Polkam

Pilkada Jabar

Pengamat IPI: Duet Dedi Mulyadi - Deddy Mizwar Tandem Ideal

Administrator | Senin, 01 Januari 2018 - 11:26:38 WIB | dibaca: 313 pembaca

Jerry Massie (foto fri)

Jakarta, parahyangan-post.com-Barangkali, jika dipasangkan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dengan wakil gubernur Jabar Deddy Mizwar, merupakan pasangan yang tepat.

Hal tersebut diungkapkan pengamat politik Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie di kantornya kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara, Minggu Malam, (31/12/2017).

"Ini tandem politik ideal, dengan dukungan Partai Demokrat 12 kursi ditambah Partai Golkar 17 kursi maka sudah melampaui 20 kursi sebagai syarat KPUD," tegas Jerry.

Lawan berat Dedi tak lain kata Jerry adalah  Ridwan Kamil. Survei yang dilakukan Indo Barometer pada November lalu, Ridwan meraih 41.6 persen, Dedi Mulyadi meraih 18.9 persen, Deddy Mizwar meraih 14,2 persen, Dede Yusuf meraih 2.9 persen, Abdullah Gymnastiar meraih 2,4 persen. Sedang yang belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab angka 16.9 persen.

Dan disatu sisi ada keuntungan politik, jika disatukan suara Dedi Mulyadi dan Deddy Mizwar ini.

"Pemilih di Jabar paling tinggi di Indonesia yakni 33 juta pemilih, jadi saya lihat ini akan panas seperti di DKI Jakarta. Peluang menang cukup terbuka apalagi calon lawan yang diusung PKS, Gerindra dan PAN yakni Mayjen Sudrajat tak terlalu 'berbahaya'," ucapnya.

Peluang Dedi Mulyadi lebih besar. Apalagi kasus-kasus suap di Bandung yang tinggi yang menurunkan elektabilitas RK.

Menurut pengamat yang pernah meneliti politik di Amerika Serikat ini, Dedi Mulyadi mewakili pemilih nasional-rasional-budaya sedangkan Deddy Mizwar akan menggaet suara tokoh agama yakni para ulama, pemilih dari pesantren, dan male voters (pemilih laki-laki) di atas 60 tahun.

Di satu sisi jelasnya, ada keuntungan politik, jika disatukan suara Dedi Mulyadi dan Deddy Mizwar ini.

Jerry pun memprediksi akan ada 3 calon Gubernur yang akan bertarung di Pilkada Jabar. Pertama, Mayjen Sudrajat sudah pasti (Gerindra, PKS, PAN), Kedua, Dedi Mulyadi atau Deddy Mizwar (PG/PD) serta Ridwan Kamil yang akan di usung Nasdem. Barangkali PDIP akan mengusung Ridwan.

"PDIP sendiri punya 20 kursi di DPRD, jadi berhak punya tiket tanpa berkoalisi. Otomatis Anton Charliyan bakal menjadi calon pendamping Ridwan," ujar dia.

Peluang Dedi Mulyadi lebih besar untuk menang ketimbang. Apalagi suap di Bandung yang tinggi yang menurunkan elektabilitas serta akseptabilitas RK.

Bayangkan jumlah followers RK di twitter dan instagram turun drastis dari 1 juta, turun ke 800 ribu followers, 101.684 jeblok ke 76.864 ribu, dan 27.164 ribu," kata Jerry.

Ini menurut dia, akan sangat berpengaruh pada Pilkada pada 2018 mendatang.

Untuk posisi Gubernur ujar Jerry, Dedi Mulyadi yang lebih cocok dan pantas lantaran dia sudah banyak makan asam garam 2 kali memimpin Purwakarta, tapi ini tinggal diputuskan partai," pungkasnya.***(fri)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)