Nusantara

Panji Masyarakat, jembatan pemersatu umat

Administrator | Jumat, 08 Maret 2019 - 17:49:08 WIB | dibaca: 484 pembaca

Depok, 8 Maret 2019 --  Portal media Islam, Panji Masyarakat, kini telah hadir di tengah masyarakat dan siap menghantarkan gagasan-gagasan untuk mempersatukan umat Islam di Indonesia. Sesuai visi Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka), pendiri awal Majalah Panji Masyarakat, Panji Masyarakat yang kini diterbitkan secara daring (panjimasyarakat.com) akan mempublikasikan ide, gagasan serta pemikiran para penulis dari berbagai kalangan yang dibangun dengan semangat membumikan ajaran Islam dan merangkul semua kalangan.

Pemimpin Umum Panji Masyarakat B. Wiwoho mengatakan Panji Masyarakat bersifat non-partisan dan menyuarakan politik kebangsaan berlandaskan nilai-nilai Islam. “Panji Masyarakat bertujuan menyuarakan prinsip-prinsip Islam yang salamah, yaitu Islam yang membawa kedamaian bagi umat,” ungkapnya usai acara peluncuran portal di Depok, Jawa Barat, pada Jumat (8/3).

B.Wiwoho lebih lanjut mengatakan Panji Masyarakat ingin membangun kesadaran publik bahwa agama, yaitu dalam hal ini Islam, jangan dijadikan sumber masalah, tapi sebaliknya harus menjadi sumber solusi. “Untuk itu karya-karya jurnalistik yang diterbitkan diharapkan dapat menyejukkan umat, tidak memprovokasi atau memecah belah masyarakat,” ia menandaskan.

Diterbitkan oleh PT Panji Masyarakat Multimedia Nusantara dengan pembiayaan secara swadaya oleh para mantan wartawan dan staf karyawan Majalah Panji Masyarakat, portal media Islam Panji Masyarakat mempublikasikan laporan berita dan karangan khas (feature) melalui website, panjimasyarakat.com, serta menerbitkan materi-materi referensi dalam bentuk buku-buku dan digital print/e-books.

Direktur Utama PT Panji Masyarakat Multimedia Nusantara Abdul Rahman Ma’mun mengatakan portal media Islam Panji Masyarakat bertujuan membangkitkan dan membangun kembali kegiatan Majalah Panji Masyarakat yang diprakarsai oleh almarhum Buya Hamka.

“Dibangun sebagai pengikat kebersamaan para alumni jurnalis dan staf Majalah Panji Masyarakat, kami mengharapkan portal media ini dapat menjadi referensi pemikiran Islam di tengah berkembangnya segregasi sosial, politik dan keagamaan di masyarakat kita,” ia menandaskan.

Buya Hamka bersama tiga ulama besar dan cendekiawan Muslim lain, yakni KH Faqih Usman, Joesoef Abdullah Poear dan HM Joesoef Ahmad, mendirikan Panji Masyarakat, atau biasa disingkat Panjimas, pada 15 Juni 1959. Selain artikel-artikel yang menyuarakan perjuangan nilai-nilai keislaman, Panji Masyarakat juga mengangkat isu-isu kontemporer terkait bidang politik, sosial, ekonomi serta budaya.

Pada bulan Mei 1960, pemerintah melarang terbit Panji Masyarakat karena memuat tulisan berjudul “Demokrasi Kita” karya mantan Wakil President Mohammad Hatta. Pelarangan terbit diberlakukan karena tulisan tersebut memuat kritik tajam terhadap pemerintahan Soekarno. Panji Masyarakat terbit kembali pada 5 Oktober 1966 di bawah pimpinan Rusydi Hamka.

Setelah sempat kembali mengalami kevakuman, Majalah Panji Masyarakat kembali terbit sebagai majalah mingguan di bawah manajemen PT Panji Media Nusantara pada 21 April 1997 sebelum akhirnya berhenti terbit pada 2001.

“Kami mencoba menyuarakan gagasan-gagasan untuk mempersatukan umat dalam bentuk sebuah portal media untuk merespons kebutuhan masyarakat akan media Islam yang moderat di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi,” ungkap Abdul Rahman.

Secara keseluruhan, artikel berita atau karangan khas disajikan dalam 16 kategorisasi rubrik, antara lain Muzakarah (rubrik tanya jawab tentang masalah agama dan kemasyarakatan – bahtsul matsail), Tasawuf, Tafsir (berisi karya-karya almarhum penulis senior Syu’bah Asa), Pengalaman Relijius, Adab Rasul dan Jejak Islam.

Artikel-artikel yang mengulas para tokoh Islam klasik, Islam modernis dan Islam nusantara akan ditayangkan dalam rubrik Bintang Zaman.

Hal-hal inspiratif para tokoh mulai dari Al Ghazali, Imam Syafii, Imam Hanafi, Imam Hambali, Ibnu Ruz, dan Ibnu Arabi hingga Kasman Singodimedjo dan M. Natsir akan diulas secara menarik di rubrik ini,” ungkap Pemimpin Redaksi Panji Masyarakat A. Suryana Sudrajat.

“Kanal khusus bernama Hamka juga dibuat khusus untuk menayangkan pemikiran, kutipan dan pandangan Buya Hamka.”

Ia menambahkan rubrik Aktualita akan menyajikan beragam artikel yang mengangkat isu-isu aktual di berbagai bidang seperti politik (politik kebangsaan, politik moral yang mengacu kepada sumber-sumber pokok ajaran agama dan nilai-nilai kemanusiaan) pendidikan, lingkungan hidup, kesehatan dan teknologi.

“Para pakar diperkenankan berpartisipasi untuk menulis isu terkait dalam rubrik kolom yang akan disediakan,” Suryana mengatakan. 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)