Home Opini Zionis Yahudi Makin Biadab, Kebutuhan akan Khilafah Makin Mendesak

Zionis Yahudi Makin Biadab, Kebutuhan akan Khilafah Makin Mendesak

984
0
SHARE
Zionis Yahudi Makin Biadab, Kebutuhan akan Khilafah Makin Mendesak

Oleh : Nora Trisna Tumewa
Mahasiswa/Univ. Gunadarma 

GEMPURAN - Militer yang terus dilancarkan oleh Zionis Israel ke wilayah Gaza telah menyebabkan penderitaan luar biasa bagi rakyat Gaza hingga menewaskan lebih dari 58.000 warga Palestina sejak Oktober 2023 dan meninggalkan lebih dari 137.000 orang luka-luka. Serangan tersebut tidak hanya menargetkan infrastruktur sipil seperti rumah dan rumah sakit, tapi juga menyasar anak-anak dan perempuan. Situasi ini tidak hanya merupakan pelanggaran HAM, kekejaman tersebut mencerminkan kebiadaban yang tak lagi bisa ditutupi, sekaligus memperjelas bahwa agenda Zionis bukanlah perdamaian, melainkan penjajahan abadi. 

Tragisnya di tengah tragedi kemanusiaan tersebut, dunia tampak tak bergeming dan memilih bungkam sembari menonton seluruh adegan. Bahkan lebih menyakitkan, sebagian besar pemimpin negeri - negeri Muslim justru tetap bergandeng tangan menjalin hubungan perjanjian diplomatik, kerjasama ekonomi, hingga kerjasama alat militer dengan rezim penjajah. Tindakan ini menunjukkan keterputusan nurani dan spiritual mereka terhadap penderitaan umat Islam. Demi kekuasaan dan stabilitas semu, mereka mengabaikan ikatan ukhuwah dan tanggung jawab atas darah saudara seiman.

Sikap bungkam ini memunculkan sejumlah pertanyaan: Apakah mereka benar-benar tak paham bahwa Palestina bukan sekadar isu politik, melainkan soal penjajahan atas tanah kaum Muslim? Apakah kecintaan terhadap kekuasaan membuat mereka memilih diam demi restu negara-negara Barat?  Apakah mata dan hati mereka telah menjadi buta, serta lalai akan ikatan persaudaraan seiman yang semestinya menyatukan umat dalam satu barisan perjuangan?.

Melihat situasi ini, kesadaran umat menjadi hal yang sangat penting untuk dibangun. Para pengemban dakwah, khususnya yang telah paham akar persoalan, perlu mengambil peran terdepan untuk membangkitkan kesadaran publik dengan membentuk opini umum yang benar serta konsisten tidak hanya bersifat sporadis atau emosional semata, melainkan harus dibangun di atas landasan ideologis Islam yang kokoh.


Mereka harus menyampaikan kebenaran secara terang dan tegas serta memimpin umat menuju solusi yang sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW, yaitu dakwah dan perjuangan politik yang ideologis dan syar’i dengan penegakan sistem Islam secara menyeluruh dalam bingkai Khilafah, yang akan menyatukan umat Islam dalam satu kepemimpinan. 

Kekejaman yang sangat jelas ini menciptakan urgensi moral dan ideologis bagi kaum Muslim. Solusi sesungguhnya bagi kemerdekaan Palestina tidak terletak pada perundingan atau diplomasi Barat atau Plate Glass Agreements yang basi, tetapi pada jihad dan tegaknya Khilafah Islamiyah sebagai institusi pelindung umat dan pelaksana hukum Allah.

Menapaki jalan perjuangan dakwah Rasulullah memanglah tidak mudah, membutuhkan keistiqomahan dan penuh keteguhan, sehingga pengemban dakwah dituntut untuk memperkuat kualitas pembinaan umat, meningkatkan kemampuan intelektual dan spiritual, serta senantiasa menjaga hubungan dengan Allah SWT, karena pertolongan sejati datang dari-Nya.


Saat ini, kebutuhan akan Khilafah bukan lagi sekadar wacana ideal, melainkan urgensi strategis untuk menyatukan umat dan membebaskan negeri-negeri Muslim dari cengkeraman penjajah. Inilah saatnya umat bergerak menuju perubahan menyeluruh—membangun kembali peradaban Islam dengan landasan yang kokoh.

Refrensi :