Home Seni Budaya Rissa Churria, Pendidik dan Penyair Bekasi Hadir dalam Pertemuan Penyair Nusantara XIV Aceh

Rissa Churria, Pendidik dan Penyair Bekasi Hadir dalam Pertemuan Penyair Nusantara XIV Aceh

Bersama Penyair 14 Negara

55
0
SHARE
Rissa Churria, Pendidik dan Penyair Bekasi Hadir dalam Pertemuan Penyair Nusantara XIV Aceh

Keterangan Gambar : Rissa Churria, Guru di Yayasan Pendidikan Islam Nurul Azhar, Setu, Bekasi ini mendapat undangan untuk menjadi bagian dari pertemuan sastra internasional yang berlangsung di Aceh pada 22–28 Juni 2026. PPN XIV menjadi ruang perjumpaan para penyair Nusantara dan dunia dalam merayakan kekuatan puisi, kebudayaan, serta nilai kemanusiaan. (sumber foto : ist/pp)

BANDA ACEH -Parahyangan Post  -   Nama Rissa Churria, pendidik sekaligus pegiat sastra asal Bekasi, turut mewarnai perhelatan besar Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV Aceh-Indonesia yang menghadirkan penyair dari 14 negara.

Guru di Yayasan Pendidikan Islam Nurul Azhar, Setu, Bekasi ini mendapat undangan untuk menjadi bagian dari pertemuan sastra internasional yang berlangsung di Aceh pada 22–28 Juni 2026. PPN XIV menjadi ruang perjumpaan para penyair Nusantara dan dunia dalam merayakan kekuatan puisi, kebudayaan, serta nilai kemanusiaan.

Rissa Churria dikenal sebagai sosok yang menjalani dunia pendidikan sekaligus aktif berkarya dalam bidang sastra dan seni. Ia merupakan pendidik, penyair, esais, prosais, sekaligus pelukis yang terus menghadirkan karya dengan berbagai warna kreativitas.

Dalam perjalanan kepenulisannya, Rissa telah menerbitkan 15 buku tunggal dengan beragam genre, di antaranya puisi, esai, cerita anak, hingga buku pedoman mahasiswa. Selain karya tunggal, ia juga telah berkontribusi dalam lebih dari 100 antologi bersama dengan penyair dari dalam dan luar negeri.

Kehadirannya di PPN XIV Aceh menjadi bagian dari perjalanan panjangnya dalam mempertemukan pendidikan, sastra, dan kebudayaan. Baginya, puisi bukan hanya karya kata, tetapi ruang untuk menyampaikan pengalaman, nilai kehidupan, dan suara kemanusiaan.

“Menjadi bagian dari perhelatan ini adalah sebuah penghargaan sekaligus tanggung jawab untuk terus merawat sastra. Puisi membawa kita bertemu, bukan hanya sebagai penyair, tetapi sebagai manusia yang berbagi rasa dan cerita,” ujar Rissa.

Pertemuan Penyair Nusantara XIV Aceh-Indonesia menghadirkan penyair dari berbagai negara seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Laos, Filipina, Kamboja, Vietnam, Myanmar, Timor Leste, Turki, Jepang, hingga Tasmania.

Dengan latar Aceh yang kaya sejarah dan budaya, PPN XIV menjadi momentum penting bagi para penyair untuk memperkuat jejaring sastra serta menjadikan puisi sebagai jembatan persahabatan antarbangsa.

Keterlibatan Rissa Churria dalam perhelatan ini menjadi salah satu catatan perjalanan seorang pendidik yang terus menanamkan nilai literasi dan kreativitas, baik di ruang kelas maupun melalui karya-karya sastra yang lahir dari kegelisahan dan perenungannya. - (rd/pp)