Home Edukasi Woosong University Dukung HADI Ciptakan Inovasi Kuliah Daring Bertaraf Internasional

Woosong University Dukung HADI Ciptakan Inovasi Kuliah Daring Bertaraf Internasional

275
0
SHARE
Woosong University Dukung HADI Ciptakan Inovasi Kuliah Daring Bertaraf Internasional

Keterangan Gambar : Woosong University di Korea Selatan yang mendukung HADI (Human and Digital Interface) (Foto : ist/pp)

JAKARTA Parahyangan Post - Digitalisasi saat ini memungkinkan mahasiswa untuk kuliah daring. Berdasarkan data indeks internet inklusif (Inclusive Internet Index) dari Economist Intelligence Unit, cakupan pengguna Internet Indonesia cukup luas. Sektor rumah tangga pengguna internet Indonesia mencapai 66,2%, melebihi rata-rata negara di Asia yang mencapai 59,7%. Dari 267 juta penduduk Indonesia, 93%-nya bisa mengakses layanan 4G.

Adanya pandemi ikut mendorong para pelajar aktif menggunakan platform digital untuk melakukan proses pembelajaran formal. Istilah KDR (Kuliah Dari Rumah) pun ramai digunakan. Kini HADI hadir memberikan akses KDM (Kuliah Dari Manapun). HADI atau Human and Digital Interface merupakan sebuah learning management system (LMS) yang hadir untuk memfasilitasi pelajar strata 1 untuk bisa mendapatkan kualitas pendidikan bertaraf internasional.

Platform HADI didukung oleh Woosong University dari Korea Selatan, sehingga program kuliahnya terakreditasi oleh badan resmi IEQAS (International Education Quality Assurance System) dibawah Kementrian Pendidikan Korea. Materi perkuliahan dan dosen pengajar pun dihadirkan langsung dari Woosong University.

Memberikan kemudahan proses belajar mengajar yang fleksibel, HADI menyediakan program hybrid 2+2. Artinya, dua tahun pertama S1, seluruh mahasiswa dapat kuliah daring dari manapun menggunakan platform HADI dimana materi perkuliahan disusun oleh tim akademis dari Woosong University.  Kemudian, dua tahun terakhir masa S1, seluruh mahasiswa bebas memilih untuk berkuliah tatap muka di Woosong University, Korea Selatan atau di partner universitas HADI yang ada di lebih dari 50 negara di seluruh dunia. Ketika seorang mahasiswa lulus dari program ini, maka dia akan memperoleh ijazah dari universitas dimana dia menyelesaikan 2 tahun terakhir S1.

HADI telah hadir di berbagai negara seperti Malaysia, Vietnam, Asia Tengah, dan termasuk juga Indonesia, dan melayani kebutuhan pendidikan dari calon mahasiswa dari negara negara tersebut. “Inovasi yang HADI ciptakan menjawab permintaan pelajar dari berbagai belahan dunia untuk memiliki proses belajar mengajar yang fleksibel namun tetap berkualitas tinggi,” jelas Tae Han Kim, Chief Marketing Officer HADI.

Dengan menggunakan LMS seperti HADI, pelajar bisa menghemat biaya perkuliahan, mulai dari SPP, makan, transportasi, dan akomodasi. Selain itu, program studi yang ditawarkan oleh HADI juga bervariasi sebagaimana yang dibutuhkan di dunia kerja industri 4.0 saat ini, seperti Bisnis, Teknik, Data Science dan AI, Komputer, Software dan IT, serta Ilmu Sosial dan Humaniora. Kurikulum yang disediakan HADI mengombinasikan pengembangan soft-skills dan pemahaman trending subject. Yang mana kombinasi ini berguna untuk mempersiapkan mahasiswa dalam mengikuti program studi pilihan mereka. 

Untuk informasi lebih lanjut terkait mekanisme kuliah dari manapun melalui platform HADI bisa mengunjungi websitenya di www.hadi-lms.com. Ikuti terus update terbaru dari HADI melalui Instagram @hadiindonesia.

Coach Potato 
Coach Potato adalah sebuah social enterprise yang berdiri pada Desember 2018. Coach Potato berfokus pada pemberdayaan generasi muda Indonesia dengan menyediakan program peningkatan kapasitas untuk mendapatkan pengalaman global melalui coaching, mentoring, dan workshop. Program bimbingan yang dibuat oleh Coach Potato Indonesia telah berhasil membantu pelajar Indonesia meraih beasiswa ke Australia, Eropa, dan Amerika.

(serly p/rd/pp)