Disaster

KP2C

KP2C AKTIF AMATI KELESTARIAN SUNGAI CILEUNGSI-CIKEAS

Administrator | Rabu, 15 Maret 2017 - 08:50:02 WIB | dibaca: 665 pembaca

BOGOR, Parahyangan-Post.com -  KP2C - Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C) akan ikut aktif mendorong berbagai pihak untuk menjaga kelestarian lingkungan di sepanjang sungai Cileungsi dan sungai Cikeas yang terletak di kawasan Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi di Jawa Barat.

 

KP2C hadir satu tahun lalu dengan misi utama memberikan peringatan dini tentang tinggi muka air (TMA) sungai Cileungsi-Cikeas, dan juga edukasi mengenai potensi banjir yang  dipicu oleh meluapnya air kedua sungai tersebut.

 

Namun kepedulian komunitas ini tak sebatas itu saja. Seiring perjalanan waktu, menurut Ketua KP2C Verry Hendrawan, pengurus komunitas sepakat untuk ikut serta secara aktif dalam gerakan bersama pelestarian lingkungan. Sesuai marwah KP2C, gerakan pelestarian lingkungan itu ditujukan untuk lingkungan sekitar kedua sungai tersebut. 

 

“Lingkungan adalah milik anak cucu kita. Karena itu kita bersama wajib menjaganya, utamanya bagi kami adalah lingkungan di sepanjang aliran sungai Cileungsi-Cikeas,” tandas Verry, Selasa (14/3/2017) di kantor Sekretariat KP2C, Bojongkulur, Bogor.

 

Pernyataan Verry ini sekaligus sebagai pertanda bahwa KP2C akan semakin giat  melakukan pengawasan secara lebih intensif terhadap kedua sungai tersebut. Salah satu alasannya adanya fakta di lapangan bahwa begitu banyak tumpukan sampah di aliran sungai, disamping  warna air sungai yang secara kasat mata mengalami perubahan.

 

"Apakah itu artinya sungai kita sudah semakin tercemar? Atau adakah pihak-pihak yang kami duga kurang bertanggung jawab dengan membuang limbah ke sungai sehingga meracuni ekosistem. Tentu perlu ada sebuah penelusuran tersendiri dalam menyingkapkan fakta ini,” ujar Verry.

 

Dalam pandangan KP2C, tindakan pembuangan limbah ke aliran sungai kalau benar terbukti,  merupakan kecurangan dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan lingkungan yang disengaja.  

 

Sinyalemen adanya dugaan pencemaran ini muncul ketika masuk informasi ke KP2C, bahwa air sungai sempat berwarna hitam dan "berbuih" kemarin malam. "Apakah ada pihak yang melakukan pencemaran sungai, tentunya pihak terkait yang berwenang menyelidikinya," ujar Verry menandaskan kembali.

 

Untuk itu, Verry menegaskan, “KP2C bersama 3.000 anggotanya akan terus melakukan pengamatan lingkungan dan mendorong instansi pemerintah untuk mengambil tindakan hukum.”

 

Kepada seluruh warga di sekitar aliran sungai Cileungsi-Cikeas, Verry mengajak untuk lebih peduli lingkungan di sekitar perumahan. “Kalau sungai Cileungsi meluap dan membanjiri perumahan warga, maka air sungai yang sudah tercemar jelas akan berdampak kepada kami secara langsung,” ujar Verry.

 

Menurut Verry, pernyataan resmi KP2C ini hendaknya dilihat oleh berbagai pihak sebagai sebuah upaya mulia menjaga keberlangsungan hidup warga di sepanjang aliran sungai Cileungsi-Cikeas agar tetap aman dan nyaman, saat ini maupun nanti. “Jadi, jangan cemari sungai kami,” tegas Verry. (SR/tim KP2C/Imansyah HR/PP)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)