Polkam

Pemilu 2019

Menangkan Gugatan PBB Siap Mengikuti Pemilu 2019

Administrator | Senin, 05 Maret 2018 - 12:42:04 WIB | dibaca: 554 pembaca

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Prof. Dr. Yusrila Ihza Mahendra, (kanan). PBB siap mengikuti Pemilu 2019. (foto dok pbb)

Jakarta, parahyangan-post.com-Setelah melalui perjuangan berat, Partai Bulan Bintang (PBB)  akhirnya dapat mengikuti Pemilu 2019. Kepastian itu didapat setelah Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu mengabulkan gugatan yang diajukan Prof. DR. H. Yusril Ihza Mahendra, Sabtu 3/3.

“Dengan dikabulkannya gugatan tersebut, Partai Bulan Bintang dinyatakan memenuhi syarat sebagai peserta pemilihan umum atau Pemilu 2019,”  ujar Yusril, melalui siaran persnya yang diterima parahyangan-post.com.

Pada kesempatan tersebut, Yusril  mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung perjuangan partainya.

Sebelumnya diketahui PBB dinyatakan tidak memenuhi syarat sebagai peserta pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum  (KPU).  Namun PBB melakukan perlawanan hukum. Bawaslu akhirnya memenangkan PBB.

Dalam cuitannya, Yusril mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu perjuangannya, terutama kepada ormas-ormas Islam seperti  Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Persatuan Islam (Persis), Muhammadiyah, dan Front Pembela Islam (FPI)

Bahkan secara khusus Yusril mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum PB Nahdatul Ulama (PB NU) KH Said Agil Sirodj, yang  sebelumnya telah mendoakan agar PBB menang. Said menganggap Yusril adalah sahabat yang  baik dan  telah berteman sejak lama.

"Semoga PBB berhasil dalam Pemilu 2019 nanti," ujar Said.

Sebelumnya,  Said Agil Siradj lewat keterangan tertulis mendoakan dan n mendukung Bawaslu mengabulkan gugatan PBB.

“Saya dengar dari Pak Yusril alasan dan bukti yang dibawa PBB ke sidang Bawaslu sangat kuat. Harusnya ya dikabulkan,” ujar Said

Gabung

Bukan saja mendoakan, Said juga mendorong kyai-kyai NU yang belum bergabung ke partai mana pun untuk bergabung dengan PBB.

Menurut Said, keberadaan PBB menjadi aset bagi umat Islam dan perlu dijaga. Dia mengaku heran mengapa partai-partai baru bisa lolos verifikasi sedangkan PBB tidak. Aqil menuturkan, PBB adalah partai yang sudah sejak lama dalam Pemilu sejak 1999.

Said menuturkan, banyak warga NU yang bergabung ke PBB. Dia mengaku secara pribadi mendorong para kyai NU yang belum bergabung ke partai manapun agar bergabung ke PBB. Alasannya menurut Said PBB adalah Partai Islam yang moderat dan toleran kepada kemajemukan.

Sementara itu KPU belum menyatakan sikap. Pihaknya akan mengadakan rapat pada hari ini (Senin 5/3).*** (lutan)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)