Seni Budaya

Apresiasi film

TV Budaya Selenggarakan Festival Film Pendek

Administrator | Senin, 17 Juni 2019 - 06:21:13 WIB | dibaca: 483 pembaca

Dari kiri ke kanan: Direktur Program TV Budaya Anas Tholany, Pimpinan Umum TV Budaya Sigit Gunarso, Sutradara Terkemuka Indonesia Dedi Setiadi dan Foxy. (foto Ismail Lutan)

Jakarta, parahyangan-post.com TV Budaya yang berkantor di Komplek Taman Mini Indonesia Indah (TMII) akan menyelenggarakan Festival Film Pendek, berdurasi  7 menit, dengan mengambil tema “Museum di Kotaku”. Hal tersebut disampaikan Pimpinan TV Budaya Sigit Gunarso, didampingi Direktur Program Anas Tholany usai mengadakan pertemuan dengan sutradara kondang Dedi Setiadi, di kantornya Minggu, 16/6.

“Fesival Film Pendek ini terbuka untuk umum dan bisa direkam dengan kamera ponsel. Jadi tidak memerlukan peralatan sinematografi yang canggih,” tutur Sigit kepada parahyangan-post.com.

Lebih jauh Sigit yang juga Sekjen Asosiasi Museum Indonesia (AMI) mengatakan festival ini bertujuan antara lain  mengajak masyarakat mencintai museum karena museum adalah kekayaan  nasional yang  sangat penting artinya bagi identitas sebuah bangsa.

“Jumlah museum di Indonesia sangat banyak. Lebih dari 600 buah, dengan koleksi yang beragam dan tersebar diseluruh tanah air. Namun sayangnya, saat ini  masih banyak masyarakat yang belum mengetahui keberadaan museum  di kotanya,” tambah Sigit.

Makanya, lanjut Sigit,  dengan festival film pendek ini, pihaknya  berharap masyarakat akan lebih mengenal keberadaan dan spesifikasi museum-museum yang berada di daerahnya.

“Maka kami mengadakan festival yang  dapat diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat. Jadi bukan orang film saja yang bisa ikut, tetapi  masyarakat umum yang paling  awam sekali pun, terutama para pelajar pun  bisa. Sekarang kan semua orang kan sudah punya ponsel,” tambah Sigit.

Sangat penting

Sementara itu Sutradara kondang Dedi Setiadi mengatakan festival film pendek ini sangat bagus untuk memancing animo masyarakat agar mengenal dan mengunjungi museum yang ada di daerahnya.

“Kita ini sangat kaya, museum kita banyak dan beragam. Namun sayang belum dimanfaatkan dengan baik dan menjadikannya sebagai sumber ilmu, sehingga museum itu seperti kuburan. Sepi pengunjung dan seolah-olah tidak terawat,” tuturnya kepada parahyangan-post.com.

Kondis ini, lanjut Sutradara film Siti Nurbaya yang fenomenal  ini,  sangat berbeda dengan negara-negara maju. Di negara maju museum menjadi sumber utama untuk mencari dan menggali ilmu. Museumnya selalu ramai, bahkan banyak yang dijadikan sebagai setting film berlatar sejarah.

Menurut Dedi, kalau potensi museum digali maka  Indonesia tidak akan kehabisan bahan untuk  membuat film-film berlatar sejarah yang bagus.

Sebagai contoh, lanjut Dedi,  mengenai keris. Indonesia mempunyai banyak museum keris. Salah satu yang langka adalah keris Pangeran Diponegoro.

“Keris Pangeran Diponegoro ini sangat dahsyat. Bayangkan hanya dengan keris Beliau berperang melawan Belanda yang saat  sangat kuat dan adidaya, yang  memiliki persenjataan militer tercanggih di zamannya. Lima tahun lamanya Diponegoro tidak terkalahkan dan tidak banyak orang yang tahu, sebenarnya Pangeran Diponegoro tidak menyerah kepada Belanda,” tutur Dedi.

Selain keris, lanjut Dedi,  banyak lagi koleksi museum tanah air yang jika difilmkan  akan menghasilkan karya-karya yang cukup bagus. Makanya dirinya sangat antusias dengan festival film pendek “Museum di Kotaku” ini dan siap terlibat secara penuh.

Sementara itu Direktur Program TV Budaya Anas Tholany menjelaskan Festival Film Pendek “Museum di Kotaku” adalah program terbaru dari TV Budaya.

“Selain Festival Film Pendek ini kami juga akan menggarap Festival Citarum Harum. Citarum Harum adalah proyek pemerintah untuk merevitalisasi sungai  Citarum. Kami akan mencoba mengambil dari sisi budaya dan kekarifan lokal masyarakat sepanjang aliran sungai. Karena revitalisasi sungai akan sia-sia jika tidak mengubah mindset (pola pikir) masyarakat yang terbiasa membuang sampah ke sungai,” tutur Anas.*** (aboe)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)