Edukasi

Dakwah Islamiyah

Parmusi Undang Ketua MPR Buka Jambore Dai

Administrator | Jumat, 05 Januari 2018 - 10:06:20 WIB | dibaca: 169 pembaca

Dari kiri ke kanan: Ketua Umum Parmusi H. Usamah Hisyam, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dan Sekjen Parmusi Ust. Abdurrahman Syagaff. foto (prmi)

Jakarta, parahyangan-post.com-Meski masih lama, Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) sudah ‘memboking’ ketua MPR RI Zulkifli Hasan untuk membuka Jambore dai.

Jambore tersebut akan digelar September 2018 bersamaan dengan Milad (hari ulang tahun) Parmusi ke 19. Sedangkan tempatnya belum dipastikan.

Hal tersebut disampaikan Sekjen Ust Abdurrahman Syagaff saat  mendampingi Ketua Umum H. Usamah Hisyam bersilaturrahmi dengan Ketua MPR di Jakarta Rabu (3/12/2018).

Menurut Syagaff, sejak dipimpin Usamah Maret 2015 lalu, Parmusi sudah mencanangkan paradigma baru dari political oriented menuju dakwah oriented.  Dengan paradigma baru tersebut, Parmusi sebagai ormas Islam tak lagi menjadi kekuatan politik partai tertentu. Sebaliknya Parmusi menjadi Connecting Moslem dengan mewujudkan dakwah sebagai suatu gerakan nasional. Gerakan dakwah tersebut difokuskan dalam peningkatan imtaq, pemberdayaan sosial, kemandirian ekonomi, dan pendidikan ummat.

Sementara itu, Ketua Umum Parmusi Usamah Hisyam menambahkan, dengan perubahan paradigma baru tersebut, kader-kader Parmusi diharapkan lebih militan dalam berjihad fisabilillah untuk menegakkan izzul islam wal muslimin.

"Dengan berdakwah, Rasulullah dapat membangun kejayaan Islam," ujar Usamah.
Sebab itu, Usamah meminta seluruh kader Parmusi tak perlu risau bila Parmusi tak lagi fokus dalam politik praktis. Karena Kekuasaan politik bisa diperoleh dengan berdakwah.

Dalam pertemuan dengan Ketua MPR RI, Usamah mengungkapkan kerisauannya karena ada pihak pihak tertentu di lingkaran kekuasaan yang selalu menyudutkan umat Islam seakan akan tidak toleran dan anti NKRI.
Dikatakan, untuk merealisasikan gerakan dakwah tersebut, dalam tiga tahun tetakhir Parmusi melaksanakan program nasional, yakni merekrut, mendidik, dan menempatkan dai-dai pelaksana di tingkat kecamatan, setidaknya 5 dai per kecamatan (one districk five dais programme). 

Pada akhir 2018 Parmusi menargetkan telah memiliki 35.000 dai yang tersebar di 70.000 kecamatan Seluruh Indonesia. Para dai tersebut ditugaskan untuk membangun Desa Madani yang  dibina Parmusi. "Insya Allah Jambore Nasional Dai Parmusi akan dihadiri 3.500 dai Selindo, sekitar 10% dari dai yang ada," kata Syagaff.*** (boe)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)