Hukrim

Dugaan Intoleransi

Sam Aliano Laporkan Metro TV ke KPI

Administrator | Kamis, 07 Desember 2017 - 05:47:34 WIB | dibaca: 48 pembaca

Sam Aliano

Jakarta, parahyangan-post.com-Berdasarkan pernyataan narasi siaran Metro TV yang menyebut peserta Aksi Reuni 212 adalah kaum intoleransi yang merayakan kemenangan dari praktek intoleransi membuat peserta aksi dan masyarakat lainnya tersinggung dan marah. Salah satu peserta aksi yakni Ketua Umum DPP Pengusaha Indonesia Muda Sam Aliano merasa tersinggung dan terhina dengan siaran Metro TV tersebut.

Untuk itu, Sam Aliano dan masyarakat peserta aksi lainnya melaporkan siaran Metro TV tersebut ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Jakarta Pusat, Selasa (5/12/2017). Sam Aliano membawa barang bukti berupa flash disk dan foto tayangan yang disiarkan Jumat (2/12/2017) Jam 7 pagi. Sam Aliano membantah narasi di siaran Metro TV karena tidak merasa merayakan intoleransi atau berpolitik.

 

Sam meminta Metro TV segera mengklarifikasi siapa pihak- pihak yang disebut intoleransi dan siapa yang menjadi korbannya. Karena kata intoleransi dapat menimbulkan kesalahpahaman serta dapat  memecah belah masyarakat dan Bangsa Indonesia, tegasnya. Metro TV terindikasi telah melanggar hukum dan kode etik jurnalistik.

"Kami meminta KPI memediasi antara kami dan Metro TV karena ada indikasi melakukan kebohongan publik dan pernyataan palsu, serta fitnah. Kami meminta KPI segera bertindak tegas untuk memberikan sanksi pada Metro TV, dan meminta maaf secara terbuka dan resmi kepada rakyat Indonesia karena hal ini bukan yang pertama kali dilakukan oleh Metro TV, hal demikian sering dilakukan setiap ada aksi-aksi besar yang dilakukan oleh Ummat Islam semoga ini yang terakhir," pungkasnya. (fri)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)