Nusantara

Liber Simbolon : Bandara Internasional Silangit Menjadi Ikon Batak Raya dan Promosi Danau Toba

Administrator | Minggu, 26 November 2017 - 12:13:33 WIB | dibaca: 31 pembaca

Bersama Teddy Matheos, M.Si, Pengusaha asal Korea Selatan, Mr. Kim (tengah), Liber Simbolon (Tokoh muda Batak), B.Rumahorbo (Staf/Protokol Bandara Internasional Silangit) Saat Penerbangan Garuda dari Silangit ke Jakarta, Sabtu (25/11), di Bandara Internasional SIlangit, Danau Toba, Sumatera Utara (foto : ist)

Silangit–Sumatera Utara, Parayangan-post.om -Bandara Internasional Silangit bisa menjadi ikon Batak Raya ataupun Promosi Kawasan Danau Toba. Presiden Joko Widodo meresmikan Bandara Internasional Silangit Jumat, 24 November 2017 dengan mengatakan siapkan diri untuk berubah karena sudah tersedia lapangan terbang Internasional di Danau Toba, demikian dikatakan Tokoh Muda Batak Liber Simbolon, saat road show keliling Danau Toba dan Bandara Internasional Silangit, Sabtu (25/11/2017).

Kalimat Presiden Joko Widodo, kata Liber Simbolon menjadi simbolisasi saat peresmian Bandara Internasional Silangit dengan cara yang berbeda yakni berpantun bahasa daerah Batak Toba. Isinya Pantun (Umpasa.Batak) presiden adalah  'Bukka ma pittu, bukka ma harbangan. Ai nunga rade labuan ni hopal habang internasional', 

Kata Liber Simbolon, yang juga Sekretaris Eksekutif DPP Forum Bangso Batak Indonesia (FBBI), kalimat itu memiliki arti "Siapkan diri untuk berubah karena sudah tersedia langan terbang Internasional'. Hal ini berarti bahwa masyarakat harus bisa menjadi simbolisasi atas peningkatan peresmian bandara tersebut menjadi skala Internasional.

"Presiden Joko Widodo sangat familiar atau bersahabat saat menyampaikan kata sambutan yang penuh dengan makna dan juga mudah dipahami. Tak hanya menyampaikan pidato, harapan presiden juga bahwa sudah saatnya,  masyarakat sekitar Danau Toba dan Sumatera Utara agar dapat melihat peluang dan kreatifitas sadar wisata, karna kedepan turis lokal dan manca negara  sangat membutuhkan kenyamanan, pelayanan sebagai penunjang eksotisme danau terluas di Asean," kata kandodat Doktor Liber Simbolon Dosen Universitas Bung Karno (UBK) Jakarta ini.

Dijelaskan, pada saat Presiden Joko Widodo mengunjungi pernah mengunjungi Bandara Silangit, Sabtu 14 Oktober 2017, mengatakan bahwa Bandara Silangit menjadi akses transportasi udara berkelas internasional. Ketika itu kerumunan warga menyambut serta melambaikan tangan dengan  ucapan “Horas Presiden Nami” yang artinya Selamat Datang Presiden Joko Widodo ke Tanah Batak.

“Dokumen sejarah, saat Jepang hampir kalah di Perang Dunia II pada tahun 1944, semua armada  pesawat tempurnya di Sumatera bagian Utara dipindahkan ke Bandara Silangit dan  landasannya masih dari rumput dengan jenis pesawat ringan,” ujarnya.

 Sambung Liber Simbolon sebelumnya juga Presiden RI pertama Ir Soekarno juga pernah mendarat di Bandara Silangit, Danau Toba, Tapanuli Utara. Dokumen sejarah memuat Presiden Soekarno hadir dan singgah di Bandara Silangit sekitar tahun 1950-an disambut sangat meriah oleh masyarakat Batak. Setelah itu terjadi gejolak politik nasional, sehingga bandara itu terabaikan dan tak terurus.

“Namun saat ini sudah diresmikan oleh Presiden menjadi Bandara Internasional per tanggal 24 November 2017. Kesempatan untuk akses pulang kampung menjadi lebih mudah, dan promosi pariwisata Danau Toba, untuk pebisnis, wisatawan lokal, maupun mancanegara,” ujar Liber Simbolon di Bandara Internasional Silangit Danau Toba, Sumatera Utara. (ratman/pp)











Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)