter.
”Melalui teater, para pelajar di Jawa Barat akan meresapi filosofi silih asah, silih asih, dan silih asuh (saling mendidik, saling mengasihi, dan saling menjaga), yang merupakan filosofi luhung dari kearifan lokal Tanah Priangan,” tutup Ismail Lutan, yang juga Ketua Umum Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) ini.*** (pp/aboe)





LEAVE A REPLY