Home Opini Kisah Sebuah Negeri yang Sedang Terjebak, KASIHAN!!

Kisah Sebuah Negeri yang Sedang Terjebak, KASIHAN!!

94
0
SHARE
Kisah Sebuah Negeri yang Sedang Terjebak, KASIHAN!!

Oleh: H. J. Faisal *)

RASA PUTUS ASA - Itu semakin terlihat. Banyak sudah korban rakyat yang berjatuhan. Korban dari kuatnya tangan-tangan jahat yang bersatu padu di dalam mengembangkan dan membesarkan kerajaan mereka, di dalam satu tatanan dunia baru.  Korban dari kebodohan para operator sebuah negeri yang ternyata sedang berada di bawah kekuasaan tangan-tangan jahat tersebut. 

Kasihan sekali memang, negeri itu jelas-jelas telah terperangkap ke dalam tiga jebakan yang dipasang oleh para penguasa dunia baru. Ya, negeri itu telah terjebak ke dalam jaring ekonomi gurita, negeri itu telah terjebak ke dalam jaring pemerintahan laba-laba, dan negeri itu telah terjebak ke dalam jaring fitnah agama. 

Ingin lepas dari tiga jebakan jaring tersebut pastinya bukan hal yang mudah. Jaring jebakan yang pertama adalah jaring jebakan pemerintahan laba-laba. Diangkatlah seorang pemimpin negeri dan para pembantunya oleh para penjebak tersebut. Seakan-akan pemimpin negeri dan para pembantunya tersebut adalah pemimpin yang dikehendaki rakyatnya. Tetapi sebenarnya mereka adalah boneka-boneka para penjebak  yang telah mereka tentukan sebelumnya. 

Setelah negeri tersebut mempunyai pemimpin boneka yang ideal, maka jebakan berikutnya adalah jebakan dengan menggunakan jaring ekonomi gurita. Terbukti,  jaring ekonomi gurita telah membuat negeri itu bertekuk lutut di bawah kemauan dan kepentingan korporasi global. Contoh modus operandi jebakan yang sedang trend saat ini, misalnya, korporasi global tersebut berteriak bahwa negeri itu telah menjadi episentrum penyakit atau virus yang sebenarnya dibuat oleh para korporasi itu sendiri. Kemudian korporasi global tersebut kompak tampil sebagai pahlawan yang memberikan penawar dari penyakit akibat virus buatan mereka sendiri.  

Akhirnya terjadilah segalam macam kesulitan yang diderita oleh rakyat negeri tersebut. Maka tampillah kembali korporasi global yang lain yang tampil seolah-olah membantu, tetapi sebenarnya sedang memasang perangkap jebakan yang lain. No Way Out adalah prinsip mereka untuk menjebak dan menerkam mangsanya. 

Agar mangsanya tidak terlepas dari suasana kisruh terus menerus, maka para penjebak dari tatanan dunia baru ini, kembali memasang perangkap dalam hal keagamaan. Ya, masalah agama dan keyakinan adalah masalah yang sangat krusial dan sensitif yang dapat dengan mudah menjadi pemicu perpecahan, terutama di negeri-negeri dunia ke-3. Dapat dianalogikan seperti daun kering yang dikumpulkan, dan akan sangat mudah terbakar meskipun hanya disulut dengan api yang kecil. 

Rendahnya tingkat pendidikan, rendahnya pemahaman terhadap agama mereka sendiri, serta masalah kedewasaan berpikir yang masih agak terbelakang, merupakan kelemahan-kelemahan yang dimiliki oleh rakyat negeri tersebut, yang sangat terlihat jelas oleh para penjebak. 

Jika semua jebakan tersebut telah dipasang dengan sempurna seperti itu, dan rakyat di negeri itu masih belum sadar juga bahwa mereka telah masuk ke dalam perangkap, maka terjadilah sebuah kenyataan yang sedang terjadi di negeri yang malang tersebut. 

Solusinya? Biarlah rakyat negeri itu yang mencari solusinya, dan  berusaha sendiri untuk menyadarkan diri mereka masing-masing, bahwa sesungguhnya mereka telah terperangkap dan telah siap menjadi santapan makan malam para penjebak. 

Kita sebagai rakyat Indonesia, mari berdoa bersama agar rakyat negeri tersebut menjadi sadar, dan dapat bersatu padu untuk keluar dari jebakan dan perangkap yang sedang membelit negeri mereka.

Wallahu’allam bisshowab

Jakarta,   6 Agustus 2021

*) Penulis adalah Pemerhati Pendidikan/ Mahasiswa Doktoral Pascasarjana UIKA, Bogor/ Anggota Majelis Pendidikan Pusat Al Washliyah.