Edukasi

Apresiasi Sastra SMA PKP JIS

Mengembangkan Atmosfir Sastra di Sekolah

Administrator | Senin, 18 November 2019 - 21:31:33 WIB | dibaca: 229 pembaca

Kepala Sekolah SMA PKP JIS Drs. Yayat W. Herianto, MM, saat menyampaikan sambutan pada acara "Apresiasi Sastra dan Literasi SMA PKP JIS 2019" di kampus PKP, Ciracas, Jakarta Timur, Senin 18/11. (foto pkp)

Jakarta, parahyangan-post.com – Di era digital ini, daya tarik media sosial telah mengalahkan kecintaan siswa kepada dunia sastra. Untuk itu mereka harus ditarik kembali agar menyukainya. Hal tersebut disampaikan Kepala Sekolah  SMA PKP JIS Drs. Yayat W. Herianto, MM, usai acara “Apresiasi Sastra dan Literasi SMA JIS 2019” di Kampus PKP DKI Jakarta, Jl. Raya PKP, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur, Senin 18/11.

Pihak SMA PKP JIS sendiri, lanjut Yayat, telah melakukan berbagai upaya untuk mendekatkan dunia sastra kepada anak anak didiknya. Salah satunya dengan menggelar Apresiasi Sastra tersebut.

“Dalam kegiatan ini kami menghadirkan sastrawan/seniman nasional  yang cukup terkenal, yaitu penyair Yose Rizal Manua dan Hasan Aspahani,” tutur Yayat kepada parahyangan-post.com.

Kegiatan tersebut, lanjut Yayat,  dihadiri oleh siswa-siswi PKP JIS dan sekolah luar, berjumlah sekitar 300 orang. Selain pembacaan puisi oleh Yose Rizal Manua dan musikalisasi puisi serta dialog seni oleh Hasan Aspahani, acara juga dimeriahkan penampilan Denting. Denting adalah  pemenang pertama musikaliasi puisi yang diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, tahun ini.

“Para siswa senang sekali  mengikuti acara tersebut dan merasakan sentuhan batin sastrawan dalam memaknai hidup,” tambah Yayat.

Lebih jauh Yayat mengatakan, apresiasi sastra di sekolahnya diadakan tiap tahun, dan tahun 2019 ini memasuki tahun ke empat.

“Kita sengaja menampilkan sastrawan yang sudah terkenal,  tujuannya agar anak-anak memahami bahwa menjadi sastrawan itu terhormat. Menarik dan memberikan nuansa kehidupan yang berbeda,” tambahnya.

Diungkapkan Yayat, setelah mengikuti beberapa kali acara apresiasi sastra, ternyata anak-anak didiknya semakin senang. Banyak yang tertarik dan ingin menjadi sastrawan atau seniman.

Selain apresiasi sastra yang menghadirkan sastrawan nasional  ke sekolahnya, SMA PKP JIS juga mempunyai kegiatan bernuansa seni lain, yang tak kalah menariknya. Diantaranya, PFC (PKP Fashion Carnaval).

“Fashion Carnaval ini terinspirasi dari Fashion Carnaval Jember. Bahkan untuk menyukseskan acara, kita mengutus 10 orang guru mengikuti Jember Fashion Carnaval untuk belajar,” tambah Yayat.

Diungkapkan Yayat penampilan kegiatan kesenian di sekolahnya adalah salah satu cara pendekatan agar siswa dapat memahami pelajaran pelajaran dengan baik.

“Jadi seni itu  sebagai pendekatan kita mengenalkan sesuatu kepada siswa. Sedangkan substansi materinya adalah pendidikan. Kalau kita lihat sejarah, dulu Wali Songo juga menggunakan seni sebagai media (alat) dakwahnya,” tambah Yayat.*** (aboe)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)