Hukrim

Para Pendukung di Larang Masuk ke Gedung KNPI

Administrator | Minggu, 21 April 2019 - 14:02:13 WIB | dibaca: 328 pembaca

JAKARTA, Parahyangan-post.com - Massa pendukung peserta Pemilu 2019 saling adu mulut untuk dapat memasuki Gedung KNPI Rawa Mangun, Jakarta Timur. Namun, dipintu masuk petugas kepolisian tidak memperkenankan para pendukung untuk melintas masuk dengan alasan harus melengkapi diri dengan nametag atau tanda pengenal khusus. 

Inspektur Satu Polisi (Iptu) Alim, S menjelaskan bila pengunjung masuk dia tidak melarang dengan syarat mengenakan tanda pengenal. 

" Yang ada nametag saya tidak melarang siapapun masuk," kata petugas kepolisian dipintu gerbang, Sabtu (20/4/2019).

Kemudian, saling debat antar petugas tidak terhindarkan masing-masing pendukung calon peserta Pemilu 2019 memaksa masuk tempat penyimpanan suara. Salah satu diantara pendukung dan simpatisan mengatakan dirinya ingin masuk untuk mengawal surat suara. 

Atas tindakan penolakan masuk tersebut, kata pria bersafari itu menilai ada kejanggalan. Didepan gerbang masuk dia lalu menyebutkan kedatangannya bersama rekan-rekan tidak membuat rusuh apalagi makar tetapi pria itu menegaskan ingin mengawal surat suara pemilu. 

" Kita nggak bikin rusuh, kita nggak bikin makar suara kita ada didalam kita kawal," tegas pria tersebut. 

" Aneh ini ada apa ?," keluh dia lagi.

Tak lama, petugas KPU datang menghampiri para pendukung yang komplain karena dilarang masuk oleh petugas dan menyatakan terhadap pengunjung itu untuk melengkapi diri dengan surat mandat. 

Herry Susanto menambahkan, bila pendukung yang ingin masuk ke area tersebut dapat mengenakan nametag dan memiliki surat mandat yang utama. Setelah dijelaskan petugas KPU mereka diperkenankan masuk lalu meminta nametag didalam Gedung KNPI. 

" Kemarin sudah ada kesepakatan bersama. Kalau yang ada mandat minta nametagnya, silahkan minta nametagnya," ujar anggota KPU.

Hal serupa dialami oleh Yudistira massa pendukung dari GL-PRO, dia bersama relawan lainnya ditolak masuk meskipun telah mengantongi surat mandat. Pria yang mengenakan seragam hitam bertuliskan Gerakan Laskar Pro datang kelokasi tersebut dengan jumlah 100 personil untuk memantau surat suara. 

" Syarat sudah ada, kita cuma mengawasi suara mantau-lah. Kurang lebih 100 dari Matraman (Jaktim) pendukung nomor 02," tandasnya. 

Akan tetapi, dia telah berkoordinasi dengan rekannya yang telah berada didalam untuk saling bergantian keluar masuk Gedung KNPI tersebut. Karena ditolak, kata Yudistira dia terpaksa menanti diluar pagar bersama peserta lainnya untuk memperoleh nametag agar dapat masuk ketempat penyimpanan kotak suara. 

" Temen ada sebagian yang masuk tinggal nunggu surat dari dalam. Seharusnya bisa ditolak katanya sudah ada yang didalam kalau ada yang keluar nanti gantian keluar," (Dw/pp)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)