Home Disaster BNPB terima bantuan 5 unit Ambulans dari Grup Astra

BNPB terima bantuan 5 unit Ambulans dari Grup Astra

127
0
SHARE
BNPB terima bantuan 5 unit Ambulans dari Grup Astra

Keterangan Gambar : Penyerahan bantuan 5 unit Ambulans secara langsung oleh Presiden Direktur Asuransi Astra Rudy Chen. Penyerahan ini diterima oleh Kepala BNPB sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Letjen TNI Ganip Warsito di Gedung Graha BNPB, Jakarta Timur, Minggu (8/8). (Foto : Komunikasi Kebencanaan BNPB/pp)

JAKARTA [www.parahyangan-post.com] – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerima bantuan 5 unit Ambulans dari Grup Astra, yang diinisiasi oleh PT Astra International Tbk, PT Asuransi Astra Buana, dan PT Toyota Astra Motor. 

Pemberian bantuan ini diserahkan oleh Direktur Astra International Tbk Gita Tiffani Boer melalui daring. Penyerahan bantuan ini diterima oleh Kepala BNPB sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Letjen TNI Ganip Warsito di Gedung Graha BNPB melalui Presiden Direktur Asuransi Astra Rudy Chen, Jakarta Timur, Minggu (8/8). 

Bantuan ini merupakan bentuk nyata para pihak terutama dunia usaha untuk ikut serta dalam upaya penanganan Covid-19. Dapat dilihat bahwa peran elemen konsep Pentahelix dapat bersinergi dan kolaborasi secara baik, demi tercapainya percepatan penanganan pandemi di tanah air. 

Dalam sambutannya, Ganip menyampaikan apresiasi kepada PT Astra International Tbk atas perhatian dan kepedulian yang tinggi terhadap penanganan Covid-19 di tanah air. 

"Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada PT Astra International Tbk, atas perhatian dan kepedulian yang tinggi terhadap penanganan Covid-19 di tanah air," kata Ganip. 

Menurut Ganip, kecepatan penanganan pasien juga merupakan hal yang perlu ditingkatkan. Terkait dengan kecepatan penanganan pasien ini, keberadaan dan fungsi ambulans sangat penting. Terlebih lagi, ambulans juga digunakan sebagai penyambung moda transportasi bagi pasien yang mengalami kondisi memburuk ketika sedang melakukan isolasi mandiri. 

"Hal ini sangat penting, agar kita dapat memastikan bahwa mereka yang melakukan isolasi mandiri terpantau kesehatannya, jika terjadi pemburukan bisa segera ditangani oleh fasilitas kesehatan terdekat sesuai dengan tingkat gejala yang dialami," kata Ganip. 

Menurut hasil peninjauan dilapangan, Ganip menyampaikan diantara kendala yang dihadapi oleh masyarakat yang isoman maupun yang isolasi di tempat isolasi terpusat yaitu kurangnya sarana ambulans sebagai moda transportasi para pasien yang memerlukan dukungan transportasi ketika memerlukan penanganan darurat. Direncanakan bantuan ambulans ini akan dialokasikan bagi tempat isolasi terpusat yang berada di Jakarta, Solo dan Yogyakarta.

(rat-as/pusdatinkomben/PP)