Home Profil Tanggung Jawab Kita Bersama, Agar Kota Depok Bisa Terbebas dari Bahaya Narkoba

Tanggung Jawab Kita Bersama, Agar Kota Depok Bisa Terbebas dari Bahaya Narkoba

Anggota DPRD Prov.Jabar, dari Fraksi PAN, H. M. Hasbullah Rahmad, S.Pd, M.Hum :

523
0
SHARE
Tanggung Jawab Kita Bersama, Agar Kota Depok Bisa Terbebas dari Bahaya Narkoba

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Prov.Jabar, dari Fraksi PAN, H. M. Hasbullah Rahmad, S.Pd, M.Hum, hadiri Acara Senam Sehat dalam Rangka Memerigati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2022, di Ramayana Kota Depok, Minggu (03/07/20220) (Foto : rat/pp)

Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) menjadi momentum pemerintah bersama elemen masyarakat dalam memerangi penyalahgunaan narkoba di Kota Depok. 

SETIAP 
- Tanggal 26 Juni, diperingati sebagai Hari Anti Narkotka Internasional (HANI), momentum ini bisa menjadi sarana yang cukup efektf untuk sosialisasi dan edukasi kepada warga masyarakat, akan bahaya peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba, khususnya bagi generasi muda, di Kota Depok. 

Pemerintah Kota Depok bersama elemen masyarakat, harus bersatu padu, saling bahu-membahu dalam membendung laju peredaran dan penyalahgunaan narkoba, karena dampak yang ditimbulkannya begitu luar biasa, sangat merusak, terutama bagi genereasi muda kita. 

Untuk menggali terkait hal tersebut, tim Parahyangan Post, berkesempatan berbincang dengan Anggota DPRD Prov.Jawa Barat, Dapil VIII (Kota Depok, Kota Bekasi) dari Fraksi Partai Manat Nasional (PAN), H.Hasbullah Rahmad, S.Pd, M.Hum, disela-sela acara senam sehat yang diikuti oleh 300 ibu-ibu dari berbagai komunitas senam yang ada di Kota Depok, yang diadakan oleh Baraya Care bersama mitranya dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang digelar di City Plaza (Ramayana) Kota Depok, Minggu (03/07/2022). 

Sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hasbullah Rahmad menyambut baik kegiatan ini, karena Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), menurutnya berlaku universal, untuk itu seharusnya pemerintah Kota Depok mensuport kegiatan semacam ini, sebagai bentuk perwujudan kita untuk melawan peredaran gelap dan penyelahgunaan pemakaian narkoba, khususnya  di Kota Depok. 

Dalam kesempatan tersebut Hasbullah juga menyampaikan, bahwa jumlah penduduk Kota Depok saat ini sudah mencapai kurang/lebih : 2,2 juta, dengan jumlah sebanyak itu ditambah sebagai penyanga ibukota tentunya Kota Depok juga menjadi pangsa pasar penyebaran narkoba yang cukup potensial. 

Nah, untuk itu menurutnya, ketika pemerintah, aparat kepolisian dan ormas-ormas itu bersatu,  maka ini menjadi kekuatan yang sangat dahsyat untuk memerangi dan membendung tingkat peredaran dan penyalahgunaan pemakaian Narkoba di Kota Depok. 

Dengan adanya kegiatan senam sehat yang dilaksanakan bersama pada pagi ini, ini sebagai salah satu perwujudan dalam rangka ikut berpartisipasi dalam mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat akan bahaya narkoba. Tentunya berbagai cara bisa dilakukan, bisa dengan olah raga, bisa melalui majelis taklim pengajian, bisa juga dengan kreatifitas lainnya. 

Jadi penyaluran bakat dan minat, lanjut Hasbullah Rahmad, itu ke hal-hal yang  positif, dan kalau sudah begini tidak akan ada yang  berani menyentuh Narkoba, karena sudah tau, itu akan menimbulkan penyakit, yang bisa merusak hati, merusak otak, merusak kesehatan,dll, dan akhirnya mereka akan memilih hal-hal yang positif, sebisa meungkin akan berusaha menghindari akan bahaya Narkoba. 

“Tetapi ini semua kan perlu dipraktekan, tidak cukup hanya dengan slogan spanduk “perang terhadap narkoba”,  itu saja tidak cukup,” ujar Hasbullah Rahmad, penuh semangat. 

Disisi lain, Hasbullah Rahmad juga mengingatkan bahwa seorang pemimpin itu juga harus mampu menunjukan suri tauladan yang kongkrit, terhadap kebijakannya untuk melawan maraknya penyalahgunaan narkoba khususnya di Kota Depok ini. 

