Nusantara

Peristiwa Pengeboman di Gereja, KPI Ingatkan Media Penyiaran Ikuti Aturan di P3SPS

Administrator | Senin, 14 Mei 2018 - 13:09:07 WIB | dibaca: 42 pembaca

Yuliandre Darwis, Ketua KPI Pusat (foto : ist)

Jakarta, Parahyangan Post - Menyikapi peristiwa pengeboman di Gereja yang terdapat di Surabaya, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengimbau pada lembaga penyiaran, khususnya televisi, untuk tetap menaati Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) KPI 2012. 

Pasal 23 SPS KPI menyebutkan larangan munculnya adegan kekerasan, termasuk menampilkan manusia atau potongan tubuh yang berdarah-darah, terpotong-potong dan atau kondisi yang mengenaskan akibat dari peristiwa kekerasan. 

KPI juga mengimbau lembaga penyiaran, televisi dan radio, untuk mengutip informasi dari narasumber yang terpercaya dan institusi yang berwenang. 
Lembaga penyiaran punya kewajiban menyiarkan berita yang akurat di tengah masyarakat, dengan tetap mengedepankan prinsip2 jurnalistik dan regulasi penyiaran yang ada. Jangan sampai masyarakat menerima teror berulang, karena munculnya informasi dan berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
KPI mengingatkan pula, bahwa televisi dan radio  harus menjadi perekat sosial antar masyarakat, untuk menjaga situasi lebih kondusif.

Ketua KPI Pusat
Yuliandre Darwis










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)