Home Disaster Jhony: Tidak Benar 20 Karyawan TJ Meninggal Gegara Covid

Jhony: Tidak Benar 20 Karyawan TJ Meninggal Gegara Covid

Perintah Gubernur DKI untuk Melindungi Karyawan BUMD sangat Jelas

179
0
SHARE
Jhony: Tidak Benar 20 Karyawan TJ Meninggal Gegara Covid

Keterangan Gambar : Direktur Utama PT TranJakarta Sardjono Jhony Tjitrokusumo mengatakan tidak benar 20 orang karyawannya meninggal gegara Covid-19.

Jhony: Tidak Benar 20 Karyawan TJ Meninggal Gegara Covid

Perintah Gubernur DKI untuk Melindungi Karyawan BUMD sangat Jelas

Jakarta, parahynagan-post.com- Direktur Utama PT TranJakarta Sardjono Jhony Tjitrokusumo mengatakan tidak benar 20 orang karyawannya meninggal gegara Covid-19. Pernyataan tersebut  disampaikan  Jhony pada konprensi pers virtual Senin, 26/7, sore.

“Berdasarkan data yang akurat, sampai kemaren (Minggu 25/7-red), karyawan TransJakarta yang meninggal hanya 14 orang. Sementara yang masih menjalani isolasi, sebanyak 201 orang,” tegas Jhony.

Sebelumnya beredar informasi yang disampaikan oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, bahwa terdapat 20 orang karyawan perusahaan BUMD DKI itu meninggal. Iqbal pun  meminta Gubernur DKI Anies Baswedan memanggil Dirut TransJakarta itu karena dinilai gagal melindungi karyawannya dari gempuran Covid-19.

Ketat

Lebih jauh Jhony mengatakan, perlindungan terhadap karyawannya sudah sangat maksimal.  Jam kerja disesuaikan dengan kondisi. Ada yang bekerja dari  rumah (WFH - Work From Home). Tetapi yang harus di lapangan.(WFO) karenba tugasnya memang melayani masyarakat di situ.

“Jumlah penumpang pun dikurangi hingga setengahnya. Jika pada hari biasa (sebelum penerapan PPKM-red) PT. TransJakarta mengangkut sekitar 480.000/ hari maka di saat pelaksanaan PPKM hanya 220.000 orang,” jelasnya.

Untuk melindungi karyawan, lanjut Jhony, pihaknya melakukan tes PCR SWAB 200 orang/hari. Bahkan bisa sampai 400 orang/hari.

“Bagi yang positif langsung kita isolasi. Baik di RS, hotel maupun di rumah masing-masing. Makanya saya  menghimbau kepada seluruh karyawan agar tidak sungkan melakukan test. Minimal seminggu sekali, atau seminggu 2 kali. Tidak usah malu jika ketahuan positif covid. Covid tidaki aib, kok,” tegasnya.

Perlindungan, lanjut Jhony,  tidak hanya untuk karyawan tetapi juga kepada penumpang.

“Petugas kita selalu mengingatkan agar penumpang menerapkan Prokes dengan ketat.  Memakai masker, menjaga jarak, tidak berkerumun saat antrian dan mencuci tangan. Bahkan tidak jarang petugas kita mendapat respon kurang baik dari penumpang. Tetapi petugas kita tetap persuasif,” tambahnya.

Tidak Relevan

Terkait pernyataan Ketua KSPI yang meminta agar Gubernur DKI melakukan kunjungan atau sidak ke perusahaan yang ia pimpin, Jhonny,mengatakan permintaan itu tidak relevan.

“Untuk apa ada Dirut, untuk apa ada direksi di BUMD. Kalau pak gubernur ikut juga mengurusnya juga di lapangan. Ingat, ya tugas Gubernur kita sudsah sangat berat. Banyak sekali yang harus Beliau selesaikan. Jadi saya kira permintaan itu tidak relevan,” tandasnya.

Gubernur DKI Anies Baswedan, lanjut Jhony, sudah sangat jelas memberikan arahan dalam untuk melindungi karyawan BUMD. Yang pertama,  selamatkan yang belum terpapar. Kedua, selamatkan yang sudah terpapar. Dan yang ketiga, penuhi kebutuhan  yang menjalani isolasi.

“Sepuluh menit sejak Pak Gubernur memberikan instruksi, kami (seluruh pimpinan BUMD DKI-red) langsung menjalankannya. Tidak main-main. Kita sangat peduli kepada keselamatan karyawan kita,” tegasnya.

Jhony pun menghimbau kepada masyarakat atau kelompok masyarakat agar berhati-hati menyampaikan pernyataan agar tidak bias dan menimbulkan keresahan.

“Sangat sedih kehilangan orang-orang yang kita sayangi. Kehilangan rekan-rekan kerja yang selama ini selalu berdampingan. Maka marilah kita tunjukan rasa simpati kepada mereka. Tidak membuat suasana  semakin tidak nyaman,” pintanya.***  (aboe/pp)