Home Hukrim Pleidoi Reza Artamevia Minta Bebas, Kuasa Hukum: Dakwaan Tak Terbukti di PN Jaktim

Pleidoi Reza Artamevia Minta Bebas, Kuasa Hukum: Dakwaan Tak Terbukti di PN Jaktim

181
0
SHARE
Pleidoi Reza Artamevia Minta Bebas, Kuasa Hukum: Dakwaan Tak Terbukti di PN Jaktim

Keterangan Gambar : Reza Artamevia (Foto : ist/pp)

JAKARTA [www.parahyangan-post.com] - Reza Artamevia dalam agenda pleidoi atau pembelaannya di PN Jaktim menyatakan dibebaskan dari segala tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). JPU sendiri telah menuntut mantan istri Adjie Massaid selama 1 tahun 6 bulan tentang kepemilikan narkotika golongan satu. 

Namun demikian, Leidermen Ujiawan sebagai tim kuasa hukum Reza Artamevia mengatakan kliennya tidak terbukti melanggar Pasal 127 Ayat (1) huruf a Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Karena nilai tidak terbukti, Reza Artamevia diminta untuk segera dibebaskan. 

" Kita menyatakan bahwa dakwaan kedua yang dituntut jaksa penuntut umum itu kita nyatakan tidak terbukti secara sah dan meyakinkan. Itu kita minta terdakwa dibebaskan," ujar Leidermen, Kamis (3/6/2021). 

Kejanggalan saat penangkapan oleh polisi juga diutarakan oleh Leidermen. Sebab, setelah menjenguk Gatot Brajamusti di Lapas Cipinang kliennya digeledah petugas di Long Black Coffe, Balimester, Jatinegara, Jakarta Timur. 

Kemudian dia menjelaskan, Reza sengaja dijebak pada saat itu karena hanya dua orang saksi yang melihat hal itu diantaranya Gatot Brajamusti dan Oktaviani. Diketahui, penyanyi Reza Artamevia ditangkap Polda Metro Jaya sekitar bulan September 2020 lalu dengan barang bukti narkotika berat brutto 0,78 gram sejenis sabu-sabu. 

" Sedangkan di unsur Pasal 127 huruf (a) itu tadi, itu-kan ada unsur-unsurnya penggunaan narkotika yaitu yang dimaksudkan bahwa terdakwa harus dibuktikan. Dia (Reza) menggunakan atau memakai atau tidak pada saat kejadian dia tidak sedang memakai," ungkapnya. 

Lepas dari itu, Leidermen menambahkan, kliennya pernah berjasa bagi bangsa dan negara melalui karyanya sebagai penyanyi. Dia berharap keadilan dapat diperoleh di PN Jaktim. Sesuai dengan edaran Mahkamah Agung, kata kuasa hukum Reza, dibawah satu gram sabu-sabu harus menjalani rehabilitasi. 

Pertimbangan lainnya, terdakwa juga memiliki buah hati dan membutuhkan bimbingan serta biaya dari Reza Artamevia. Namun, kliennya juga telah menjalani rehabilitasi narkotika selama 8 bulan lebih. 

" Saya berharap hakim masih punya hati nurani dan bisa memutus seadil-adilnya. Dengan melihat Reza sudah sehat, dia juga masih bisa berkarya dia juga punya anak punya tanggungan mudah-mudahan hakim berpihak ke kita," jelas kuasa hukum. 

Reza Artamevia diancam pidana dalam Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI No 35 Tahun 2009 dan Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

(didi/pp)