Home Nusantara Tangani Pandemi, Ini Sejumlah Mitigasi yang Dilakukan Pemkab Purwakarta

Tangani Pandemi, Ini Sejumlah Mitigasi yang Dilakukan Pemkab Purwakarta

111
0
SHARE
Tangani Pandemi, Ini Sejumlah Mitigasi yang Dilakukan Pemkab Purwakarta

Keterangan Gambar : Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika (Foto : Agus S/PP)

PURWAKARTA [www.parahyangan-post.com] - Pelemahan sektor ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19 merupakan hal yang paling terasa. Pada muaranya, kondisi ini bisa mengganggu stabilitas sosial dan politik nasional. Pelemahan ekonomi tersebut salah satunya ditandai dengan terjadinya PHK besar-besaran, berbagai aktifitas industri terhenti dan aktifitas sektor perdagangan yang merosot tajam.

Mitigasi berbagai problem ekonomi tersebut menjadi langkah yang mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta. Selain bersama TNI dan Polri, Pemkab Purwakarta juga menggandeng sejumlah pihak untuk melakukan mitigasi-mitigasi dalam penanganan Covid-19 dan dampak yang ditimbulkan.

"Telah menjadi komitmen kami, bahwa ekonomi di wilayah pedesaan harus menjadi perhatian khusus yang merupakan kekuatan ekonomi mikro. Baik sektor pertanian, sektor peternakan serta UMKM," kata Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, Selasa (27/7/2021) lalu.

Namun demikian, bila dicermati pandemi Covid-19 ini ternyata mampu memberikan peluang yang sangat luar biasa bagi lahirnya potensi-potensi ekonomi baru non-konvensional.

Transaksi perdagangan melalui jejaring internet potensinya terus berkembang pesat.

"Aktivitas ekonomi dan industri bisa ditopang dengan bantuan tenaga mesin, berbagai aplikasi dan berbagai produk artificial intelligence lainnya.

Potensi lahirnya kreator dan enterpreneur dari kalangan milenial sangatlah terbuka lebar. Dalam hal ini, kita terus berupaya menangkap potensi pada peluang strategis tersebut," kata Ambu Anne.

Menurutnya, langkah itu juga sekaligus memantapkan kesiapan jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta dalam menghadapi Era Industri 4.0. Kata Ambu Anne, era tersebut ditandai dengan penerapan lima aspek teknologi yang menjadi kunci utama, yakni Internet of Things (IoT) atau mobilisasi data, (artificial intelligence/kecerdasan buatan), (human machine interface/pengoperasian mesin), teknologi robotic dan sensor, serta teknologi printing 3D.

"Era industri 4.0 merupakan isu yang sangat strategis yang harus siap dihadapi dan disukseskan. Terlebih lagi, isu itu sejalan dengan program strategis pemerintah yang diendorse langsung oleh Pak Airlangga Hartarto sejak menjadi Menteri Perindustrian hingga saat ini mengemban amanah sebagai Menko Perekonomian," ujarnya. 

Upaya Mitigasi Sosial 

Sementara, sejumlah langkah strategis untuk mengatasi berbagai isu sosial yang menjadi hak dasar publik terus disikapi oleh jajaran Pemkab Purwakarta diantaranya, memastikan pendistribusian bantuan sosial berlangsung efektif untuk mengatasi melemahnya kemampuan ekonomi rakyat.

"Selain itu, kita juga memastikan terus terselenggaranya pelayanan kesehatan masyarakat yang menjangkau semua masyarakat diseluruh penjuru Purwakarta," ujar Ambu Anne.

Sementara, dari sisi pendidikan, jajaran Pemkab Purwakarta juga berupaya agar proses pendidikan tetap terselenggara efektif dan bisa diakses semua peserta didik disemua jenjang pendidikan selama masa pandemi Covid-19. Dan memastikan hadirnya rasa aman selama masa pandemi Covid-19. Untuk itu menjadi sangatlah penting untuk terus bersinergi dengan TNI dan Polri.

"Untuk lingkup di pedesaan, sangatlah penting agar Karang Taruna didorong untuk terlibat langsung membantu Pemerintah Desa, Bidan/Manteri Desa, Bhabinsa/Bhabinkantibmas yang sedang berperang melawan Covid-19," ujarnya.

Sementara itu, menjelang pelaksanaan pemilihan Kepala Desa serentak di Kabupaten Purwakarta, sangatlah penting para calon kepala Desa memberikan pemahaman kepada masyarakat agar patuh terhadap PPKM.

Menutup, Ambu Anne mengatakan pihaknya, terus berupaya melakukan langkah-langkah pelibatan kaum agamawan secara strategis dalam penanganan Covid-19, seperti Forum Kerukunan Antar Umat Bergama. Mulai dari tingkat Kabupaten, Kecamatan, sampai dengan tingkat Pedesaan.  (*)

(Agus S/PP)