Seni Budaya

Situ Patenggang van Magetan

Administrator | Senin, 11 Februari 2019 - 08:36:27 WIB | dibaca: 376 pembaca

Jika mencari nuansa sejuk dingin berkabut antara perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, maka spot yang dituju tidak lain dan tidak bukan adalah Magetan sebuah kota masuk dalam Kabupaten Ngawi Propinsi Jawa Timur. Setelah melewati alur punggung gunung dari arah Tawang Mangu ujung perbatasan Propinsi Jawa Tengah, ke Jawa Timur, kita akan masuk wilayah Magetan Jawa Timur dengan ditandai barisan pohon cemara yang bersusun dipuncak gunung Lawu, inilah daerah yang oleh masyarakat sekitar disebut sebagai cemoro sewu  jika diartikan kedalam bahasa Indonesia mempunyai makna  seribu pohon cemara, di sela sela ribuan pohon cemara ini,  dari dulu dijadikan tempat camping ground yang jadi incaran para pecinta petualang di alam terbuka untuk hidup bebas sembari membuka tenda diselimuti udara dingin berkabut yang akrab setiap saat hadir menyelimuti area.

Mirip melewati kawasan Jawa Barat menuju Situ Patenggang, kawasan Ciwidey banyak ditemui petani strawbery yang memang tumbuh subur didaerah dingin, maka Magetan Cemoro Sewu lah tempatnya. 

Barisan tanaman Strawbery yang ditanam dalam karung berjejer rapi dengan buah berwarna merah mungil menggoda setiap mata yang memandangnya.

Terus ke atas melewati jalan yang hitam mulus, masih diselimuti udara dingin berkabut walaupun tengah hari bolong sekalipun, di sebelah kanan berdiri bangunan lesehan pedagang  sate mulai dari yang lazim sate ayam,  kelinci dan yang unik sate daging landak.

Landak binatang berduri mirip tikus besar bernama latin hystrix brachyura dagingnya di jadikan sate dan dijadikan kuliner ekstrim bisa ditemui di daerah ini.

Cukup merogoh kocek seharga 30ribu per porsi anda sudah bisa menikmati sate landak yang sensasional ini.

Puas mencoba aneka sate, kita lanjut menelusuri jalan berliku tanjakan dan turunan sama dengan suasana ciwidey menuju Situ Patenggang Jawa Barat.

Kita akan sampai juga akhirnya di sebuah "Situ"  bahasa sunda yang jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti Telaga kemudian oleh lidah masyarakat Jawa Tengah disebut Tlogo pasir putih.

Inilah kemudian yang terkenal dengan sebutan Telaga Sarangan sebuah area tujuan wisata telaga atau situ yang masuk wilayah Magetan.
Mirip dengan keadaan Situ Patenggang yang menyajikan nuansa air, lengkap dengan fasilitas sarana transportasi berupa perahu, maka di Telaga Sarangan perahu yang tersedia berupa boat berkapasitas 4 orang plus 1 orang pengemudi nya yang dengan senang hati bersedia menghentikan perahu boat nya mencari spot yang menarik untuk sekedar ber foto ria.

Biaya sewa perahu boat untuk sekali putaran mengelilingi Telaga sebesar 60ribu rupiah dengan jarak waktu jelajah tidak lebih dari 15menit.
Disisi danau yang mengelilingi telaga ini di sediakan track untuk dilalui para penunggang Kuda sewaan, kendaraan bermotor atau sekedar berjalan kaki mengitari tepi telaga yang berjarak sekitar 3 KM.

Seperti biasa jika kita memasuki daerah tujuan wisata lainnya, disepanjang putaran Telaga kita bisa membeli buah tangan dari makanan khas, kaos dan topi bertuliskan nama tempat, serta cendera mata berupa flora berbagai tumbuhan tanaman Anggrek, hasil kebun buah dan sayuran, juga di jual rangkaian bunga langka Eidelwes yang sudah diberi vas tinggal ditaruh di lemari pajangan sebagai kenangan darimana ia diperoleh. 

Ternyata diantara perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur ada DTW mirip sekali dengan keberadaan DTW di Jawa Barat yang bernama Situ Patenggang.

Maka tidaklah berlebihan jika judul dari tulisan ini adalah Situ Patenggang van Magetan.
Bersama anak anak penghafal Al Qur'an Yayasan Semesta Al Qur'an penulis ber akhir pekan.... aaaah...










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)