Untuk itu perlu adanya tindakan nyata, mensuport simpul-simpul publik  yang melaksanakan kegiatan  positif,  karena dengan demikian jika kegiatan positif itu lebih banyak, ya Insya Alloh akan mengurangi kasus penyalahgunaan Narkoba ini. 

Bila perlu pemerintah kota juga membangun support center yang semua cabang olah raga ada disitu, anak-anak remaja, SD,SMP, SMA bisa olahraga disitu, sehingga mereka tidak akan menyentuh barang haram itu, karena ada saluran energi positifnya. 

Hasbulah Rahmad juga menegaskan, bahwa kita punya fasilitas, tetapi dari informasi yang saya dengar kemarin HANI (2022) tidak jadi dilaksanakan, ini ada apa. Harusnya ini menjadi triger, monetum HANI ini bisa menjadi triger pemerintah bersama elemen masyarakat dalam rangka memerangi penyalahgunaan Narkoba di Kota Depok, ujar anggota dewan Prov. Jawa Barat asal Kota Depok. 

“Ingat Narkoba itu bisa masuk di kalangan SD, SMP, SMA berarti dia akan masuk pada sendi regenerasi bangsa ini kedepan,” lanjutnya. 

Kalau kita tidak menjaga generasi muda kita dari sekarang,  gerenasi kita kedepan, 15 -  20 tahun yang akan datang akan menjadi tumpul otaknya, karena teracuni oleh barang haram ini. 

Nah, hari ini kita bertanggung jawab untuk ikut menyelamatkan generasi kita, anak cucu kita kedepan, kita harus bersama sama. Harusnya disuport kegiatan semacam ini, supaya Kota Depok bisa terbebas dari peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba. 

Dalam kesempatan itu Hasbulah Rahmad berharapan, agar anak  remaja yang potensial dan rawan dalam tanda kutip, akan terkontaminasi dalam penyalahgunaan Narkoba itu, bisa digali potensinya secara maksimal dalam bidang apapun dan salurkan kepada hal-hal yang positif. 

Jangan sentuh sama sekali barang haram ini, karena barang haram itu kalau sudah masuk ke tubuh kita, itu akan merusak otak, merusak kesehatan, dan yang paling parah merusak hati. 

Ketika seseorang sudah sakau, kecanduan, mau kalung, motor tetangapun di-embatnya, sudah tidak ada hati, nah itu sangat berbahaya. Sangat bahaya sekali buat generasi di Kota Depok ketika perederan narkoba ini tidak kita cegah dari sejak dini. 

Kedepan untuk Kota Depok, Hasbullah Rahmad sangat berharap,  mari jaga bersama sama sebagai kampung  kita, rumah kita untuk tidak boleh masuk beredar barang haram itu ke generasi kita, khususnya generasi, anak cucu kita di Kota Depok ini. 

Untuk itu menurut Hasbullah Rahmad perlu adanya kerjasama, baik anatar pemerintah dan semua stakeholder, mulai dari masyarakat, aparat perlu bekerja sama, karena bicara menyelamatkan generasi muda, ini kan menjadi tanggung jawab kita bersama. 

Dalam kesempatan tersebut selaku anggota dewan, Hasbullah Rahmad juga berpesan,  bagi keluarga yang ada di Kota Depok, selamatkan dan jaga keluarganya masing-masing, setelah itu naik dijaga lingkungan RT nya, naik menjaga lingkungan RW nya, baru setelah itu kita bebaskan narkoba ditingkat kelurahan, tingkat kecamatan, dan Insya Alloh se Kota Depok, akan bisa bebas dari peredaran barang haram, narkoba. 

Tetapi tentunya, ini semua harus dari bawah, mulai dari rumah tangga masing-masing untuk menjaga anak, keponakannya jangan sampai terkontaminasi dengan  barang haram ini, kalau tidak wah, repot. Ini barang kan bisa dikemas dalam berbagai bentuk rupa, kalau untuk anak SD misalnya, bisa dalam bentuk permen, dll. 

Menurut Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) yang pernah dua periode duduk sebagai anggota DPRD Kota Depok, dampaknya ketika Kota Depok itu sudah tercemar akan bahaya Narkoba pada generasi muda , pasti akan ada dampak lainnya, seperti kerawanan sosial, dan juga  kriminalitas meningkat. 

“Untuk itu, kita harus bertanggung jawab bersama, agar Kota Depok bisa terbebas dari bahaya narkoba,”pungkas Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hasbullah Rahmad. 

(ratman/pp)